Demi Jadi Bintang Sirkus, Gadis Pintar Ini Putus Sekolah
Ferdy Thaeras - wolipop
Jumat, 01 Jun 2012 16:26 WIB
Jakarta
-
Seorang gadis yang terbilang sangat cerdas di sekolah memutuskan untuk berhenti kuliah. Hal ini karena ia ingin mewujudkan impian untuk menjadi bintang sirkus.
Sebagai anak tunggal, Danielle selalu membuat orangtuanya bangga dengan nilai-nilai sekolah yang memuaskan. Nilai A+ dan A kerap menghiasi rapor studinya. Namun di balik semua itu, ia memiliki keinginan terpendam yang membuat dirinya bahagia, yakni tampil di atas panggung dan memberikan performa yang membuat banyak orang tercengang.
Danielle Martin, 24 tahun kini menjalani keseharian 'unik' seperti memantek paku beton ke dalam hidungnya, berlompat-lompat di atas pecahan kaca, menyusupkan tubuh ke dalam lonceng kaca hingga memanjat tangga pedang samurai atas nama menghibur penonton.
Hal ini berawal saat ibunya membawa dirinya menonton sirkus saat berusia 13 tahun. Menyaksikan sirkus bertemakan horror, Danielle pun menjalin cinta dengan penampilan rombongan sirkus tersebut dan tak pernah absen sekalipun menyaksikan acara tahunan tersebut.
Nilai akademik yang cerah membuat Danielle memilih jurusan Biologi saat kuliah sambil menekuni bidang seni. Ibunya ingin dirinya menjadi dokter kelak, namun sayangnya Danielle tidak bahagia menjalani kuliahnya.
Iapun membanting setir dan belajar seni peran di Reynolds Academy, London. "Tiga tahun kemudian aku melamar ke Circus of Horrors, wawancara pertamaku, aku disuruh menyusupkan diriku ke dalam sebuah guci besar," ujarnya kepada Dailymail.
Selain tergabung dalam rombongan sirkus tadi, Danielle juga memiliki acara sendiri yang dinamakan Danielle D'Ville. Dalam show tersebut, ia tampil lompat-lompat di atas pecahan kaca, menelan silet, memantek paku ke dalam hidung hingga memanjat tangga dari pedang samurai.
Danielle mengaku tidak pernah memeriksakan diri secara rutin ke dokter, karena luka terberat yang ia alami pasca show adalah lecet kecil di kaki. Bagi orang yang ingin menyaksikan performanya, ia tampil dua hingga tiga kali dalam seminggu di klub-klub sirkus di London secara bergantian.
Sekali tampil, ia menghabiskan waktu 20 menit, dan kini dirinya terus mengembangkan diri dengan belajar dari ahli kelenturan tubuh, Iona Luvsandorj. Ia ingin tampil lebih maksimal lagi dan menyajikan hiburan yang lebih atraktif dengan teknik kelenturan tubuh.
Menjadi bintang sirkus, membuat dirinya kini dihadapkan kepada sebuah dilema. Ia ingin mendapatkan gelar dan melanjutkan sekolah, namun bingung harus memilih antara belajar Biologi dengan sirkus.
(fer/hst)
Sebagai anak tunggal, Danielle selalu membuat orangtuanya bangga dengan nilai-nilai sekolah yang memuaskan. Nilai A+ dan A kerap menghiasi rapor studinya. Namun di balik semua itu, ia memiliki keinginan terpendam yang membuat dirinya bahagia, yakni tampil di atas panggung dan memberikan performa yang membuat banyak orang tercengang.
Danielle Martin, 24 tahun kini menjalani keseharian 'unik' seperti memantek paku beton ke dalam hidungnya, berlompat-lompat di atas pecahan kaca, menyusupkan tubuh ke dalam lonceng kaca hingga memanjat tangga pedang samurai atas nama menghibur penonton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai akademik yang cerah membuat Danielle memilih jurusan Biologi saat kuliah sambil menekuni bidang seni. Ibunya ingin dirinya menjadi dokter kelak, namun sayangnya Danielle tidak bahagia menjalani kuliahnya.
Iapun membanting setir dan belajar seni peran di Reynolds Academy, London. "Tiga tahun kemudian aku melamar ke Circus of Horrors, wawancara pertamaku, aku disuruh menyusupkan diriku ke dalam sebuah guci besar," ujarnya kepada Dailymail.
Selain tergabung dalam rombongan sirkus tadi, Danielle juga memiliki acara sendiri yang dinamakan Danielle D'Ville. Dalam show tersebut, ia tampil lompat-lompat di atas pecahan kaca, menelan silet, memantek paku ke dalam hidung hingga memanjat tangga dari pedang samurai.
Danielle mengaku tidak pernah memeriksakan diri secara rutin ke dokter, karena luka terberat yang ia alami pasca show adalah lecet kecil di kaki. Bagi orang yang ingin menyaksikan performanya, ia tampil dua hingga tiga kali dalam seminggu di klub-klub sirkus di London secara bergantian.
Sekali tampil, ia menghabiskan waktu 20 menit, dan kini dirinya terus mengembangkan diri dengan belajar dari ahli kelenturan tubuh, Iona Luvsandorj. Ia ingin tampil lebih maksimal lagi dan menyajikan hiburan yang lebih atraktif dengan teknik kelenturan tubuh.
Menjadi bintang sirkus, membuat dirinya kini dihadapkan kepada sebuah dilema. Ia ingin mendapatkan gelar dan melanjutkan sekolah, namun bingung harus memilih antara belajar Biologi dengan sirkus.
(fer/hst)











































