Sangat Mirip dengan Taylor Swift, Wanita Ini Malah Di-bully
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 26 Jan 2016 15:03 WIB
Jakarta
-
Memiliki wajah yang mirip dengan selebriti ternama memang membanggakan. Tapi di era digital saat ini, terkadang kemiripan seseorang dengan selebriti malah memicu komentar pedas dari netizen yang tidak layak untuk dilontarkan. Seperti kisah wanita bernama Keitra Jane yang mengalami cyber bully karena kemiripan wajah dengan Taylor Swift.
Gadis 21 tahun itu memang memiliki kemiripan bentuk wajah dan penampilan seperti pelantun 'Bad Blood' itu. Ia memiliki rambut pirang sebahu yang sering dibuat bergelombang. Keitra pun selalu tampil dengan eyeliner hitam yang membuat matanya semakin mirip dengan kekasih Calvin Harris itu.
Dimanapun Keitra berada, ia mengaku selalu ada saja orang yang meminta untuk foto bersamanya. Meski ia mengatakan bahwa dirinya bukan Taylor Swift, tapi justru orang-orang tersebut yang tidak percaya.
Sebenarnya, Keitra merasa beruntung karena berwajah mirip dengan selebriti. Hal itu bisa membawanya masuk ke dunia hiburan. Ia diminta oleh penyanyi bernama Alex Boye untuk membintang video klipnya. Sayangnya, ia justru di-bully.
Beberapa netizen mengomentari penampilan Keitra di Youtube dalam video klip tersebut. Keitra mendapatkan banyak 'celaan' tentang bentuk tubuhnya yang dianggap tidak mirip dengan Taylor Swfit.
"Temanku memberikan capture foto komentar-komentar di Youtube tentangku. Ada yang bilang 'Taylor dengan payudara besar,'" kata Keitra. "Komentar lainnya mengatakan bahwa aku Taylor Swift versi gemuk," tambahnya.
Komentar pedas yang dilayangkan untuknya cukup membuatnya merasa stres. Hal itu karena hingga saat ini mahasiswa dari University of Utah itu masih berjuang melawan body dysmorphia. Yaitu sebuah gangguan yang berhubungan dengan ketidakpuasan yang ekstrim terhadap penampilan. Kondisi tersebut membuat seseorang merasa cemas dengan kekurangan fisiknya atau kekurangan imajiner dirinya.
"Dulu aku selalu lebih tinggi dibanding teman-temanku. Kini aku disebut gemuk, aku merasa terluka," jelasnya.
Keitra juga mengaku bahwa tubuhnya waktu SMA memang lebih kurus dibanding sekarang. Hal itu karena ia dulunya mengalami masalah gangguan makan hingga beratnya lebih kecil 13kg dibanding saat ini. Berkat bantuan dari keluarga, Keitra mampu untuk mengembalikan berat idealnya dengan makanan sehat dan berusaha untuk mencintai dirinya.
Dari postingan di media sosialnya, Keitra menggalakan agar para pengguna internet berhenti untuk memberikan komentar bernada kasar dan sinis terhadap seseorang. Menurutnya, bully di internet bisa berkontribusi pada gangguan makan.
"Internet bullying contributes to disordered eating. People need to understand that nothing on the internet goes unnoticed, and when you publicize your comments or suggestions you aren't just writing on a wall, you're writing to a real person," tulisnya di Instagram. (kik/kik)
Gadis 21 tahun itu memang memiliki kemiripan bentuk wajah dan penampilan seperti pelantun 'Bad Blood' itu. Ia memiliki rambut pirang sebahu yang sering dibuat bergelombang. Keitra pun selalu tampil dengan eyeliner hitam yang membuat matanya semakin mirip dengan kekasih Calvin Harris itu.
Dimanapun Keitra berada, ia mengaku selalu ada saja orang yang meminta untuk foto bersamanya. Meski ia mengatakan bahwa dirinya bukan Taylor Swift, tapi justru orang-orang tersebut yang tidak percaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa netizen mengomentari penampilan Keitra di Youtube dalam video klip tersebut. Keitra mendapatkan banyak 'celaan' tentang bentuk tubuhnya yang dianggap tidak mirip dengan Taylor Swfit.
"Temanku memberikan capture foto komentar-komentar di Youtube tentangku. Ada yang bilang 'Taylor dengan payudara besar,'" kata Keitra. "Komentar lainnya mengatakan bahwa aku Taylor Swift versi gemuk," tambahnya.
![]() |
"Dulu aku selalu lebih tinggi dibanding teman-temanku. Kini aku disebut gemuk, aku merasa terluka," jelasnya.
Keitra juga mengaku bahwa tubuhnya waktu SMA memang lebih kurus dibanding sekarang. Hal itu karena ia dulunya mengalami masalah gangguan makan hingga beratnya lebih kecil 13kg dibanding saat ini. Berkat bantuan dari keluarga, Keitra mampu untuk mengembalikan berat idealnya dengan makanan sehat dan berusaha untuk mencintai dirinya.
Dari postingan di media sosialnya, Keitra menggalakan agar para pengguna internet berhenti untuk memberikan komentar bernada kasar dan sinis terhadap seseorang. Menurutnya, bully di internet bisa berkontribusi pada gangguan makan.
"Internet bullying contributes to disordered eating. People need to understand that nothing on the internet goes unnoticed, and when you publicize your comments or suggestions you aren't just writing on a wall, you're writing to a real person," tulisnya di Instagram. (kik/kik)












































