Yang Harus Dilakukan Saat Anak Sekolah Online Tapi Orangtua Kerja di Kantor

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 15 Jun 2020 11:38 WIB
MOSCOW, RUSSIA - MARCH 20, 2020: Recording an online lecture for students of the Russian University of Transport. The universitys rector Alexander Klimov ordered to shift the secondary vocational education programs to online learning amid the COVID-19 coronavirus pandemic, starting from March 23, 2020. Sergei Savostyanov/TASS (Photo by Sergei SavostyanovTASS via Getty Images) Foto: Getty Images/iStockphoto/lithiumcloud
Jakarta -

Di saat new normal, para pekerja diwajibkan untuk hadir secara fisik di kantor. Sementara di satu sisi anak-anak tetap menjalani sekolah online melalui apliksi webinar. Kondisi ini pun membuat orangtua tak bisa mendampingi anak saat belajar di rumah.

Menurut psikolog anak, Diana Lie, M. Psi., jika orangtua sudah mulai masuk kerja dan anak mulai sekolah online, orangtua perlu mengajarkan anak untuk bertanggungjawab. Pemberian tanggungjawab ini juga tergantung usia anak dari si anak.

"Pada dasarnya, setiap anak perlu diberikan kepercayaan untuk melakukan beberapa tanggungjawab. Tentunya memberikan tanggung jawab ke anak juga perlu disertai dengan pemahaman usia perkembangannya. Dan orangtua juga perlu terlibat aktif untuk memberikan contoh konkret kepada anak untuk jalankan tanggung jawabnya, supaya anak juga merasa terbantu," ungkap Diana saat dihubungi oleh Wolipop, Kamis (13/6/2020).

Jika di rumah ada orang dewasa, seperti Asisten Rumah Tangga (ART) atau kakek dan neneknya, Diana menambahkan, orangtua sebaiknya tidak melepaskan tanggungjawabnya dalam memperhatikan proses belajar anak. Orangtua harus tetap melakukan pemantauan dari jauh terhadap aktivitas belajar sang anak.

"Kadangkala kondisi keluarga memang membuat orangtua mengambil keputusan untuk meminta bantuan ART mendampingi anak belajar. Saran saya, orangtua tetap luangkan waktu untuk mengetahui perkembangan belajar anak meskipun sudah dibantu ART atau orang dewasa untuk mendampingi, supaya orangtua lebih peka apakah anak butuh bantuan orangtua atau tidak dalam belajar. Jangan lupa tanyakan juga pengalaman anak seharian beraktivitas, jadi tidak melulu hanya membahas belajar dan belajar, tetapi juga perasaannya," paparnya.

Apakah ART atau kakek dan nenek yang ada di rumah perlu diajari cara menggunakan aplikasi webinar agar proses sekolah online anak lebih lancar? Menurut Diana, perlu atau tidaknya tergantung dari usia anak.

"Untuk anak yang sudah di sekolah dasar, anggaplah kelas 3 SD ke atas sudah mulai bisa dilatihkan untuk memahami penggunaan aplikasi yang menunjang belajar online mereka. Kalau hendak mengajarkan kakek dan nenek perlu mempertimbangkan sejauh mana mereka tidak merasa terbeban untuk mengejar perkembangan teknologi saat ini," tutur Diana.

Namun untuk anak yang masih di bawah usia tujuh tahun, orangtua yang sudah mulai bekerja di kantor perlu mengajari orang dewasa di rumah entah itu ART atau kakek dan nenek si anak cara menggunakan aplikasi webinar.

"Kalau kondisi memang membutuhkan ART untuk mendampingi anak belajar dengan aplikasi tersebut, rasanya perlu untuk mengajarkan caranya. Terlebih untuk mendampingi anak yang masih di bawah usia 7 tahun. Namun, hal yang paling mendasar adalah seberapa orangtua bisa memproteksi informasi personal yang terkait dengan belajar onlinenya," pungkasnya.



Simak Video "Mengapa Bersepeda Jadi Tren di Era New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)