Kompaknya Paskibraka Bikin Kagum, Seperti Ini Beratnya Latihan Mereka
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 18 Agu 2019 17:08 WIB
Jakarta
-
Paskibraka selalu menarik atensi setiap upacara HUT RI di Istana Negara. Kekompakan dan kedisiplinan mereka saat baris-berbaris menimbulkan decak kagum siapapun yang melihatnya.
Sekilas terlihat mudah, kekompakan Paskibraka dalam berbaris ini tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Dalam wawancara dengan Wolipop, tiga alumni Paskibraka pun mengisahkan bagaimana beratnya latihan yang harus mereka jalani saat karantina hingga akhirnya bertugas di upacara HUT RI pada 17 Agustus. Berikut kisahnya:
Vivid F. Argarini, Paskibraka Tingkat Provinsi 1989
Saya angkatan 1989, ada seleksi ketahanan fisik kita karena panas-panasan, keringetan, kuat atau tidak. Ketahanan mental juga dilihat. Kita diajarkan tangguh sebagai indvidu.
Waktu seleksi saya itu ada essay juga. Jadi angkatan saya diminta untuk membuat satu karya tulis, presentasi, mempertunjukkan kemampuan kita dibidang kesenian.
Selanjutnya ada training selama dua minggu. Dari awal kita melakukan aktivitas baris-berbaris, melipat bendera. Pokoknya kalau bicara day to day itu baris lagi baris lagi. Karena begini belajar hormat aja itu penting, miringnya berapa derajat, tangannya mesti bagaimana, jarinya mesti gimana, sikap sempurna jempolnya menghadap ke mana, jarinya mesti gimana.
Pada saat kita berjalan dengan tim pun dilihat, bagaimana kakinya setinggi apa. Melipat handuk pun ada latihan cara melipatnya. Cara mengambil dan melipatnya juga ada caranya.
Baca Juga: Cerita Gloria, Paskibraka Cantik dengan Paspor Prancis yang Cinta Indonesia
Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Tingkat Nasional 2016
Pelatihan yang diberikan pada masa karantina itu biasanya rutin melakukan lari, push up, physical development dan lain-lain. Dari satu menit push up cuman tiga kali, sampai aku bisa semenit push up 70 kali. Itu bener-bener perjalanannya susah banget.
Jika salah satu orang salah, satu grup bisa terkena hukumannya. Itu yang membuat kita bertanggung jawab sama orang lain juga. Dan kesolidan menuju proses-prosesnya. Dan juga ditekunin banget perihal kenapa harus seserius itu untuk sang merah putih. Jadi tumbuh respectnya terhadap negara.
Andita Nurakhlisa Wijaya, Paskibraka Tingkat Propinsi 2014
Saat karantina, bangun tidurnya pasti jam 04.00. Kalau waktu tidurnya tidak tentu, pernah sampai jam 23.00. Setelah bangun mandi, salat, lari, olahraga, mandinya bareng-bareng lho! Lalu pergi ke tempat latihan dengan naik truk TNI sambil nyanyi keras seanjang jalan.
Latihan sampai pukul 17.00, langsung kembali ke asrama. Setelah itu mandi, makan, salat Magrib sampai Isya di masjid, kembali lagi ke asrama lanjut pembekalan materi. Selama pemberian materi ini harus siap perang dengan rasa kantuk setelah siangnya seharian latihan di terik matahari. Tema pembekalan, biasanya seputar kewarganegaraan, sejarah Paskibraka dan kepemimpinan.
Saat mendengarkan pembekalan materi, posisi duduk harus siap yang tegap. Tangan tidak boleh menopang kepala. Saat itu benar-benar terasa rasa kantuk. Sampai dicubit-cubitin teman sebelah agar tidak ngantuk. (eny/eny)
Sekilas terlihat mudah, kekompakan Paskibraka dalam berbaris ini tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Dalam wawancara dengan Wolipop, tiga alumni Paskibraka pun mengisahkan bagaimana beratnya latihan yang harus mereka jalani saat karantina hingga akhirnya bertugas di upacara HUT RI pada 17 Agustus. Berikut kisahnya:
Vivid F. Argarini, Paskibraka Tingkat Provinsi 1989
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Pribadi |
Saya angkatan 1989, ada seleksi ketahanan fisik kita karena panas-panasan, keringetan, kuat atau tidak. Ketahanan mental juga dilihat. Kita diajarkan tangguh sebagai indvidu.
