Intimate Interview
Obsesi Zivanna Letisha, Punya Program Talkshow Bertema Perempuan
wolipop
Senin, 26 Agu 2013 09:29 WIB
Jakarta
-
Menjadi presenter berita sejak 2009, membuat Zivanna Letisha cukup akrab dengan dunia pertelevisian. Cita-citanya sejak kecil untuk membawakan berita di TV pun sudah tercapai. Masih ada satu lagi obsesi yang belum dicapainya, dan itu masih berhubungan dengan dunia televisi.
Zizi, begitu wanita 24 tahun ini biasa disapa, punya impian suatu saat bisa membawakan program talkshow-nya sendiri. Program talkshow impiannya itu bukan sekadar berbincang dengan public figure tapi harus punya nilai hidup yang menginspirasi orang banyak. Seperti apa gambaran talkshow tersebut di pikiran Zizi?
"Pokoknya yang penting program itu harus punya value. Baik itu mengangkat orang-orang yang memang dikenal punya kualitas luar biasa maupun mereka yang belum terangkat," ujar Zizi saat ditemui wolipop di sebuah kafe di bilangan Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga ingin program talkshow tersebut mendukung pemberdayaan wanita. Zizi memang dikenal menyenangi isu-isu yang berkaitan dengan kemanusiaan, kepemimpinan dan lingkungan sosial.
"Aku interest-nya juga di humanity, leadership. Mendukung orang untuk berkembang," ucap wanita berdarah Batak dan Sunda ini.
Saat ini, keinginannya itu memang baru terbersit di pikiran. Namun Zizi sangat berharap suatu saat bisa benar-benar terwujud. "Bisa dibilang salah satu obsesi yang belum tersampaikan," katanya.
Selain presenter, kesibukannya saat ini adalah mendirikan bisnis yang bergerak di dunia digital. Bersama dua temannya yang ahli di bidang IT, pemilik tinggi badan 178 cm ini sedang mendirikan website khusus perempuan. Di era globalisasi sekarang ini, perempuan tidak boleh sampai ketinggalan zaman dan di dunia yang serba digital, website ciptaannya ini diharapkan bisa membawa wanita ke arah yang lebih maju.
Seperti apa website yang masih dalam tahap development itu? "Di sini kita coba bikin aplikasi seperti one stop shopping and information untuk perempuan, terutama yang tertarik di dunia kosmetik," jelasnya.
Fokus di dunia kecantikan, situsnya ini menyediakan berbagai informasi seputar produk kosmetik dan make up. Mulai dari review produk, harga, hingga layanan online shopping. Pembaca juga bisa menulis artikel tentang kecantikan.
"Kalau suka make up, misalnya make up artist, dia bisa upload video atau posting foto before-after karyanya lewat website itu. Jadi seperti punya online CV. Kan biasanya make up artist dikenal hanya dari mulut ke mulut. Di sini, mereka kita perlakukan seperti profesional. Mencoba meng-appreciate orang-orang di belakang layar. Tanpa mereka dunia showbiz nggak ada," ujar wanita yang sekarang juga menjajal profesi sebagai penulis ini.
(hst/rma)
Zizi, begitu wanita 24 tahun ini biasa disapa, punya impian suatu saat bisa membawakan program talkshow-nya sendiri. Program talkshow impiannya itu bukan sekadar berbincang dengan public figure tapi harus punya nilai hidup yang menginspirasi orang banyak. Seperti apa gambaran talkshow tersebut di pikiran Zizi?
"Pokoknya yang penting program itu harus punya value. Baik itu mengangkat orang-orang yang memang dikenal punya kualitas luar biasa maupun mereka yang belum terangkat," ujar Zizi saat ditemui wolipop di sebuah kafe di bilangan Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku interest-nya juga di humanity, leadership. Mendukung orang untuk berkembang," ucap wanita berdarah Batak dan Sunda ini.
Saat ini, keinginannya itu memang baru terbersit di pikiran. Namun Zizi sangat berharap suatu saat bisa benar-benar terwujud. "Bisa dibilang salah satu obsesi yang belum tersampaikan," katanya.
Selain presenter, kesibukannya saat ini adalah mendirikan bisnis yang bergerak di dunia digital. Bersama dua temannya yang ahli di bidang IT, pemilik tinggi badan 178 cm ini sedang mendirikan website khusus perempuan. Di era globalisasi sekarang ini, perempuan tidak boleh sampai ketinggalan zaman dan di dunia yang serba digital, website ciptaannya ini diharapkan bisa membawa wanita ke arah yang lebih maju.
Seperti apa website yang masih dalam tahap development itu? "Di sini kita coba bikin aplikasi seperti one stop shopping and information untuk perempuan, terutama yang tertarik di dunia kosmetik," jelasnya.
Fokus di dunia kecantikan, situsnya ini menyediakan berbagai informasi seputar produk kosmetik dan make up. Mulai dari review produk, harga, hingga layanan online shopping. Pembaca juga bisa menulis artikel tentang kecantikan.
"Kalau suka make up, misalnya make up artist, dia bisa upload video atau posting foto before-after karyanya lewat website itu. Jadi seperti punya online CV. Kan biasanya make up artist dikenal hanya dari mulut ke mulut. Di sini, mereka kita perlakukan seperti profesional. Mencoba meng-appreciate orang-orang di belakang layar. Tanpa mereka dunia showbiz nggak ada," ujar wanita yang sekarang juga menjajal profesi sebagai penulis ini.
(hst/rma)
Home & Living
Lantai Bersih, Wangi dan Hemat dengan Sparkle MAXI Kemasan 4 Liter
Home & Living
Rekomendasi Hampers Lebaran Perlengkapan Rumah yang Estetik & Bisa Dipakai Sehari-hari
Fashion
Tas Serbaguna untuk Ngantor & Travel, Thule Subterra 2 26L Jawabannya!
Home & Living
Mudik Lebaran? Ini Rekomendasi Koper yang Praktis dan Muat Banyak
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Sinopsis Master Z: The Ip Man Legacy di Bioskop Trans TV Hari Ini
Momen Langka Eva Mendes dan Ryan Gosling Muncul Bersama, Berujung Ciuman Manis
Pacar Baru Emma Watson Berstatus Miliarder, Dapat dari Mana Kekayaannya?
Sinopsis Police Story: Lockdown di Bioskop Trans TV Hari Ini
Menteri Wanita Ini Didesak Jawab Isu Selingkuh dengan Penasihatnya
Most Popular
1
Sinopsis Master Z: The Ip Man Legacy di Bioskop Trans TV Hari Ini
2
Penampilan Sandara Park Usai Dituduh Pakai Narkoba dan Unfollow Park Bom
3
Ramalan Zodiak 8 Maret: Cancer Keuangan Menurun, Leo Banyak Peluang
4
Ramalan Zodiak Cinta 8 Maret: Capricorn Sabar, Pisces Jangan Dengar Gosip
5
Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z
MOST COMMENTED











































