Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ini Impian Nyle & Mame 'ANTM' yang Belum Tercapai

Aulia R Wijayanto - wolipop
Sabtu, 19 Des 2015 11:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Nyle DiMarco dan Mame Adjei tengah bertandang ke kota Jakarta. Pemenang dan runner up America's Next Top Model (ANTM) tersebut pun disambut dengan hangat oleh para penggemar. Bagaimana tidak? Nyle yang seorang tuna rungu memukau para wanita dengan tubuh atletis dan wajah tampan, terlebih mata birunya. Sedangkan Mame yang merupakan Miss Maryland 2015 berparas eksotis dan pandai berpose elegan.

Mengikuti bahkan memenangkan ANTM, Nyle dan Mame tentu sudah memiliki nama di bidang modeling. Meski begitu keduanya ternyata mempunyai impian atau rencana hidup lain selain di bidang modeling.

Misalnya saja Mame yang bercita-cita untuk menjadi pengacara. Wanita asal Ghana itu memang mengambil studi di jurusan hukum sebelum mengikuti ASNTM. Bukan sembarang pengacara, ia bahkan ingin fokus pada kasus kemanusian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku ingin menjadi pengacara dunia terkenal untuk kemanusiaan, itu tujuan awalku dan sesuai dengan studiku. Tapi sebenarnya saya memiliki sebuah cita-cita yang sampai sekarang masih saya impikan, saya ingin menjadi penyanyi," katanya dalam Meet and Greet Pemenang ANTM Cycle 22 yang diselenggarakan OPPO Indonesia, Jumat (18/12/2015) di Senayan Golf Club, Jakarta.

Wanita yang memulai karier modeling pada usia 16 tahun tersebut memang lulus dari studi politik dan Africana di Virginia Commonwealth University. Sejak di bangku kuliah, ia sudah menunjukkan kecintaannya pada bidang kemanusiaan yang direalisasikan dengan menjadi sukarelawan di beberapa organisasi.

Tentu berbeda lagi dengan Nyle. Sebagai seorang tuna rungu, pria 25 tahun tersebut ingin mengenalkan bahasa isyarat Amerika (America Sign Language) kepada masyarakat luas. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung kesetaraan penyandang tuna rungu di negaranya. Jika tidak menjadi model, Nyle juga ingin menjadi seorang dosen.

"Saya ingin menjadi profesor matematika di sebuah kampus yang bertaraf dunia, mungkin di Washington D.C, saya ingin menginspirasi orang dan menunjukkan apa yang seorang tuna tungu bisa lakukan." ungkap Nyle. (ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads