ADVERTISEMENT

Mencoba Brow Lamination di Browhaus, Bikin Alis Jadi Bervolume & Tegak

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 11 Feb 2022 16:01 WIB
Ilustrasi alis Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Demeshko
Jakarta -

Alis menjadi bagian penting dari penampilan wajah. Punya bentuk alis yang lebih bervolume dan rapi tentu saja menjadi dambaan banyak wanita. Kini, ada tren prosedur alis yang tengah digandrungi banyak wanita yakni brow lamination. Wolipop pun mencoba prosedur tersebut di Browhaus Seperti apa hasilnya?

Mengenal Brow Lamination

Brow lamination juga biasa disebut sebagai brow lift pada dasarnya prosedur perming untuk alis. Prosedur ini populer di Inggris pada 2019 karena banyak orang yang menginginkan alis ala Cara Delevingne. Brow Lamination memberikan ilusi alis yang bervolume, rapi, dan berdiri tegak. Seperti dilaminating, bentuk alis akan tampil lebih licin dan berkilau berkat prosedur ini.

Proses Brow Lamination

Wolipop mencoba brow lamination di Browhaus, Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Pertama-tama customer akan mengisi data dan riwayat penyakit terlebih dahulu. Kemudian terapis akan menerangkan sedikit brow lamination dan hasil yang akan didapat dari brow lamination.

"Saat dipakai krim-nya mungkin akan ada sensasi perih," begitu menurut terapis.

Mencoba brow lamination di BrowhausProses brow lamination Foto: Foto: Kiki Oktaviani/Wolipop

Namun saat terapi mulai menyisir rambut ke atas dan krim perming dioleskan di rambut-rambut alis, saya tidak merasakan sensasi apapun. Dalam proses brow lamination, kamu juga tetap dapat menjaga mata tetap terbuka sehingga masih bisa sambil bermain ponsel untuk memecah kebosanan (tidak seperti ekstensi bulu mata yang harus terpejam),

Setelah rambut-rambut alis dipakaikan krim perming, bagian tersebut akan ditutup dengan plastik selama beberapa menit. Proses tersebut kembali diulangi, dan terapis juga sambil mengatur arah rambut alis agar hasilnya 'cetar'. Kurang lebih proses 'laminating' alis tersebut memakan waktu 30 menit.

Mencoba brow lamination di BrowhausHasil brow lamination (before - after) Foto: Foto: Kiki Oktaviani/Wolipop

Setelah itu, terapis akan mencabut alis menggunakan pinset agar alis lebih rapi. Jujur, bagian ini yang paling tidak menyenangkan karena saya tidak tahan dengan sakitnya saat alis dicabut. Untungnya, proses ini tidak memakan waktu lama berkat kelihaian terapis yang gerak cepat dalam pencabutan alis.

Hasil Brow Lamination (Kelebihan & Kekurangan)

Setelah brow lamination, alis saya menjadi mengeras.Hasilnya tampak kontras dibanding sebelumnya. Tipe alis yang yang tipis, tampak menjadi lebih bervolume, dan tampak berkilau. Terapis pun mengajarkan saya cara menata alis dengan menyisir alis ke arah atas menggunakan spoolie brush. Terapis juga menyarankan untuk menggunakan serum alis untuk memudahkan dalam menata alis.

Mencoba brow lamination di BrowhausSeminggu setelah brow lamination Foto: Foto: Kiki Oktaviani/Wolipop

Kekurangannya adalah dalam beberapa hari setelah brow lamination, saya masih kesulitan menata alis. Karena bentuk alis ternyata tidak 'flawless' seperti sesaat saya keluar dari 'salon alis' tersebut. Beberapa jam sekali saya harus menyisir alis agar bentuknya tidak jadi berantakan. Seminggu setelahnya, alis tidak lagi begitu kaku sehingga lebih mudah di atur. Saya tetap membutuhkan pensil alis untuk mengisi bagian-bagian yang kosong dan menegaskan warna alis. Untuk brow lamination di Browhaus dikenakan biaya Rp 560 ribu.



Simak Video "Bikin Pangling! Wajah Kim Kardashian dengan Alis Pirang"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)