Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Benarkah Diet Nasi Bisa Bikin Langsing?

Ferdy Thaeras - wolipop
Jumat, 15 Feb 2013 08:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sedang menjalani program diet rendah karbohidrat? Banyak wanita yang melakukan diet ini tapi tidak mengetahui pasti bagaimana cara menjalaninya. Daripada Anda salah sehingga bisa mempengaruhi kesehatan, sebaiknya ketahui dulu apa yang dimaksud diet rendah karbohidrat dan risikonya.

Diet rendah karbohidrat sudah diperkenalkan sejak 1860. Namun seiring perkembangan zaman, diet rendah karbohidrat dilakukan semakin ekstrim. Seperti jenis diet karbo bernama Atkins. Diet tersebut ternyata tidak sepenuhnya baik bagi tubuh, karena memiliki berbagai efek samping sampai berisiko pada kematian.

Memangkas asupan karbohidrat hingga hanya 20-30 gram (setara dengan satu lembar roti) tentunya bisa mengganggu sistem kinerja tubuh secara keseluruhan. Faktanya, manusia membutuhkan 50-60% karbohidrat dalam sehari atau sekitar 300 gram (setara 8 porsi karbo, 1 cangkir nasi putih per porsi).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa studi klinis juga menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat menurunkan berat badan secara maksimal. Namun menurut ahli gizi Dr. James Hill, diet rendah karbo dalam jangka panjang bisa merusak ginjal. Meniadakan sekelompok makanan hasilnya tidak pernah baik untuk kesehatan. Selain itu, diet rendah karbohidrat akan mempengaruhi energi dalam tubuh, bau mulut, sembelit, sakit kepala dan naiknya kolesterol.

Kebanyakan orang menjalankan cara diet ini dengan mengurangi makan nasi. Tapi kenapa ada yang masih gemuk juga meski sudah makan nasi sedikit? Darpada menjalani hal keliru, simak selengkapnya ulsan tentang diet karbohidrat hari ini di ulasan khusus Wolipop, Jumat (15/02/2013) yang juga dipandu oleh ahli kesehatan Dr. Phaidon.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads