Amal Clooney Copot Cincin Tunangan Rp 9 Miliar, Ada Apa?
Tak sedikit wanita yang senang menjadi pusat perhatian dalam segala kesempatan, tak terkecuali di tempat kerja. Mereka pun kerap mengandalkan busana stylish, riasan sempurna, hingga aksesori mewah untuk tampil beda.
Namun tidak semua orang nyaman dengan atensi banyak mata ketika tengah menjalani profesinya. Tengok saja Amal Clooney, istri George Clooney yang merupakan seorang pengacara hak asasi manusia. Amal pun sampai melepas cincin tunangannya yang bertahta berlian agar lebih fokus saat membela kliennya.
Wanita 37 tahun tersebut memang pernah menjadi pusat perbincangan pasca dilamar sang suami pada April 2014. Kala itu Amal terlihat menggunakan cincin pertunangan mewah yang ditaksir seharga £450.000 atau Rp 9,2 milyaran. Setelah Amal dan George menikah, wanita kelahiran Beirut itu pun masih menggunakannya bersamaan dengan cincin kawin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
"Amal menceritakan pada teman-teman bahwa ia menginginkan cincin pertunangan yang biasa saja terutama ketika dia tengah mengerjakan kasus serius. Orang-orang tidak bisa berhenti melihat cincinnya dan mengaguminya secara dekat. Berlian itu sangat besar dan tidak bisa disembunyikan," kata seorang sumber pada Mirror.
Menurut sumber tersebut, sebenarnya Amal sangat menyukai cincin tunangannya itu dan tidak berniat untuk melepaskan. Tapi aksesori itu terlalu 'bling-bling' sehingga menyita perhatian. Ketika mengurus kasus yang cukup berat, ia pun ingin mengenakan yang lebih simpel agar lebih nyaman. Saat ini, ia dikabarkan sering menghabiskan waktu mengunjungi toko perhiasan di London untuk mencari pengganti cincin bertahta berlian tujuh karat tersebut.
Langkahnya itu sepertinya cukup tepat mengingat jenis-jenis kasus yang ia kerjakan. Dalam beberapa tahun ini, ia pernah mewakili banyak tokoh ternama bahkan kontroversial, misalnya Yulia Tymonshenko yang merupakan pemimpin Ukraina. Amal juga pernah bekerja dengan pemerintah Yunani dan membela Presiden Maldive Mohamed Nasheed.











































