Liputan Khusus Korban PHK Corona

Kisah Inspiratif Korban PHK Corona, Tak Menyerah Cari Nafkah untuk Keluarga

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 29 Agu 2020 17:02 WIB
Virus corona: Gelombang PHK di tengah pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai puncak bulan Juni, Kartu Prakerja dianggap tak efektif Ilustrasi kisah inspiratif korban PHK corona. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Corona yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 masih terus berlangsung hingga kini. Imbasnya sektor perekonomian pun melemah dan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak dari pandemi Corona telah membuat angka pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan jumlah pekerja yang di-PHK naik jadi 2,1 juta orang. Secara total, kata Airlangga, sudah ada 3,5 juta orang pekerja yang terdampak COVID-19. Selain 2,1 juta yang terkena PHK, 1,4 juta orang lainnya masih dikumpulkan datanya oleh Kemnaker.

Pemutusan hubungan kerja ini pastinya menjadi masalah bagi para pekerja yang sehari-hari harus tetap memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berbagai cara pun dilakukan agar dapur bisa tetap 'ngebul'

Orang-orang berikut ini termasuk yang tak pantang menyerah untuk menafkahi keluarga setelah kena PHK karena Corona. Wolipop pun merangkum berbagai kisah inspiratif mereka yang tetap berusaha pasca kena PHK karena Corona.

Salah satu orang yang berbagi kisah inspiratif itu adalah pria bernama Gandha Pratikanantyo yang sebelumnya bekerja dibidang jasa atau perhotelan. Gandha bekerja di bagian produksi dapur atau chef selama 10 tahun di sebuah hotel Solo.

Gandha terkena PHK akibat melesunya industri perhotelan akibat Corona. Sudah bekerja selama 10 tahun, dia tak menyangka termasuk yang kena PHK. Namun Gandha tak menyerah pada nasibnya.

Andita yang bantir setir jadi penjual makanan ringanAndita yang bantir setir jadi penjual makanan ringan setelah kena PHK karena corona. Foto: Dok. pribadi Andita

"Saya membuka warung soto, karena ingin menyesuaikan dengan lidah orang Solo. Soto adalah bisnis makanan yang tidak musiman," ungkap Gandha saat dihubungi Wolipop, Kamis (27/8/2020).

Selanjutnya ada cerita dari Andita Ramauli yang sebelumnya bekerja sebagai staff administrasi di perusahaan manufaktur. Andita membuka usaha ayam krispi asal Taiwan setelah kenap PHK perusahaannya akibat pandemi Corona.

"Saya berencana buka franchise dan saya pelajari sistemnya lewat YouTube. Modal pun lebih banyak dibantu oleh ibu saya," kata Andita yang merupakan ibu satu anak itu.

Simak liputan khusus Wolipop selengkapnya mengenai kisah Gandha, Andita dan mereka yang tetap berusaha setelah kenap PHK karena Corona.



Simak Video "Kenali Arti Warna-warni Buah dan Sayur"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)