Auto Kagum! Perjuangan Pria Tua Tanam Pohon dengan Kondisi 2 Kaki Diamputasi

Anggi Mayasari - wolipop Rabu, 17 Apr 2019 19:30 WIB
Ma Sanxiao, pria tua yang menanam pohon dengan kondisi kaki tak sempurna. Foto: dok. Video Screengrab Ma Sanxiao, pria tua yang menanam pohon dengan kondisi kaki tak sempurna. Foto: dok. Video Screengrab

Jakarta - Kisah Ma Sanxiao, pria difabel berusia 70 tahun ini bikin netizen terharu. Ma adalah veteran tentara yang kedua kakinya diamputasi. Ia telah menjalani 19 tahun terakhir hidupnya dengan menanam pohon dan mengubah bukit yang tandus di sekitar desanya menjadi hutan kecil.

Pada 1974 saat bertugas di Angkatan Darat China, Ma didiagnosis menderita keracunan darah. Kondisinya semakin memburuk setelah ia pensiun dan akhirnya kedua kakinya diamputasi karena hal itu, kaki kanan pada 1985 dan kaki kiri pada 2005.

Setelah tujuh operasi besar dan perawatan medis terus menerus, Ma hampir tidak mampu merawat keluarganya. Karena kondisinya yang cacat, ia pun sulit mendapatla pekerjaan. Subsidi veterannya tak cukup untuk menutupi obatnya.



Pada 2000, pria asal Jingxing, provinsi Hebei, China Utara, terinspirasi oleh penanaman pohon di TV. Orang yang kedua kakinya diamputasi mulai menanam pohon parasol di perbukitan tandus di sekitar desanya yang terpencil dengan tujuan menjualnya untuk keuntungan.

Auto Kagum! Perjuangan Pria Tua Tanam Pohon dengan Kondisi 2 Kaki DiamputasiFoto: dok. Video Screengrab


"Jujur saja, mencari nafkah dari menanam pohon juga merupakan bagian dari ideku pada awalnya. Anda tahu, aku bisa menjualnya untuk menghasilkan uang dan berdiri sendiri secara finansial, "kata Ma dalam sebuah wawancara dengan China Daily.

"Tetapi ketika pohon-pohon tumbuh lebih besar dan mulai menjadi bukit dengan warna hijau yang indah, aku menjadi ragu-ragu. Mereka tidak hanya cantik, tetapi juga penting bagi bukit-bukit itu karena mereka dapat menahan tanah," imbuhnya.

Setelah melihat pohon-pohon tumbuh setiap hari, Ma Sanxiao begitu terikat pada hutan kecilnya sehingga memutuskan ia tidak bisa menjualnya. Sebaliknya, ia memilih untuk menanamnya demi kepentingan orang lain.

"Aku tidak akan pernah menjual pohon-pohon ini. Ini rasa kepuasan yang luar biasa. Aku akan terus menanam pohon sampai luas dan meninggalkan kekayaan hijau ini kepada negara dan generasi mendatang," ungkap Ma

Ma bangun jam lima setiap pagi, mengenakan pakaian, mengambil alat-alatnya dan pohon muda. Ia menggunakan tongkatnya untuk mencapai bukit. Dia bahkan tidak sarapan untuk menghemat waktu, memilih untuk mengemas makanannya dan memakannya di salah satu waktu istirahat. Dia menggunakan sarung tangan kerja dan sekop untuk menggali lubang-lubang kecil di tanah, lalu menanam anakan pohon.

Ini bukan pekerjaan mudah untuk dilakukan bagi seseorang yang tak memiliki kaki. Kakek paruh baya ini mengaku bahwa ia lebih banyak menderita seperti jatuh dan cedera.

"Kesulitan-kesulitan ini tidak menghalangiku, karena aku adalah seorang prajurit. Tapi, aku harus meminjam uang untuk membeli pohon muda dan semua alat," kata Ma Sanxiao.

Kehidupan Ma berubah ketika media China meliput kisahnya dan para sukarelawan mulai muncul untuk membantunya. Pemerintah Cina juga mengakui kontribusinya kepada masyarakat dan mulai menawarkan bantuan keuangan kepadanya. Ma bisa saja berhenti karena banyak orang berbadan sehat bersedia melanjutkan pekerjaannya, tetapi menanam pohon adalah hal yang membuatnya bahagia, jadi dia terus melakukanya setiap hari.

Selama 19 tahun terakhir, Ma Sanxiao telah menghabiskan hampir setiap hari di hutan belantara Taihang Mountain menanam pohon, dan sekarang ia memiliki sekitar 17.000 pohon yang telah menjadi hutan. Terlepas dari permintaan keluarganya untuk tenang dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, ia terus memperluas hutannya setiap hari.

"Bagiku, itu bukan pohon. Aku menganggap mereka sebagai prajurit yang aku perintahkan. Mereka membuat aku merasa sangat puas. Selama aku hidup, aku akan terus menanam pohon untuk generasi mendatang," ujar Ma

(agm/eny)