Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Berbahayakah Miss V Perih Setelah Bercinta?

wolipop
Rabu, 13 Jul 2011 16:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Saya sudah 2,5 tahun menikah. Selama itu pula setiap selesai bercinta dengan suami, sekitar beberapa menit kemudian Miss V terasa perih. Apa ini berbahaya atau saya mengidap penyakit?

(Dilla, 25 Tahun)

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat memulai hubungan seksual, disarankan untuk dimulai dengan suatu fase perangsangan yang disebut dengan foreplay. Dengan adanya fase perangsangan ini maka cairan lubrikasi alami sudah diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di sekitar vagina yang artinya vagina siap untuk suatu hubungan seksual.

Vagina memiliki lapisan mukosa yang lunak dan tipis, seperti halnya mukosa di dalam rongga mulut, sehingga mudah terjadi iritasi/luka. Oleh karena itu, semua gesekan di daerah tersebut memerlukan cairan pelumas yang akan mengurangi gaya gesek. Sejauh mana foreplay yang anda lakukan bersama pasangan, apakah selama ini vagina anda sudah siap untuk melakukan hubungan seksual.

Perih sebagai salah satu rasa nyeri diakibatkan karena adanya suatu perlukaan di dalam vagina anda. Perlukaan ini tidak harus besar dan menyebabkan banyak keluar darah, namun bisa jadi merupakan perlukaan kecil yang tidak sampai menimbulkan perdarahan, hanya terjadi sedikit ketidakutuhan pada lapisan mukosa.

Perlukaan yang kecil ini jika terkena sperma yang mengandung zat-zat mediator radang seperti prostaglandin akan mengaktifkan proses peradangan yang menimbulkan rasa nyeri/perih. Bisa jadi perih yang selama ini anda rasakan akibat kurangnya lubrikasi saat fase penetrasi penis ke dalam vagina, ataupun fase penetrasi yang terlalu lama sehingga lubrikasi yang dikeluarkan tidak lagi mencukupi sehingga terjadi iritasi pada dinding vagina anda. Bila itu yang terjadi maka anda dan pasangan perlu memperlama fase foreplay ataupun menggunakan cairan lubrikasi tambahan yang dapat dibeli di apotik.

Untuk menyingkirkan adanya penyebab nyeri yang lain seperti adanya infeksi, tumor atau kanker maka anda perlu melakukan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini mengambil apusan dari lapisan leher rahim untuk mengetahui adanya sel kanker, ataupun adanya peradangan. Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual maka wajib melakukan pemeriksaan ini, untuk itu tanyakan kepada dokter kandungan anda dimana anda dapat melakukan pemeriksaan pap smear yang terdekat.

 

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads