Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dok, bagaimana agar cepat hamil?

wolipop
Rabu, 30 Mar 2011 13:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok, bagaimana agar cepat hamil?
Jakarta - Dear Wolipop,Saya dan suami menikah November 2009, tak lama setelah itu saya langsung hamil. Tetapi hanya 10 minggu, kemudian saya keguguran karena kekentalan darah saya tinggi. Saya sempat mengikuti program pengenceran darah, namun saat ini berhenti karena pindah kota. Kini saya sangat berharap bisa hamil kembali setelah keguguran tersebut, namun tampaknya belum positif sampai sekarang. Padahal jadwal menstruasi saya teratur, paling telat/cepat 2-3 hari. Walaupun suami tampak santai, tetapi saya yang agak kepikiran tentang hal ini. Apalagi kami pernah beberapa kali berhubungan saat saya sedang menstruasi (pada hari 4-5, saat pendarahannya sudah sedikit). Hal ini juga mengkhawatirkan saya karena takut mandul. Saya juga mengalami keputihan yg agak mengkhawatirkan, tetapi sekarang hilang. Apa yang harus saya lakukan?Terimakasih. (Putri)

Dear Putri,Kekentalan darah tinggi merupakan kelainan yang sering menyebabkan terjadinya keguguran berulang. Hal ini terjadi akibat aliran darah ke plasenta menjadi tidak adekuat dan menyebabkan terganggunya kehamilan. Sebenarnya dalam kasus ini keguguran dapat dicegah dengan pemeriksaan parameter-parameter tertentu sehingga dapat dideteksi secara dini dan diberikan terapi yang sesuai. Terapi yang diberikan tergantung dengan hasil pemeriksaan karena berbeda tergantung derajat penyakit. Anda yang pernah mengalami keguguran karena sindrom kekentalan darah ini maka harus berhati-hati baik untuk terjadinya kehamilan dan juga untuk mempertahankan kehamilan. Sebaiknya anda mendatangi dokter spesialis kebidanan di kota anda untuk memeriksakan kembali parameter-parameter kekentalan darah anda dan mendapatkan terapi yang sesuai. Jika pemeriksaan ini tidak tersedia di kota anda sekarang, mungkin anda dapat mendatangi kota yang lebih besar yang mampu mengerjakan pemeriksaan ini. Berhubungan saat menstruasi walaupun perdarahannya tinggal sedikit tidak disarankan. Hal ini bukan karena dapat menyebabkan mandul, namun karena saat menstruasi pembuluh darah banyak yang berada dalam keadaan terbuka sehingga risiko untuk masuknya kuman menjadi lebih besar. Selain itu bila sampai terjadi suatu orgasme maka akan terjadinya suatu kontraksi dari rahim yang akan mendorong sel-sel dinding rahim yang luruh naik ke tempat yang tidak semestinya misalnya ke dalam rongga perut. Hal ini akan dapat menyebabkan terjadinya suatu endometriosis yaitu tumbuhnya sel kelenjar dinding rahim di luar rahim, yang biasanya akan menimbulkan rasa nyeri. Sehingga sebaiknya hubungan seksual saat menstruasi dihindari. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads