Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kim Kardashian Curhat Soal Perlakuan Rasis

wolipop
Jumat, 09 Mei 2014 16:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Getty Images
Jakarta - Kim Kardashian yang selama ini dianggap hanya mengandalkan kecantikan dan keseksian tubuhnya untuk populer, membuat tulisan yang cukup serius mengenai rasisme. Bintang reality show itu curhat soal perlakuan rasis yang pernah dialaminya.

Curhatan tersebut dimuat Kim dalam tulisan essay berjudul 'On My Mind' yang diunggah ke website pribadinya pada Rabu (7/5/2014). Dalam tulisannya, wanita 33 tahun itu mengungkapkan soal perannya sebagai seorang ibu dan bagaimana dia merasa khawatir ketika harus membesarkan anak di dunia yang dipenuhi rasisme.

"Sejujurnya, sebelum aku memiliki North, aku tidak pernah benar-benar peduli pada rasisme atau dikrisminasi. Itu jelas topik yang lebih menarik untuk Kanye, sedangkan bagiku akan lebih mudah untukku untuk mempercayai bahwa hal tersebut menjadi perjuangan orang lain," tulis Kim dalam situs resminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun setelah melahirkan putri pertamanya hasil hubungannya dengan Kanye West, North West, pandangan Kim mengenai rasisme berubah. Dia menjadi lebih peduli pada isu tersebut, terutama setelah mengalaminya sendiri.

"Aku sudah membaca dan mengalami sendiri beberapa insiden yang membuatku muak dan membuatku sadar. Aku sadar rasisme dan diskriminasi memang masih ada," tulisnya lagi.

Insiden yang dimaksud Kim terjadi ketika dia diundang untuk menjadi teman kencan Richard Lugner, seorang miliuner asal Vienna, Austria. Dia membayar Kim Rp 5,8 miliar untuk menjadi teman kencannya menghadiri Vienna Opera Ball dan beberapa tempat lainnya. Saat menonton opera itulah perlakukan rasis didapat bintang 'Keeping Up With the Kardashian' itu.

Dalam tulisannya, Kim mengatakan, sebagai ibu, publik figur dan seorang manusia, dia merasa bertanggungjawab untuk melakukan apa yang dia bisa agar rasisme tidak lagi terjadi. "Hal ini bukan hanya untuk anakku, tapi untuk seluruh anak, agar mereka tidak tumbuh di dunia di mana mereka dinilai berdasarkan warna kulit atau gender atau orientasi seksual," tulisnya.

"Jadi hal pertama yang akan aku lakukan adalah dengan berhenti menganggap bahwa rasisme ini bukan suatu masalah atau bukan menjadi masalahku, karena ternyata ini adalah masalah semua orang," tegasnya di essay tersebut.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads