Demi Sinyal untuk Kuliah Online, Mahasiswi Ini Rela Bertenda di Tengah Hutan

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 30 Jun 2020 13:30 WIB
Rose brought a parang along as she sits in the jungle for e-learning. — Photo: Rose Nawie Anjap Rose Nawie Anjap / Foto: dok. Rose Nawie Anjap
Jakarta -

Pandemi Corona telah memberikan dampak yang cukup signifikan dalam segala aspek kehidupan. Salah satu yang turut serta merasakan dampaknya adalah para pelajar. Jika sebelumnya kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan dengan tatap muka secara langsung, maka dengan adanya pandemi Corona kegiatan tersebut tak lagi dapat dilakukan. Sebagai gantinya, para pelajar diwajibkan untuk mengikuti kelas online. Bagi sebagian orang, mengikuti kelas online tidaklah mudah, karena dibutuhkan perangkat seperti ponsel, laptop, atau TV, serta jaringan internet yang stabil.

Seperti dikutip dari The Star, seorang mahasiswi asal Pakan, Sarawak, Malaysia bernama Rose Nawie Anjap menceritakan kisahnya ketika harus berjuang untuk mendapatkan sinyal stabil demi mengikuti kelas online. Karena tempat tinggalnya yang berada di pedalaman dan sulit sinyal, maka dia terpaksa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengikuti kelas onlinenya di hutan.

Agar merasa nyaman ketika belajar online di hutan, dia juga membuat tenda kecil dari kain tipis berwarna hijau agar serangga-serangga tidak bisa masuk dan mengganggunya. Tapi tak hanya itu saja, selain membawa laptop dan catatan kecil, Rose juga membawa parang untuk perlindungan diri.

Rose brought a parang along as she sits in the jungle for e-learning. — Photo: Rose Nawie AnjapTenda Tempat Rose Belajar di Tengah Hutan / Foto: dok. Rose Nawie Anjap

Mahasiswi tingkat akhir dari Universiti Pendidikan Sultan Idris itu lalu membagikan kisahnya melalui unggahan Facebooknya pada 24 Juni 2020. Menurut Rose, hutan tempatnya mengikuti kelas online itu menawarkan sinyal yang jauh lebih baik dan lebih stabil dibandingkan di rumahnya.

"Saya melakukan presentasi online pada hari itu jam 9 hingga 11 pagi. Jadi saya berlindung di bawah jaring untuk menghindari gigitan nyamuk. Jika tidak, saya harus menghabiskan banyak waktu untuk mengusap nyamuk atau menggaruk kulit," jelas Rose.

Rose juga mengaku bahwa dirinya melakukan hal tersebut karena merasa terinspirasi oleh Veveonah Mosibin, pelajar yang terlebih dahulu viral karena mengikuti kelas online di atas pohon demi mendapatkan sinyal stabil. Di hari pertamanya, Rose juga tidak sendirian karena ada sang ayah yang menemaninya. Tetapi sayang, karena kemudian turun hujan, maka Rose terpaksa tidak jadi mengikuti kelas onlinenya itu.

Dengan membagikan pengalamannya itu, Rose berharap orang-orang bisa lebih menyadari bahwa banyak pelajar yang tinggal di pedalaman yang harus bersusah payah terlebih dahulu untuk memperoleh sinyal demi mengikuti kelas online. Dengan demikian, situasinya bisa membaik dan meningkat sehingga Rose tak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan sinyal hingga ke hutan demi mengikuti kelas online.

Pada 25 Juni, Malaysian Communication and Multimedia Commission (MCMC) lalu merilis pernyataan yang mengatakan bahwa sat ini pihaknya sedang berusaha memperbaiki dan meningkatkan jaringan internet di daerah Sarawak. Rencananya akan ada 185 menara telekomunikasi baru di Sarawak yang diperkirakan akan bisa dipakai pada tahun 2021.



Simak Video "Mengenal Istri Raja Malaysia yang 24 Tahun Lebih Muda, Oksana"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)