Ibu 2 Wanita Terkaya di Amerika Ungkap Caranya Besarkan Anak Sukses

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 24 Jun 2019 17:36 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Setiap orangtua pasti menginginkan anak mereka tumbuh sehat dan sukses. Karena itu, Esther Wojcicki menjadi inpirasi dan panutan bagi banyak ibu dan ayah. Wanita 78 tahun itu adalah ibu dari dua wanita terkaya. Tentu banyak orangtua ingin tahu apa rahasianya dalam membesarkan anak. Meski ayah kedua putrinya adalah pendiri Google, Esther mengungkap jika itu tak berhubungan dengan status atau kekayaan.

Esther adalah ibu dari CEO YouTube, Susan Wojcicki, dan co-founder perusahaan tes DNA 23andMe, Anne Wojcicki. Kedua anak perempuan Esther itu dikenal sebagai dua bersaudari terkaya di Amerika Serikat. Sedangkan anak tengah Esther yang bernama Janet Wojcicki merupakan profesor epidemiologi. Dianggap sukses sebagai ibu, ia pun berbagi cara dan pandangannya dalam mengasuh anak di buku 'How To Raise Successful People'.

Dalam sebuah wawancara, Esther pun mengungkap ia tak menggunakan metode 'tiger mom' atau ibu yang galak seperti yang dilakukan penulis Amy Chua untuk membesarkan anak-anak perempuannya. Esther yang dikenal sebagai pribadi yang hangat dan lucu tersebut menganggap jika cara itu tidak membangkitkan minat dan kemandirian.

Ibu 2 Wanita Terkaya di Amerika Ungkap Caranya Besarkan Anak SuksesAnak-anak Esther Wojcicki; Anne Wojcicki, Janet Wojcicki, dan Susan Wojcicki

Foto: Getty Images
"Kunci dari kebahagiaan adalah perasaan berdaya atas kehidupanmu sendiri dan aku pikir orang-orang berpikir mereka tidak memiliki itu. Mereka merasa dikontrol oleh keluarga mereka dan mereka melakukan hal-hal yang mereka sebenarnya tidak ingin lakukan untuk membuat orang lain bahagia," ungkapnya kepada Dailymail.

Sebaliknya, Esther melakukan pendekatan yang lebih santai selayaknya seekor ibu panda. Mantan istri orang terkaya ke-14 yang merupakan co-founder Google Sergey Bin tersebut mengaku sering 'lepas tangan' dalam mengurus anak, misalnya dengan membiarkan mereka ke sekolah sendiri, mengatur uang jajan, hingga berusaha untuk tidak berkomentar atau mengomel, termasuk ketika salah satu anaknya pernah ingin jadi pengasuh anak.

Cara mengasuh anak seperti Esther ini pun disebut 'Panda Parenting'. Terkenal sebagai binatang yang tidak banyak gerak, bukan berarti para ibu diminta untuk tidak melakukan apa-apa. "Ibu pands bukan pemalas. Apa yang mereka lakukan adalah memberi anak-anak struktur untuk membiarkan mereka bebas. Dari pada selalu mengintervensi, kamu hanya membantu mereka ketika dibutuhkan," kata Esther.

Menurutnya, penting untuk menghargai ide dan pilihan anak. Misalnya dengan membiarkan Susan mendekorasi kamarnya sendiri di usia enam tahun. Jiwa kewirausahawan anak-anaknya pun dikatakan terasah dari kecil ketika mereka dibiarkan menjual buah dan kerajinan tangan di kawasan rumah.

Ia pun mengaku jika prioritas utamanya sebagai sebagai orangtua adalah untuk membantu anak-anak belajar sebanyak dan sedini mungkin. Untuk hal ini, Esther dan mantan suaminya sering turun tangan sendiri, misalnya mengajak anak menanam setiap akhir pekan.



"Aku menggunakan mereka sebagai eksperimen edukasi dan tujuanku adalah untuk melihat seberapa dini aku bisa mengajarkan mereka apapun. Menyenangkan untuk melihat mereka belajar berenang dari kecil, membaca dari kecil, mengendari sepeda, tahu fakta mengenai lingkungan. Kamu bisa mengajari anak sejak kecil," tutur mantan guru tersebut.


(ami/ami)