Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Megan Fox Anggap Social Media Bisa Jadi Racun untuk Anak Muda

Hestianingsih - wolipop
Senin, 14 Des 2015 09:29 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Saat banyak selebriti berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya di social media, Megan Fox justru membatasi kemunculannya di Facebook, Twitter maupun Instagram. Bintang film 'Transformers' ini menganggap bahwa social media merupakan racun.

Wanita berusia 29 tahun ini pun berusaha menjauhkan anak-anaknya dari penggunaan social media dan mengimbau para orangtua lainnya untuk melakukan hal yang sama. Menurutnya, jejaring sosial bisa memberi pengaruh negatif terhadap budaya generasi muda ke depannya.

"Saya bukan penggemar berat social media. Menurut saya itu sangat beracun untuk budaya anak muda kita," tutur ibu dua anak ini, seperti dikutip dari Female First.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Megan melanjutkan ada sebuah sistem hierarki di antara anak-anak di sekolah. Siapa anak yang paling keren atau populer, dilihat berdasarkan jumlah follower dan mendapatkan 'like' terbanyak. Melihat hal itu, Megan cukup prihatin karena ketika anak bangun di pagi hari, hal pertama yang ia pikirkan akan menjadi, 'Siapa yang menyukai fotoku?' atau 'Siapa yang mem-follow akunku?'.

Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis

Megan bukannya tidak pernah bersentuhan dengan social media. Justru karena pengalaman yang tidak menyenangkan, ia jadi menghindari situs maupun aplikasi serupa.

Kepada Entertainment Tonight, Megan bercerita bahwa dirinya pernah diminta mem-follow back akun followers nya di Twitter. Mereka berusia 12 dan 13 tahun. Lewat Twitter tersebut, mereka mengancam.

"Saya pernah aktif di Twitter selama lima hari... Lalu ada anak-anak ini yang menulis, 'Kalau kamu tidak follow back saya, saya akan bunuh diri!' Dan saya jadi merasa ini menyebalkan," ucapnya.

Megan juga mengatakan bahwa para orangtua harus memberi perhatian dan mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan internet. Bahkan bila perlu melarangnya. Menurutnya, mental para remaja yang masih labil belum siap untuk menggunakan social media.

"Kamu sudah harus cukup dewasa sebelum bermain-main dengan itu (social media). Itu tidak bertanggungjawab dan berabahaya," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads