Keren! Dulu Gelandangan dan Tak Lulus SMA, Pria Ini Jadi Miliuner di Usia 21

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 06 Mar 2019 05:15 WIB
Mantan gelandangan yang jadi miliuner di usia 21. Foto: Instagram @harry_sander5 Mantan gelandangan yang jadi miliuner di usia 21. Foto: Instagram @harry_sander5

Jakarta - Seorang pengusaha muda bernama Harry Sanders punya kisah hidup yang inspiratif dan mengagumkan. Dalam empat tahun, pria yang masih berusia 21 tahun tersebut bisa membangun sebuah perusahaan. Sebelum jadi CEO dari sebuah agensi SEO (Search Engine Optimization), tak disangka jika Harry pernah hidup menggelandang dan tidak lulus SMA.

Harry mengungkap kisahnya yang pernah tak punya rumah. Ketika itu, ia harus berbagi rumah dengan para pecandu narkoba bahkan hidup di jalan karena ditolak sejumlah tempat penampungan remaja. Selain menggelandang, di usia 17 tahun Harry pun tidak menamatkan SMA. Harry mengaku jika keluarga saat itu kesulitan biaya. Namun dengan masa lalu yang tidak menyenangkan, ia sukses membangun bisnisnya sendiri.

Selama enam bulan, pria asal Australia itu tidur di rumah teman-teman bahkan di bawah jembatan. Tak punya banyak uang, ia bahkan pernah mencari-cari makanan sisa. Meski begitu, pria tersebut tetap berusaha mengembangkan bisnisnya.



Kesuksesannya berawal ketika Harry berdedikasi untuk membantu sang ayah yang kariernya pernah dihancurkan oleh agensi SEO. Karenanya, ia belajar semua hal tentang optimalisasi mesin pencari untuk membantu mengembalikan usaha sang ayah.

Sayangnya, keinginan Harry untuk membantu orangtuanya itu membuat Harry ketinggalan pelajaran yang akhirnya ia harus keluar sekolah. "Selama berbulan-bulan, aku menghabiskan waktu luang untuk belajar, melakukan tes, dan mempraktekan tanpa ada manfaat nyata," kata Harry kepada Dailymail.

Keren! Dulu Gelandangan dan Tak Lulus SMA, Pria Ini Jadi Miliuner di Usia 21Foto: Instagram @harry_sander5
Namun atas usaha keras Harry selama berbulan-bulan akhirnya bisnis sang ayah mulai aktif kembali. Ia pun telah memiliki kemampuan yang tidak dipunyai semua orang. Sebelum lulus SMA, Harry pun sudah ditawari berbagai pekerjaan bahkan memanajeri sebuah divisi di perusahaan.



"Tahun pertama sangat kesulitan. Aku sendirian dan aku tidak tahu kemana perjalananku. Itu adalah pengalaman yang sangat menakutkan dan kesepian, tapi itu membantuku tumbuh dan mengajarkan banyak hal pada diriku sendiri. Poin tertinggi pada hidup tidak akan sebagus jika kamu tidak mengalami masa sulit," tuturnya.

Kini Harry telah sukses dengan agensi SEO-nya sendiri yang dinamakan StudioHawk. Ia pun menjadi salah satu wirausahawan muda tersukses dan termuda di Australia. Tahun lalu, ia berhasil mengumpulkan 100 klien dan menangani perusahaan-perusahaan besar. Meski hanya punya 10 pegawai, proyeksi pendapatan tahunan StudioHawk adalah sekitar $1,3 juta atau sekitar Rp 12,9 miliaran.

"Sejujurnya hal paling besar yang mengubahku adalah berkata 'ya'. Memakai tanganku untuk melakukan banyak hal, hal-hal menakutkan yang aku tidak ingin lakukan tapi aku lakukan karena aku tahu itu baik untuk bisnis. Ambil kesempatan baik selagi kamu bisa. Perbedaan besar antara mereka yang sukses dan belum bukanlah kepintaran tapi keinginan untuk memulai dan gagal selama perjalanan," kata Harry. (ami/ami)