Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bau Mulut Membandel? Mungkin Ini Sebabnya!

wolipop
Jumat, 24 Apr 2015 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta -

Rajin sikat gigi sudah, mengurangi minuman berkafein, makanan manis dan berbau tajam pun sudah. Lalu kenapa bau mulut tidak juga kunjung pergi? Sabar, jangan langsung berputus asa, masih ada solusinya.

Bau mulut memang merupakan masalah yang paling membuat rasa percaya diri merosot seketika. Jangankan bercakap-cakap dalam jarak dekat dengan lawan bicara, membuka mulut untuk sekedar senyum saja Anda bahkan tidak akan berani.

Bau mulut yang membandel sebenarnya dapat disebabkan oleh banyak hal.Bisa karena kebiasaan Anda mengkonsumsi makanan beraroma kuat, merokok, atau kondisi mulut kering akibat kurangnya produksi air liur (saliva). Selain itu, bau mulut juga dapat menjadi tanda bahwa Anda kurang perhatian pada kebersihan dan kesehatan rongga mulut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak rajin membersihkan gigi dan mulut akan membuat sisa-sisa makanan yang Anda konsumsi tertinggal atau menumpuk di sela-sela gigi. Ketika sisa makanan ini membusuk, mikroorganisme dalam mulut akan bereaksi, berkembang biak dan membentuk sebuah lapisan biofilm yang disebut plak. Mereka akan saling berkoloni, bercampur dan terus hidup di dalam lapisan tipis berlendir tersebut. Jika didiamkan, koloni akan semakin rapat dan menebal.

Jika didiamkan lama-kelamaan lapisan plak juga bisa mengkristal menjadi karang gigi yang jadi penyebab gangguan infeksi gusi atau seringkali disebut gingivitis.Karang gigi dapat mendorong gusi sehingga menjadi surut dan terbuka sehingga bakteri jahat mudah masuk.Pembersihan karang gigi tidak bisa dilakukan sendiri harus dengan prosedur scalling.

Mikroorganisme yang hidup di dalam plak juga tersebut dapat mengoksidasi kandungan gula pada sisa makanan yang Anda konsumsi dan mengubahnya menjadi asam.Akibat zat asam tersebutlah gigi mudah berlubang dan membusuk.Aroma mulut yang tidak sedap datang dari gigi yang membusuk dan juga gusi yang sudah terinfeksi.

Jika Anda sudah rajin menyikat gigi setiap dua kali sehari tetapi masih saja mengalami masalah ini, mungkin Anda melakukannya dengan cara yang kurang benar. Idealnya, sikat gigi sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur seusai semua konsumsi makanan selesai.

Menyikat gigi saja hanya membersihkan 25% bagian rongga mulutdan belum seluruhnya dapat membersihkan sela-sela gigi, dinding mulut, gusi, dan lidah.Untuk itu, sikatlah juga bagian lidah karena plak tidak hanya menempel pada gigi tetapi jugapada lidah. Jika gigi sudah bersih, tetapi lidah masih kotor, mikroorganisme jahat yang pada lidah bisa menempel lagi pada gigi.

Untuk menumpas habis semua mikroorganisme jahat dan mencegahnya kembali membentuk plak, cobalah gunakan mouthwash.Pilih yang memberikan perlindungan menyeluruh dari berbagai gangguan gigi dan mulut seperti LISTERINE Multi Protect. Mouthwash inovasi baru ini efektif menembus lapisan biofilm plak dengan kandungan empat essential oil seperti thymol, eucalypthol, menthol dan methyl salicylate.

Penggunaan LISTERINE seusai menyikat gigi secara teratur ternyata terbukti mengurangi resiko pembentukan plak hingga 70% dan mencegah kemungkinan infeksi gusi (gingivitis) hingga 46%. Mouthwash ini juga dilengkapi dengan kandungan zinc yang berfungsi mencegah plak terbentuk dan fluoride untuk memperkuat email gigi.

Agar semakin sempurna lagi, jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda setiap enam bulan sekali pada dokter gigi. Ingat kondisi rongga mulut dan jenis perawatan yang dibutuhkannya akan terus berubah seiring dengan pertambahan umur.

Mau coba sampel gratis dari LISTERINEMulti Protect? Klik disini!

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads