Cerita Pramugari Alih Profesi Jadi Pilot, Habiskan Biaya Rp 2,2 M

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 16 Okt 2020 17:38 WIB
A female flight attendant on Lion Air sits buckled into her seat next to the emergency exit just before landing in Yogyakarta, Indonesia (March 25, 2017) Ilustrasi Pramugari Foto: Getty Images/RUBEN RAMOS
Jakarta -

Seorang pramugari bernama Suzie McKee bosan dengan pekerjaannya yang kebanyakan hanya melayani penumpang. Ia pun terpikir untuk menjadi orang di barisan paling depan pesawat. Perjalanannya dari pramugari menjadi pilot pun tidaklah mudah. Selain harus mempelajarinya dari awal, Suzie juga butuh dana hingga miliaran rupiah untuk bisa mewujudkan cita-citanya.

Sebelum beralih profesi menjadi pilot, Suzie McKee sudah setahun menjadi seorang pramugari. Namun ia merasa lelah ketika pekerjaannya hanya berkisar pada demonstrasi keselamatan atau menuangkan minuman. Wanita 25 tahun itu pun ingin merasakan bekerja di kokpit.

"Aku senang menjadi kru kabin tapi aku selalu membayangkan diriku berada di kokpit. Aku sadar aku sebenarnya ingin menerbangkan pesawat. Aku tahu aku tidak ingin menyediakan pasta ayam di belakang dengan penumpang, aku ingin di depan pesawat di mana aksinya dilakukan," ujarnya dilansir Dailymail.

Mantan pramugari British Airways tersebut lalu mengumpulkan tekad untuk resign dari pekerjaan lama. Tahu akan butuh banyak biaya untuk belajar jadi pilot, ia lalu mulai mengumpulkan uang. Suzie juga menyiapkan diri untuk menjalani sejumlah tes untuk bakat, kepribadian, spasial, fisik, matematika, hingga wawancara.

Demi meraih impiannya, Suzie harus mengumpulkan £120.000 atau sekitar Rp 2,2 miliaran untuk pelatihannya. Selain menggunakan tabungannya sendiri, ia juga bekerja sebagai pelayanan bar dan resepsionis untuk tambahan biaya. Sisanya Suzie meminjam dari orangtua.

Selama berusaha mewujudkan impian, Suzie termotivasi dari pengalamannya sendiri bekerja bersama para pilot. "Ketika aku bersama pramugari lain aku akan membuat pengumuman untuk penumpang lalu mendengarkan pilot-pilot bisa memberitahu penumpang bahwa mereka adalah orang yang menerbangkan pesawat ke tujuan dengan selamat,"

"Sebagai seorang pilot kamu bisa melihat ke luar jendela dan melihat semua pemandangan indah ini. Tapi hal yang paling penting adalah bisa merasa kamu telah sukses membawa orang-orang dengan selamat," ujarnya.

Sukses jadi pilot dari seorang pramugari, wanita itu pun mengakui jika perasaannya cukup aneh. "Aku melihat ke belakang dan berpikir betapa anehnya aku melayani makanan orang-orang dan sekarang aku menerbangkan pesawat," ujarnya.

(ami/ami)