Kata Pakar Soal Keluhan Fresh Grad Ditawari Gaji Rp 8 Juta: Jangan Di-bully

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 26 Jul 2019 18:30 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta -

Penghasilan menjadi masalah sensitif di kalangan profesional. Setiap pekerja umumnya menginginkan gaji tinggi namun tak semua orang bisa mengutarakan. Belakangan ada seseorang yang mengaku fresh graduate lulusan Universitas Indonesia dan mengeluhkan penawaran gaji Rp 8 juta. Postingan itu pun jadi viral karena dianggap terlalu sombong namun berbeda dengan pendapat pakar HRD yang mengatakan itu adalah hal yang wajar.

Pambudi Sunarsihanto selaku Chairman ASEAN Human Development Organization memberikan opininya mengenai fresh graduate yang meminta gaji lebih dari Rp 8 juta. Berbeda dari pendapat kebanyakan orang, menurutnya hal tersebut adalah sah-sah saja saja dan sangat wajar. Namun orang tersebut perlu memastikan jika ia memang pantas dibayar tinggi.

"Kisaran gaji fresh graduate sekarang kan memang Rp 4 sampai belasan juta. Kalau minta Rp 8 juta kalau memang dia bagus ya wajar saja," ungkap Pambudi ketika dihubungi Wolipop pada Jumat, (26/7/2019).

Dalam unggahan Facebook-nya, Pambudi mengaku menanyakan kepada sejumlah HR Director mengenai kisaran gaji para lulusan universitas. Dari kurang lebih 20 orang HR Director, dikatakan jika enam di antaranya mengaku memberikan gaji hingga belasan juta kepada para pemula kerja. Karena itu, Pambudi menyarankan agar netizen tidak mem-bully pengunggah Insta Story.

"Tugas kita bukan mem-bully tapi membimbing dia bahwa memang bisa dapat segitu bahkan lebih asal punya kondisi tertentu kalau memiliki kecerdasan dan nilai yang lebih," tutur HR Director di sebuah perusahaan multinternasional tersebut. "Saya menentang anak itu di-bully karena itu menunjukkan kita tidak mengerti mereka," tambahnya.

Menurut Pambudi, tidak menjadi masalah jika seorang fresh graduate langsung menetapkan standar gaji tinggi di awal karier asalkan tahu diri. Lalu apa saja yang perlu disiapkan untuk seorang lulusan universitas pantas digaji besar dan bekerja di perusahaan bonafide? Pria lulusan Master of Computer Sciences, Universite de Nantes, Prancis dan Master of Business Administrations, Helski School of Economics, Finlandia tersebut memberikan rumusnya.

"Jadi singkatan ada yang namanya ABC, CDE yaitu Attitude, Behaviour, Character dan Competence, Diploma, Experience. Jadi harus ada keseimbangan antara itu. Competence; IPnya harus tinggi, Diploma; dari universitas bonafide, Experience; sudah punya pengalaman bekerja atau organisasi. Dan ABC adalah mengenai karakter, kepemimpinan, cara berkomunikasi, dan team work," ujarnya.

Kepada para fresh graduate, Pambudi pun mendukung mereka untuk menetapkan gaji tinggi jika memang punya kepercayaan diri dan kompetensi. "Kalau seperti itu bagus banget, Anda bisa minta belasan juta juga boleh tapi tahu diri asal pernah punya pengalaman dan kondisi-kondisi yang disebutkan tadi. Jangan IP dan dari universitas pas-pas-an," tutur Pambudi.



Simak Video "Bim Salabim! Spanduk Bekas Berubah Jadi Tas Kece"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)