Teror Masjid, Ini Kiprah Wanita Pemimpin New Zealand yang Banyak Dikagumi

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 18 Mar 2019 19:15 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Wellington - Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern sangat terpukul atas tragedi pembantaian komunitas muslim yang terjadi di negaranya. Di tengah suasana berkabung, Jacinda membuktikan dirinya sebagai seorang perempuan pemimpin yang tangguh dan welas asih.

Sebanyak 50 orang tewas akibat tragedi penembakan yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand. Pelaku teridentifikasi sebagai seorang pria asal Australia yang menganut ideologi 'white-supremacist' atau supremasi kulit putih.


Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern saat jumpa pers tragedi penembakan masjid di Christchurch.Raut wajah sedih Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern saat jumpa pers tragedi penembakan masjid di Christchurch. (Foto: Photo by Marty MELVILLE/OFFICE OF PRIME MINITER NEW ZEALAND/AFP)
Musibah itu menjadi hari tergelap dalam sejarah negara berjulukan Negeri Kiwi tersebut sekaligus catatan buruk semasa pemerintahan Jacinda yang belum genap dua tahun.

Jacinda Ardern resmi menjabat sebagai perdana menteri New Zealand terhitung sejak 26 Oktober 2017. Ketika itu usianya baru 37 tahun. Lantas, wakil dari Partai Buruh ini memecahkan rekor sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah New Zealand.

Ia lalu kembali menarik atensi setelah melahirkan anak pertamanya, Neve Te Aroha. Jacinda menjadi pemimpin dunia kedua yang melahirkan saat masih menjabat. Rekor tersebut pertama kali dipecahkan oleh mendiang Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto 28 tahun lalu.

Teror Masjid, Ini Kiprah Wanita Pemimpin New Zealand yang Banyak DikagumiPM Jacinda Ardern membawa bayinya ke sidang PBB. (Foto: Don EMMERT / AFP)
Kesibukannya mengurus sebuah negara tak membuat Jacinda lupa akan perannya sebagai seorang ibu. Ia memastikan sang buah hati tetap mendapat perhatian darinya. Hal itu terbukti ketika Jacinda memboyong anaknya ke dalam sidang PBB. Clarke Gayford, kekasih Jacinda sekaligus ayah dari bayinya, ikut mendampingi. Momen tersebut sempat viral di media sosial.

Kredibiltas Jacinda Ardern sebagai seorang perempuan pemimpin lalu diuji menyusul aksi teror terhadap komunitas muslim di negaranya. Tak cuma mengutuk, ia pun berjanji untuk segera mengupayakan adanya revisi peraturan izin kepemilikan senjata. "Saya memastikan, undang-undang senjata kita akan berubah," katanya saat jumpa pers seperti dikutip Guardian.

Teror Masjid, Ini Kiprah Wanita Pemimpin New Zealand yang Banyak DikagumiPM Jacinda Ardern mengunjungi masjid lokasi penembakan. (Foto: Getty Images)
Untuk mengungkapkan rasa berkabungnya, Jacinda Ardern mengunjungi lokasi kejadian perkara dan menemui keluarga korban serta komunitas muslim. Ia muncul dalam busana gelap dengan kerudung hitam yang menutup kepalanya.

Atas aksi simpatiknya itu, ia menuai pujian dan apresiasi. "Ketika datang, Perdana Menteri menggunakan kerudung. Itu sangat berarti buat kami," ujar Dalia Mohamed, salah seorang kerabat korban, kepada Reuters.

Jacinda juga terlihat menghibur keluarga korban dengan memberikan pelukan. Ia meminta rakyat New Zealand tak terprovokasi oleh aksi teror tersebut dan tetap bersatu dalam perbedaan.

Teror Masjid, Ini Kiprah Wanita Pemimpin New Zealand yang Banyak DikagumiJacinda Ardern memberi pelukan untuk menghibur kerabat korban. (Foto: Getty Images)
"Banyak dari korban adalah imigran atau bahkan pengungsi. Mereka memilih Selandia Baru sebagai rumah. Ini memang rumah mereka. Mereka adalah bagian dari kita. Tapi tidak untuk orang yang telah melakukan tindakan keji ini. Mereka tidak punya tempat di sini," tegas Jacinda.

Menurut Bryce Edwards, pakar politik dari Victoria University di Wellington, Jacinda berhasil menunjukkan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah tragedi. "Performanya sangat luar biasa. Saya pun yakin dia akan banyak mendapatkan apresiasi baik di dalam maupun luar negeri," ucap Bryce. (dtg/dtg)