Dipecat Karena Hamil, Wanita Ini Dapat Kompensasi Rp 425 Jutaan

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 30 Jul 2019 14:10 WIB
Ilustrasi wanita hamil. Foto: iStock Ilustrasi wanita hamil. Foto: iStock

Jakarta - Saat hamil dan setelah melahirkan, wanita biasanya akan menunda sejenak kariernya. Namun hal tersebut tak seharusnya dijadikan alasan perusahaan untuk mengabaikan hak apalagi sampai memecat wanita yang bersangkutan. Karena itu, seorang wanita menuntut kompensasi setelah dirinya dipecat setelah mengaku sedang mengandung anak. Simak kisah Aimee Sanderson.

Aimee Sanderson asal Inggris mengaku dipecat bosnya setelah mengatakan dirinya sedang hamil dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Wanita yang bekerja di bidang digital marketing tersebut mengatakan jika ia dikeluarkan secara paksa karena akan mengambil cuti melahirkan. Menurut wanita 27 tahun tersebut, alasan bos memecatnya pun dibesarkan-besarkan hingga seolah ia telah terlibat kesalahan besar.

Dilansir Mirror, Aimee mengetahui dirinya hamil pada Juli 2017. Beberapa bulan sebelumnya wanita itu pun pernah mengalami keguguran. Karena itu, ia ingin lebih berhati-hati dengan kehamilannya yang sekarang. Namun saat memberi tahu kabar bahagia itu kepada bosnya, atasan Aimee malah membalas secara sarkastik yang membuatnya syok,'Kamu tahu tidak ada banyak orang dalam tim, kan?'

Setelah itu, Aimee dipanggil untuk meeting mengenai performanya yang berakhirnya dipecat. "Beberapa hal yang dikatakan CEO kepadaku selama berbulan-bulan seperti meremehkan. Aku pikir itu karena aku hamil," kata Aimee.

Aimee pun takut jika hal ini berimbas pada kehamilannya. Apalagi sebelumnya ia pernah mengalami keguguran. "Menjadi ibu untuk pertama kali sudah sangat melelahkan dan memberatkan emosional dan keadaan mental, dengan ini sangat membebani,"

"Sejak memberitahu Steve Brennan aku hamil dan reaksinya terhadap kehamilanku, aku menghabiskan waktu dua tahun bergelut dengan kondisi metal. Aku pernah keguguran sebelumnya dan mereka tahu. Aku sangat takut dan mengkhawatirkan stres karena dipecat akan menyebabkannya lagi," ungkap Aimee pun mengaku sudah bolak-balik ke dokter untuk menghindari akibat dari stres.

Merasa mengalami ketidakadilan Aimee pun menuntut perusahaan tersebut dan baru-baru ini berhasil mendapatkan kompensasi senilai £25,131 atau sekitar Rp 425 jutaan. "Aku senang dengan jumlah itu, itu lebih dari yang aku punya. Tentu uang adalah faktor utama tapi hal ini lebih kepada tuntutannya. Aku harus mengurusnya sampai akhir apapun hasil finansialnya. Orang-orang perlu tahu seperti apa perusahaan ini dan seperti apa orang-orang yang menjalankannya," kata Aimee.

Kini Aimee sudah lega dengan keputusan tersebut dan kini lebih percaya diri untuk kembali ke dunia kerja.

Simak Video "Koleksi Sneakers, Investasi Kekinian Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)