Viral, Anak 5 Tahun Bikin CV 15 Halaman untuk Masuk Sekolah

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 06 Nov 2018 14:02 WIB
Foto: iStock
Jakarta - CV biasa digunakan untuk melamar pekerjaan. Belakangan CV yang unik dan kreatif pun tak jarang jadi viral di media sosial. Sebuah CV pun jadi perbincangan di media sosial China beberapa waktu belakangan. Bukan karena menginspirasi, CV itu jadi viral karena dibuat oleh anak lima tahun sepanjang 15 halaman.

Sebuah CV menjadi perbincangan di media sosial China, Weibo. CV 15 tahun tersebut dikatakan adalah milik seorang bocak yang bahkan belum masuk Sekolah Dasar. Dilansir South China Morning Post, Curiculum Vitae itu dibuat untuk mendaftar di sebuah Sekolah Dasar internasional yang memang kompetitif.

Baca Juga: Kreatif, Wanita Ini Dapat Tawaran Kerja Karena Taruh CV di Tinder

CV 15 halaman itu mengangetkan para netizen karena dinilai terlalu berlebihan. Sejumlah orangtua pun beranggapan jika orangtua si bocah sudah terlalu keras terhadap anaknya. Dalam CV, disebutkan jika anak tersebut berkepribadian 'unik', punya pengalaman 'berwarna' hingga melakukan hobi-hobi 'kaya'. Hal ini tentu tak biasa dikatakan seorang bocah usia lima tahun.

Dalam salah satu bagian dari 15 halam itu disebutkan pula mengenai keluarga si anak. Dikatakan jika ia datang dari keluarga yang saling menyayangi dan mementingkan nilai pendidikan. Bahkan CV tersebut memuat sejumlah buku yang telah dibaca anak lima tahun itu sepanjang tahun 2018. Dikatakan jika ia sudah membaca 10 ribu buku.

Unggahan asli yang memuat CV itu dikatakan sudah dihapus. Namun gambarnya sudah viral di Weibo dan menerima banyak komentar. Kebanyakan netizen pun menyalahkan si orangtua yang terlalu keras pada anak.

Baca Juga: Buat CV Kreatif, Lamaran Pria Ini Langsung Diterima Tanpa Wawancara

"Masa kecil bahagianya pasti sudah hancur," "Mereka terlalu tertekan oleh sumber daya pendidikan China yang terbatas dan sudah berlebihan," "Di sudah diajarkan untuk menjadi perusahaan," tulis para netizen.

Untuk masuk sekolah swasta di Shanghai dilaporkan sangatlah sulit. Para orangtua yang kompetitif pun merasa mereka harus melakukan usaha ekstra agar anak-anak mereka bisa mendapat pendidikan terbaik. CV ini pun menjadi buktinya. (ami/ami)