Setelah Dikuret, Kapan Boleh Hamil Lagi?
wolipop
Kamis, 15 Mar 2012 13:08 WIB
Jakarta
-
Bulan Januari 2011 saya di kuret. Bulan April 2011 saya positif setelah dicek dengan tespack. Tapi janinnya tidak berkembang dengan sempurna (blighted ovum) sehingga harus di kuret lagi bulan Juli. Kapan saya boleh hamil lagi, sebaiknya apa yang harus saya lakukan.
Inayah, 26 Tahun
Jawab:
Kuretase merupakan cara untuk mengeluarkan sisa-sisa janin yang sudah tidak hidup lagi dari dalam rahim. Biasanya dikerjakan pada kasus abortus (keguguran), blighted ovum, hamil anggur dan pada kasus kandungan seperti penebalan dinding rahim dan sebagainya. Setelah kuret dinding rahim bagian dalam mengalami perlukaan dan membutuhkan waktu untuk kembali normal.
Biasanya untuk kasus tanpa komplikasi, seorang diperbolehkan hamil kembali setelah tiga bulan pasca kuret. Anda sudah mengalami dua kali kuretase yang artinya dua kali juga janin tidak dapat tumbuh/ berkembang di dalam rahim Anda, seringkali disebut dengan abortus berulang.
Abortus berulang ini harus dicari penyebabnya, untuk mencegah terjadinya abortus di kemudian hari. Yang biasanya menjadi penyebab abortus berulang ini adalah infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) ataupun ketidaksempurnaan aliran darah dari ibu ke janin melalui plasenta. U
Untuk mengetahui apakah anda menderita salah satu dari infeksi TORCH ini atau terjadinya insufisiensi pembuluh darah ibu-janin ada berbagai pemeriksaan yang harus dilakukan. Ada baiknya Anda mendatangi dokter kandungan Anda untuk mengetahui penyebab abortus berulang yang Anda alami, dan untuk mengatasi penyebabnya, sehingga dapat mencegah terjadinya abortus kembali.
(eny/eny)
Inayah, 26 Tahun
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya untuk kasus tanpa komplikasi, seorang diperbolehkan hamil kembali setelah tiga bulan pasca kuret. Anda sudah mengalami dua kali kuretase yang artinya dua kali juga janin tidak dapat tumbuh/ berkembang di dalam rahim Anda, seringkali disebut dengan abortus berulang.
Abortus berulang ini harus dicari penyebabnya, untuk mencegah terjadinya abortus di kemudian hari. Yang biasanya menjadi penyebab abortus berulang ini adalah infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) ataupun ketidaksempurnaan aliran darah dari ibu ke janin melalui plasenta. U
Untuk mengetahui apakah anda menderita salah satu dari infeksi TORCH ini atau terjadinya insufisiensi pembuluh darah ibu-janin ada berbagai pemeriksaan yang harus dilakukan. Ada baiknya Anda mendatangi dokter kandungan Anda untuk mengetahui penyebab abortus berulang yang Anda alami, dan untuk mengatasi penyebabnya, sehingga dapat mencegah terjadinya abortus kembali.
(eny/eny)
Makanan & Minuman
Ramadhan Hometronic Deals Blibli: Promo Produk Berbuka + Voucher Diskon
Home & Living
Lantai Bersih, Wangi dan Hemat dengan Sparkle MAXI Kemasan 4 Liter
Home & Living
Rekomendasi Hampers Lebaran Perlengkapan Rumah yang Estetik & Bisa Dipakai Sehari-hari
Fashion
Tas Serbaguna untuk Ngantor & Travel, Thule Subterra 2 26L Jawabannya!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Perut Kram & Keluar Darah Saat Berhubungan Seks, Bahaya atau Tidak?
Libido Makin Lama Makin Turun Padahal Usia Masih Muda, Apakah Normal?
Bagaimana Agar Cepat Hamil Setelah Berhenti KB Suntik?
Takut Suami Tidak Bahagia karena Miss V Terlalu Banyak Keluarkan Cairan
Belum Punya Anak karena Kandungan Sperma Nol, Bagaimana Mengatasinya?
Most Popular
1
Arti Warna Biru yang Jadi 'Seragam' di Pemakaman Vidi Aldiano
2
Sinopsis Master Z: The Ip Man Legacy di Bioskop Trans TV Hari Ini
3
Penampilan Sandara Park Usai Dituduh Pakai Narkoba dan Unfollow Park Bom
4
Ramalan Zodiak 8 Maret: Cancer Keuangan Menurun, Leo Banyak Peluang
5
Ramalan Zodiak Cinta 8 Maret: Capricorn Sabar, Pisces Jangan Dengar Gosip
MOST COMMENTED











































