Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Infertilitas

wolipop
Rabu, 30 Mar 2011 13:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Infertilitas
Jakarta - Dear Wolipop,Saya sudah menikah satu tahun empat bulan dan sampai saat ini belum dikaruniai momongan. Pernah kami periksa ke dokter dan ternyata kualitas sperma suami di bawah 25%. Apakah dengan kualitas sperma di bawah 25% masih ada kemungkinan kami untuk memiliki keturunan?Terima kasih. (Fatin Hamamah Djawas)

Dear Fatin,Masalah infertilitas merupakan masalah yang cukup sering ditanyakan di berbagai forum. Penyebabnya bisa dari suami, istri ataupun keduanya. Pemeriksaan yang paling mudah dilakukan adalah analisis sperma. Pada analisis sperma, cairan sperma diperiksa secara makroskopis (dilihat langsung) dan mikroskopis (dengan mikroskop dan dengan pewarnan khusus). Secara makroskopis dinilai jumlah, warna dan kekentalan sperma. Secara mikroskopis dinilai kuantitas dan kualitas sperma. Kuantitas sperma menyangkut jumlah sperma baik yang masih aktif bergerak maupun yang cacat sehingga tidak dapat bergerak lagi, serta densitas atau kepadatan sperma. Kualitas sperma menyangkut berapa persen sperma yang masih aktif bergerak, maupun kandungan zat-zat untuk nutrisi sperma di dalam cairan mani dan juga bentuk sperma baik kepala maupun ekornya. Sebelum menjalani pemeriksaan analisis sperma, maka seorang laki-laki tidak boleh melakukan hubungan seksual ataupun mengeluarkan cairan sperma minimal 3 hari sebelum dilakukannya analisis sperma. Kualitas sperma di bawah 25% artinya jumlah sperma yang bentuknya utuh (tidak cacat) dan masih aktif bergerak jumlahnya di bawah 25%, sedangkan setidaknya harus ada lebih dari 40% sperma yang masih baik dan aktif bergerak untuk dapat membuahi sel telur untuk dapat terjadinya kehamilan. Sperma yang mati atau rusak ini bisa disebabkan karena kematian atau rusak setelah diproduksi. Hal ini bisa karena daerah skrotum sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan sering terpapar oleh suhu yang tinggi. Suhu yang tinggi misalnya kebiasaan menggunakan celana dalam ataupun celana yang terlalu ketat atau bahan yang terlalu tebal (seperti celana jeans), menggunakan transportasi sepeda motor yang terlalu lama di siang hari, ataupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskan duduk di atas alas yang bersuhu tinggi seperti mesin, dsb. Suhu tinggi ini bisa merusak sperma dan menyebabkan kematian sperma. Hasil analisis sperma suami anda menunjukkan kualitas sperma pada saat pemeriksaan, namun hasil ini masih dapat berubah membaik ataupun bertambah buruk. Beberapa hal yang dapat diubah misalnya kebiasaan menggunakan celana dalam, selama di rumah sebaiknya tidak perlu menggunakan celana dalam, cukup dengan menggunakan sarung. Kurangi penggunaan celana jeans atau celana yang terlalu ketat. Selain itu suami dapat mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E sebagai suplemen antioksidan yang dapat meningkatkan kemampuan sperma untuk berenang. Anda dapat memeriksakan kembali kualitas sperma suami anda suatu ketika nanti untuk melihat adanya perbaikan. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads