Ketatnya persaingan dan terbatasnya lowongan membuat pencarian kerja butuh lebih dari sekadar ijazah. Apalagi kini para pelamar bukan hanya bersaing dengan sesama tapi robot dan AI. Meski begitu, pekerjaan manusia tidak akan sepenuhnya tergantikan. Menurut bos LinkedIn, ada lima kemampuan yang harus dimiliki untuk bersanding dengan kecanggihan teknologi.
Menurut CEO Ryan Roslansky dan Aneesh Raman, AI tak akan sepenuhnya menggeser pekerjaan manusia. Banyak yang tidak menyadari bahwa keterampilan unik manusia lah yang membuat kita tak tergantikan.
Untuk mengetahuinya, Ryan berbicara dengan para ahli saraf, psikolog organisasi, ekonom perilaku sampai pemimpin bertalenta. Berdasarkan diskusi mereka, terungkap lima kemampuan atau 5C yang harus dimiliki anak muda di pasar kerja yang bergejolak saat ini agar tidak tergeser AI.
Curiosity (Rasa Penasaran)
AI dapat menghasilkan kemungkinan berdasarkan pola. Manusia memutuskan mana yang penting dengan rasa keingintahuannya. Di tempat kerja, rasa ingin tahu sering kali membuat rutinitas membosankan malah menghasilkan penemuan.
Menurut Ryan, dapat memanfaatkan rasa ingin tahu dan keterbukaan untuk mempelajari tentang AI dan bagaimana AI akan mengubah pekerjaan kita, untuk memahami diri kita sendiri dan mencari tahu apa yang membuat kita tak tergantikan.
Ia mencontohkan penemuan vaksin polio karena Jonas Salk dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah virus yang mati dapat mengajarkan tubuh untuk melawan virus yang hidup. Ia bisa saja salah. Namun, ia tetap meluangkan waktu untuk menguji idenya. Rasa ingin tahu itulah yang membuat Wilbur dan Orville Wright bertanya-tanya: Jika burung bisa terbang, mengapa kita tidak bisa?
Courage (Keberanian)
AI memang bisa menghitung risiko. Tapi hanya manusia yang memutuskan risiko apa yang layak diambil.
Keberanian adalah kemauan untuk bertindak tanpa informasi lengkap dan untuk terus maju ketika hasilnya tidak terjamin. Itu dibutuhkan dalam kasus uji coba ketika semua orang menunggu bukti. Di tempat kerja, keberanian mengubah keraguan menjadi tindakan. Misalnya saat manajer sales memberi tahu klien bahwa permintaan mereka tidak tepat, kemudian membimbing mereka ke solusi yang lebih baik.
(ami/ami)