Waktu seleksi saya itu ada essay juga. Jadi angkatan saya diminta untuk membuat satu karya tulis, presentasi, mempertunjukkan kemampuan kita dibidang kesenian.
Selanjutnya ada training selama dua minggu. Dari awal kita melakukan aktivitas baris-berbaris, melipat bendera. Pokoknya kalau bicara day to day itu baris lagi baris lagi. Karena begini belajar hormat aja itu penting, miringnya berapa derajat, tangannya mesti bagaimana, jarinya mesti gimana, sikap sempurna jempolnya menghadap ke mana, jarinya mesti gimana.
Pada saat kita berjalan dengan tim pun dilihat, bagaimana kakinya setinggi apa. Melipat handuk pun ada latihan cara melipatnya. Cara mengambil dan melipatnya juga ada caranya.
Baca Juga: Cerita Gloria, Paskibraka Cantik dengan Paspor Prancis yang Cinta Indonesia
Gloria Natapradja Hamel, Paskibraka Tingkat Nasional 2016
Foto: Gresnia Arela/Wolipop |
Pelatihan yang diberikan pada masa karantina itu biasanya rutin melakukan lari, push up, physical development dan lain-lain. Dari satu menit push up cuman tiga kali, sampai aku bisa semenit push up 70 kali. Itu bener-bener perjalanannya susah banget.
Jika salah satu orang salah, satu grup bisa terkena hukumannya. Itu yang membuat kita bertanggung jawab sama orang lain juga. Dan kesolidan menuju proses-prosesnya. Dan juga ditekunin banget perihal kenapa harus seserius itu untuk sang merah putih. Jadi tumbuh respectnya terhadap negara.
Andita Nurakhlisa Wijaya, Paskibraka Tingkat Propinsi 2014
Foto: Foto: Andita Nurakhlisa |
Saat karantina, bangun tidurnya pasti jam 04.00. Kalau waktu tidurnya tidak tentu, pernah sampai jam 23.00. Setelah bangun mandi, salat, lari, olahraga, mandinya bareng-bareng lho! Lalu pergi ke tempat latihan dengan naik truk TNI sambil nyanyi keras seanjang jalan.
Latihan sampai pukul 17.00, langsung kembali ke asrama. Setelah itu mandi, makan, salat Magrib sampai Isya di masjid, kembali lagi ke asrama lanjut pembekalan materi. Selama pemberian materi ini harus siap perang dengan rasa kantuk setelah siangnya seharian latihan di terik matahari. Tema pembekalan, biasanya seputar kewarganegaraan, sejarah Paskibraka dan kepemimpinan.
Saat mendengarkan pembekalan materi, posisi duduk harus siap yang tegap. Tangan tidak boleh menopang kepala. Saat itu benar-benar terasa rasa kantuk. Sampai dicubit-cubitin teman sebelah agar tidak ngantuk. (eny/eny)
Pakaian Pria
Sholat Jumat Tetap Rapi Tanpa Effort, 2 Kemeja Ini Nyaman Dipakai dan Tetap Sopan
Pakaian Pria
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Upgrade Tampilan dengan Kemeja Batik yang Lebih Fresh
Hobi dan Mainan
Rekomendasi Kertas HVS A4 75gr 1 Rim untuk Printer Harian dan Fotocopy
Hobi dan Mainan
Kalau Foto di HP Terlalu Biasa, Kamera Instax Ini Punya Cara Lebih Seru Menyimpan Kenangan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Heboh Pria Tebarkan Rambut Kemaluan di Meja Rekan Kerja, Berujung Kasus Hukum
Kristin Cabot Curhat ke Oprah Soal Tuduhan Selingkuh di Konser Coldplay
Influencer Meninggal Saat Livestreaming, Dikenal Sering Begadang Untuk Jualan
Vina Muliana Ungkap 3 Hal Penting agar Gen Z Tak Bingung Menentukan Masa Depan
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
Most Popular
1
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
2
Foto: Gemerlap Gaya Seleb Dunia di Acara Bvlgari, Dua Lipa Hingga Liu Yifei
3
Gaya 'Kembar' Alyssa Daguise, Tissa Biani & Mulan Jameela Rayakan Lebaran
4
Foto: Gaya Nostalgia Miley Cyrus yang Edgy di Perayaan 20 Tahun Hannah Montana
5
Aksi Dua Model Seksi Beda Generasi di Iklan Tas Terbaru Gucci Era Demna
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Pribadi
Foto: Gresnia Arela/Wolipop
Foto: Foto: Andita Nurakhlisa