7 Puisi Tentang Sumpah Pemuda Karya Chairil Anwar dan Taufik Ismail

Tim Wolipop - wolipop Rabu, 27 Okt 2021 16:15 WIB
Puisi tentang sumpah pemuda. Foto: Agung Mardika Puisi tentang sumpah pemuda. Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Hari Sumpah Pemuda jatuh besok, Kamis, 28 Oktober 2021. Untuk membangkitkan semangat kamu sebagai anak muda negeri ini, berikut puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar dan Taufik Ismail.

Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi momentum bangkitnya pemuda Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air. Oleh karena itu ada banyak puisi tentang sumpah pemuda yang terinspirasi dari perjuangan di masa kemerdekaan.

Seperti puisi karya Chairil Anwar dan Taufik Ismail berikut ini. Puisi karya dua pujangga lengendaris tersebut cocok untuk membakar semangat kamu sebagai pemuda di negeri ini untuk mencapai cita-cita. Puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar dan Taufik Ismail ini juga bisa jadi inspirasi untuk tugas sekolah.

Dilansi dari berbagai sumber, berikut puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar dan Taufik Ismail:

Puisi Tentang Sumpah Pemuda Karya Chairil Anwar:

Judul: Prajurit Jaga Malam

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,

bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya

kepastian

ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!

Judul: Diponegoro

Di masa pembangunan ini...
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api..

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali....
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati...

MAJU...

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu....

Sekali berarti
Sudah itu mati....

MAJU...

Bagimu Negeri
Menyediakan api....

Punah di atas menghamba...
Binasa di atas ditindas...
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai...
Jika hidup harus merasai...

Maju...
Serbu...
Serang...
Terjang...

Judul: AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.

Itulah tiga puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar. KLIK HALAMAN SELANJUTNYA untuk puisi karya Taufik Ismail.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Minta Maaf, Olvah Alhamid Ngaku Juga Sering Dapat Perlakuan Rasis"
[Gambas:Video 20detik]