Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Spornoseksual

Pengakuan Pria Spornoseksual yang Sering Pamer Foto Tubuh Atletis

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 06 Feb 2015 09:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram Kenny
Jakarta -

Perkembangan gaya hidup terus berubah dari masa ke masa. Jika di awal tahun 2000-an istilah metroseksual menjadi perbincangan yang marak, kini kehadirannya terganti dengan istilah baru yang masih erat kaitannya, yaitu spornoseksual.

Istilah baru yang diperkenalkan pada tahun 2006 silam ini menggambarkan sosok pria berbadan atletis dengan otot lengan yang kekar dan perut kotak-kotak yang gemar mengunggah foto selfie tanpa busana ke dalam akun jejaring sosial seperti Instagram. Hal ini biasanya dilakukan mereka untuk menarik perhatian pengguna lainnya agar semakin dikenal dan mendapat banyak followers.

Tren yang mulai menjadi bagian dari gaya hidup di Amerika dan Inggris ini kini telah sampai ke Indonesia. Seperti yang dituturkan oleh Kenny Auztin, runner-up 1 L-Men of the Year 2014 yang mengatakan bahwa sebenarnya sudah mulai banyak pria berbadan kekar yang gemar memamerkan badannya di akun sosial, namun mereka belum paham dengan istilah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, julukan spornoseksual bagi pria yang rajin mengunggah foto badan atletisnya di akun sosial ini sah-sah saja dan tidak ada masalah. Karena tujuan utamanya ingin menunjukkan hasil kerja keras yang didapat setelah bercucuran keringat menghabiskan waktu di pusat kebugaran.

"Kalau aku sendiri tidak apa-apa disebut seperti itu karena memang ada benarnya juga, kan memang tujuannya untuk menginspirasi," terangnya saat dihubungi Wolipop via telepon, Rabu (4/2/2015).

Pria 22 tahun ini sendiri mulai rajin mengunggah foto-fotonnya semenjak dua bulan lalu. Namun ia mengatakan, untuk memamerkan foto seperti itu tidaklah mudah. Diperlukan persiapan sekitar sembilan bulan lamanya untuk membentuk badannya. Namun ia mengaku sudah rajin nge-gym semenjak bulan Juli 2013.

Alasannya mengunggah foto ke dalam akun Instagramnya sangat sederhana, yaitu ingin menjadi inspirator hidup sehat. Dulunya, mahasiswa teknik mesin Universitas Sumatera Utara ini memiliki bobot tubuh seberat 78 kg. Berat tersebut sebenarnya ideal baginya, tetapi bentuk badannya lah tidak ideal. Kini dengan pergi ke gym sebanyak empat kali seminggu, beratnya stabil di angka 70 kg.

"Dulu aku nggak percaya diri kalau di kolam renang, kan aku harus lepas baju. Aku sering lihat ada laki-laki badannya keren, terus aku iri. Dari situ mulai sadar kalau cowo itu badannya harus bagus biar enak dilihatnya," katanya.

Ia juga ingin mengedukasi orang-orang bahwa membentuk badan seperti sekarang ini tidak secepat yang dikira. Diperlukan latihan berat dan diet ketat seperti tidak memakan makanan yang mengandung minyak, kurangi konsumsi garam dan gula serta perbanyak minum air putih. Setiap latihan hanya menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu signifikan, maka dari itu kunci utamanya adalah tetap konsisten dan sabar.

Pria yang tinggal di Jakarta ini mulai merasakan ada perbedaan semenjak dirinya rajin meng-upload foto ke Instagram. Salah satunya adalah banyak tawaran pemotretan yang mulai berdatangan. Saat ini ia juga sedang menjalani profesi barunya sebagai presenter olahraga.

Bahkan, setiap hari selalu ada pengikut baru yang hingga kini berjumlah sebanyak 8200 followers. "Banyak yang nge-likes, ada juga yang kasih komen. Biasanya kritik dan saran. Kalau komen yang nanya soal gaya hidup sehat aku pasti kasih tau, tapi kalau komennya di luar konteks aku cuekin aja," tutupnya.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads