Kantor Ini Dituding Seksis karena Beri Bonus Pekerja yang Pakai Rok Mini
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 11 Jun 2019 06:55 WIB
Jakarta
-
Karyawan mana yang tidak senang jika mendapatkan bonus tambahan dari tempatnya bekerja? Perusahaan asal Rusia ini pun menawarkan bonus kepada para karyawannya namun dengan satu syarat.
Bagi karyawan wanita yang ingin mendapat bonus, perusahaan bernama Tatprof tersebut mewajibkan mereka untuk mengenakan rok atau gaun ke kantor selama Bulan Juni. Program ini merupakan bagian dari kampanye perusahaan bertajuk 'Femininity Marathon'.
Ada beberapa ketentuan berbusana untuk bisa menerima bonus tersebut. Panjang rok atau gaun tidak boleh melebihi 5 cm dari lutut. Mereka juga harus mengirim bukti berupa foto saat mengenakan persyaratan yang dimaksud saat ke kantor.
Program yang diadakan produsen aluminium ini ternyata menuai kontroversi. Tak sedikit netizen yang marah dan menuding Tatprof sebagai perusahaan yang mempraktekkan seksisme.
"Wow... Jadi Tatrpof mengadakan kontes femininitas untuk karyawannya di Rusia, sepertinya supaya para atasan bisa memandangi foto-foto itu. Penyalahgunaan wewenang dan eksploitasi wanita yang menjijikan," komentar salah satu netizen di Twitter.
"Peristiwa yang terlalu mengejutkan di 2019," cuit netizen lainnya.
Namun juru bicara Tatprof menolak perusahaannya disebut seksis. Dia mengklaim sudah ada 60 karyawan wanita yang ambil bagian dalam program tersebut. Ia berdalih program tersebut semata-mata untuk memberi penyegaran di kantor.
"Tim kami 70 persen nya karyawan pria. Kampanye ini membantu kami santai sejenak. Ini cara yang bagus untuk menyatukan tim," kata dia, seperti dikutip dari Mirror.
Pihak Tatprof juga mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan wanita di perusahaannya jadi lebih sering mengenakan celana panjang ke kantor karena tempat kerjanya didominasi pria. Itulah sebabnya diadakan program agar para karyawati bisa tampil lebih feminin.
"Maka dari itu lewat kampanye ini kami berharap bisa menumbuhkan kesadaran mereka, membantu mereka merasa lebih feminin dan menarik ketika memakai rok atau gaun," tambahnya.
Ide kontroversial tersebut datang dari Sergei Rachkov, CEO Tatprof. Salah seorang karyawati mengatakan bahwa atasannya itu memang cukup perhatian terhadap peran antar gender yang sering kali bias.
"Dia ingin menjaga esensi sebagai wanita pada setiap karyawati di perusahaan. Jadi agar wanita muda tidak potong rambut mirip pria, tidak pakai celana panjang, sehingga lebih tertarik dengan kerajinan tangan, memberikan kehangatan mereka dalam mengasuh anak," jelas karyawan bernama Anastasia Kirillova itu.
'Femininity Marathon' nantinya menjadi program rutin di Tatprof. Bulan depan misalnya, akan diadakan kompetisi membuat dumpling tercepat. (hst/hst)
Bagi karyawan wanita yang ingin mendapat bonus, perusahaan bernama Tatprof tersebut mewajibkan mereka untuk mengenakan rok atau gaun ke kantor selama Bulan Juni. Program ini merupakan bagian dari kampanye perusahaan bertajuk 'Femininity Marathon'.
Ada beberapa ketentuan berbusana untuk bisa menerima bonus tersebut. Panjang rok atau gaun tidak boleh melebihi 5 cm dari lutut. Mereka juga harus mengirim bukti berupa foto saat mengenakan persyaratan yang dimaksud saat ke kantor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program yang diadakan produsen aluminium ini ternyata menuai kontroversi. Tak sedikit netizen yang marah dan menuding Tatprof sebagai perusahaan yang mempraktekkan seksisme.
"Wow... Jadi Tatrpof mengadakan kontes femininitas untuk karyawannya di Rusia, sepertinya supaya para atasan bisa memandangi foto-foto itu. Penyalahgunaan wewenang dan eksploitasi wanita yang menjijikan," komentar salah satu netizen di Twitter.
"Peristiwa yang terlalu mengejutkan di 2019," cuit netizen lainnya.
Namun juru bicara Tatprof menolak perusahaannya disebut seksis. Dia mengklaim sudah ada 60 karyawan wanita yang ambil bagian dalam program tersebut. Ia berdalih program tersebut semata-mata untuk memberi penyegaran di kantor.
"Tim kami 70 persen nya karyawan pria. Kampanye ini membantu kami santai sejenak. Ini cara yang bagus untuk menyatukan tim," kata dia, seperti dikutip dari Mirror.
Pihak Tatprof juga mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan wanita di perusahaannya jadi lebih sering mengenakan celana panjang ke kantor karena tempat kerjanya didominasi pria. Itulah sebabnya diadakan program agar para karyawati bisa tampil lebih feminin.
"Maka dari itu lewat kampanye ini kami berharap bisa menumbuhkan kesadaran mereka, membantu mereka merasa lebih feminin dan menarik ketika memakai rok atau gaun," tambahnya.
Ide kontroversial tersebut datang dari Sergei Rachkov, CEO Tatprof. Salah seorang karyawati mengatakan bahwa atasannya itu memang cukup perhatian terhadap peran antar gender yang sering kali bias.
"Dia ingin menjaga esensi sebagai wanita pada setiap karyawati di perusahaan. Jadi agar wanita muda tidak potong rambut mirip pria, tidak pakai celana panjang, sehingga lebih tertarik dengan kerajinan tangan, memberikan kehangatan mereka dalam mengasuh anak," jelas karyawan bernama Anastasia Kirillova itu.
'Femininity Marathon' nantinya menjadi program rutin di Tatprof. Bulan depan misalnya, akan diadakan kompetisi membuat dumpling tercepat. (hst/hst)
Elektronik & Gadget
Dua Powerbank Wireless Magnetic Kekinian, Pilihan Praktis Biar Gadgetmu Nggak Mati Saat Dibutuhkan!
Health & Beauty
Bibir Lembab, Sehat, dan Nyaman Seharian dengan 3 Lip Balm Favorit yang Wajib Kamu Coba!
Elektronik & Gadget
Setrika Mini & Traveling yang Praktis, Ringkas, Cepat Panas, dan Siap Dipakai Kapan Aja
Elektronik & Gadget
Solusi Rumah Anti Lembab yang Ringkas dan Praktis dengan Tixx Dehumidifier!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
2
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab
3
Sosok Alix Earle, Influencer Viral yang Disebut Pacar Baru Tom Brady
4
Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
5
Sinopsis The Judge Returns, Ji Sung Jadi Hakim Korup, Balik ke Masa Lalu
MOST COMMENTED











































