Tega, Pekerja Dipaksa Minum Urin Hingga Jual Kondom Karena Tak Capai Target

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 07 Nov 2018 19:34 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta -

Saat perusahaan tidak mencapai target penjualan, para manajer memang sering kena omelan bos. Tapi tak seharusnya manajer menyalahkan para bawahan dan menuntut mereka melakukan hal-hal ekstrem. Tiga orang manajer pun dilaporkan ditahan pihak kepolisian China karena menghukum pekerja dengan minum urin hingga makan kecoak.

Hal ini terjadi di sebuah perusahaan di Zunyi, provinsi Guizhou. Seorang pekerja melaporkan sang manajer karena telah memintanya melakukan hal-hal ekstrem yang kemudian diunggah di media sosial. Dilansir South China Morning Post, hal itu dilakukan karena mereka disalahkan atas tidak tercapainya target perusahaan. Pekerja pun diminta untuk minum urin hingga jual kondom.

Salah satu video yang dijadikan bukti diunggah ke media sosial dengan tanda pagar berbunyi 'para pekerja yang gagal mencapai target dipaksa untuk minum urin'. Rekaman itu pun telah dilihat lebih dari 540 kali.
Dalam video itu terlihat seorang pria berdiri tanpa atasan di tengah ruang dan dicambuk oleh seorang pria. Di sekelilingnya, ada banyak orang menyaksikan kejadian itu. Tampak pula beberapa orang yang minum cairan putih dalam gelas.

Video tersebut kemudian dihapus namun gambarnya telah menyebar luas dan jadi berta. Ada pula beberapa pesan singkat yang dikirim oleh para manajer yang berisi ancaman terhadap para staff. Terungkap bahwa jika mereka tidak berhasil mencapai target perusahaan akan ada sejumlah hukuman.

"Jika penjualan tidak mencapai target bulan ini, pemimpin tim akan harus makan tiga kecoak untuk setiap kegagalan penjualan," ungkap pesan tersebut.

Tak hanya dipecut, minum air seni, dan makan kecoak, para pekerja yang malang tersebut juga diminta untuk minum cuka dan air toilet, menjual kondom dan pembalut di jalan hingga membotaki rambut. Meski mengatahui ada hukuman ini, para pekerja sayangnya tidak bisa menghindar dan minta resign karena perusahaan belum membayar gaji mereka selama dua bulan. Perusahaan juga dikatakan akan mengurangi pesangon jika staff berhenti kerja.

Kini dua manajer perusahaan tersebut sudah dipenjara selama 10 hari. Sedangkan satu manajer lagi akan menghabiskan lima hari di penjara.

(ami/ami)