Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Alasan Generasi Millenial Suka Pindah-pindah Tempat Kerja

Anggi Mayasari - wolipop
Selasa, 19 Des 2017 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Generasi millenial disebut sebagai generasi cepat karena tumbuh di era perkembangan teknologi informasi. Mereka pun dinilai sebagai generasi yang suka pindah-pindah tempat kerja. Mengapa?

Menurut Yoris Sebastian, pakar dan pemerhari milenial, generasi milenial tak bisa fokus pada satu pekerjaan. Generasi yang lahir pada 1980-an hingga 2000 ini lebih memilih mencoba berbagai pekerjaan baru karena banyaknya kesempatan yang ada.

"Dari riset setidaknya generasi milenial bisa bertahan dua tahun dalam satu pekerjaan. Milenial lebih cepat memilih dan tidak fokus di satu pekerjaan. Tidak bisa disalahkan, karena dulu pilihan nggak banyak. Jadi ini kebanyakan pilihan membuat milenial kadang-kadang galau lagi milih pekerjaan," ungkap Yoris pada acara Marina Beauty Journey 2017 di Central Park Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengusaha yang bergerak di bidang industri kreatif ini juga menjelaskan bahwa milenial masih selalu ingin mencari apa kira-kira minatnya. Mereka pun dianggap memiliki banyak minat tapi bingung untuk fokus.

"Life is about creating your self. Jadi daripada dicari mending kita menciptakan. Apa yang kamu suka fokus pada keunggulannya, kejar passionnya, dan memang dunia membutuhkannya. Karena saya yakin milenial memiliki mental doing good," ujar Yoris.

Meski banyaknya peluang yang ada dan membuat milenial tergiur mencoba berbagai macam pekerjaan, mereka juga harus memperhitungkan waktu. Pada saat pindah ke pekerjaan baru, milenial akan mengulang dan bergerak lebih awal lagi. Jika hal tersebut terus berulang-ulang selama beberapa tahun, hal tersebut bisa menghambat kemajuan milenial.

"Mereka lebih berani, ada satu hal yang mereka nggak suka maka mereka akan pindah. Saya sayangkan, bukannya nggak boleh. Karena waktu terus berjalan, mereka bisa nggak punya apa-apa dan nggak ada hasil. Kalau bisa pas pindah ke kantor lain, areanya sama sehingga beberapa tahun kemudian ia punya keahlian khusus dan expert di satu hal," kata Yoris. (agm/agm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads