Jakarta
-
Di balik kebiasaan buruk mengonsumsi obat-obatan terlarang, Amy Winehouse ternyata punya keinginan untuk memiliki anak. Ia dikabarkan sedang dalam persiapan mengadopsi anak perempuan sebelum tewas.
Penyanyi yang ditemukan meninggal dalam usia 27 tahun itu telah merencanakan untuk mengadopsi seorang anak bernama Dannika Augustine. Amy merasakan ikatan yang kuat dengan gadis berusia 10 tahun tersebut saat ia dan keluarganya tinggal cukup lama di St. Lucia, Kepulauan Karibia.
"Amy sudah seperti ibuku, aku menelpon dia dan dia menelponku. Ia merawat saya dan kami bersenang-senang bersama, aku mencintainya, ia mencintaiku, ujar Dannika seperti yang dilansir dari Daily Mirror.
"Dia adalah orang yang paling menakjubkan dan aku menantikan untuk tinggal bersamanya di London atau di sini, Aku tidak percaya dia sudah pergi. Ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi padaku, "tambah Dannika.
Nenek Dannika, Majorie Lambert, yang bekerja di sebuah bar di pantai dekat dengan villa di mana Amy sering tinggal, menjelaskan," Amy sangat mencintai Dannika dengan segenap hati. Saat mereka bertemu, mereka tak terpisahkan. Amy pernah memohon padaku," Aku ingin mengadopsi Dannika dan membawanya ke Inggris," Dia juga siap pindah ke St. Lucia untuk menjadi ibu Dannika sepenuhnya."
"Keinginan Amy memiliki anak sangat besar. Jika ia tidak tewas, ia sedang berada di sini (St. Lucia) untuk menyelesaikan proses adopsi," terang Majorie.
Majorie juga mengatakan bahwa ibu Dannika, Nadia Germaine bersedia jika anaknya diadopsi karena ia tak mampu membesarkan anaknya sendirian. Sementara itu, sang ayah Vic Augustine yang tinggal di Jerman dikatakan sedang dalam konsultasi permohonan adopsi dengan Amy beberapa waktu lalu.
"Amy menelpon saya dari ponsel ibuku dan ia berkata,"Halo, anak laki-laki kesayangan Marjorie. Saya ingin berbicara pada Anda karena saya merasa Anda adalah adikku dan Marjorie adalah ibu bagiku." Lalu ia berkata,"Saya sayang denga Dannika, saya ingin meminta izin Anda untuk mengadopsi Dannika," ungkap Vic, ayah Dannika.
Pada saat itu juga, Vic berkata bahwa jika sang ibu (Marjorie) tidak keberatan dengan hal itu, maka Amy diperkenankan untuk mengadopsi Dannika. Vic juga telah membicarakan hal tersebut sebelumnya dengan ibu Dannika yang juga setuju akan keinginan pelantun 'Back to Black' tersebut.
Terakhir Marjorie berbicara dengan Amy adalah beberapa minggu sebelum kematiannya. Ia pun berencana untuk mengunjungi St. Lucia minggu depan dan Marjorie mengatakan bahwa suara Amy terdengar sedih dan lemah.
"Katakan pada semua orang bahwa saya akan segera kembali ke St. Lucia secepatnya," ujar Marjorie menirukan ucapan Amy.
"Saya berharap dia di sini minggu depan. Saya tidak percaya ketika teman saya di London mengatakan Amy telah meninggal. Amy merupakan orang baik. Saya tahu ia memiliki masalah, tapi ketia ia berada di St. Lucia, ia adalah orang baik, berbda dengan yang dikenal orang di Inggris. Ia tidak menggunakan obat-obatan di sini. Saya tidak pernah khawatir mengenai Dannika dan Amy," tutup Marjorie.
(eya/eya)
Penyanyi yang ditemukan meninggal dalam usia 27 tahun itu telah merencanakan untuk mengadopsi seorang anak bernama Dannika Augustine. Amy merasakan ikatan yang kuat dengan gadis berusia 10 tahun tersebut saat ia dan keluarganya tinggal cukup lama di St. Lucia, Kepulauan Karibia.
"Amy sudah seperti ibuku, aku menelpon dia dan dia menelponku. Ia merawat saya dan kami bersenang-senang bersama, aku mencintainya, ia mencintaiku, ujar Dannika seperti yang dilansir dari Daily Mirror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nenek Dannika, Majorie Lambert, yang bekerja di sebuah bar di pantai dekat dengan villa di mana Amy sering tinggal, menjelaskan," Amy sangat mencintai Dannika dengan segenap hati. Saat mereka bertemu, mereka tak terpisahkan. Amy pernah memohon padaku," Aku ingin mengadopsi Dannika dan membawanya ke Inggris," Dia juga siap pindah ke St. Lucia untuk menjadi ibu Dannika sepenuhnya."
"Keinginan Amy memiliki anak sangat besar. Jika ia tidak tewas, ia sedang berada di sini (St. Lucia) untuk menyelesaikan proses adopsi," terang Majorie.
Majorie juga mengatakan bahwa ibu Dannika, Nadia Germaine bersedia jika anaknya diadopsi karena ia tak mampu membesarkan anaknya sendirian. Sementara itu, sang ayah Vic Augustine yang tinggal di Jerman dikatakan sedang dalam konsultasi permohonan adopsi dengan Amy beberapa waktu lalu.
"Amy menelpon saya dari ponsel ibuku dan ia berkata,"Halo, anak laki-laki kesayangan Marjorie. Saya ingin berbicara pada Anda karena saya merasa Anda adalah adikku dan Marjorie adalah ibu bagiku." Lalu ia berkata,"Saya sayang denga Dannika, saya ingin meminta izin Anda untuk mengadopsi Dannika," ungkap Vic, ayah Dannika.
Pada saat itu juga, Vic berkata bahwa jika sang ibu (Marjorie) tidak keberatan dengan hal itu, maka Amy diperkenankan untuk mengadopsi Dannika. Vic juga telah membicarakan hal tersebut sebelumnya dengan ibu Dannika yang juga setuju akan keinginan pelantun 'Back to Black' tersebut.
Terakhir Marjorie berbicara dengan Amy adalah beberapa minggu sebelum kematiannya. Ia pun berencana untuk mengunjungi St. Lucia minggu depan dan Marjorie mengatakan bahwa suara Amy terdengar sedih dan lemah.
"Katakan pada semua orang bahwa saya akan segera kembali ke St. Lucia secepatnya," ujar Marjorie menirukan ucapan Amy.
"Saya berharap dia di sini minggu depan. Saya tidak percaya ketika teman saya di London mengatakan Amy telah meninggal. Amy merupakan orang baik. Saya tahu ia memiliki masalah, tapi ketia ia berada di St. Lucia, ia adalah orang baik, berbda dengan yang dikenal orang di Inggris. Ia tidak menggunakan obat-obatan di sini. Saya tidak pernah khawatir mengenai Dannika dan Amy," tutup Marjorie.
(eya/eya)










































