Riset: Hanya 25% Millennial yang Totalitas Pada Pekerjaan, Selebihnya?
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 26 Okt 2017 08:45 WIB
Jakarta
-
Karakteristik millennial saat bekerja selalu menarik untuk dibahas. Sebelumnya terungkap jika mereka memang kreatif dan melek teknologi meski lebih cepat pindah kerjaan. Kini ada fakta menarik lain mengenai generasi Y yang membuktikan jika golongan ini cukup menantang dalam urusan karier. Yakni soal totalitas kerja yang menurut survei hanya dipunyai 25% dari mereka.
Hal tersebut terungkap dari penelitian Dale Carnegie Indonesia yang dilakukan kepada 1.200 karyawan millennial dan nonmilennial. Survei tersebut dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keterlibatan pegawai atau employee engangement generasi millennial Keterlibatan secara emosional dan intelektual sendiri penting dimiliki pekerja demi memberi performa terbaik pada perusahaan.
Hasil dari studi yang dilakukan di enam kota besar di Indonesia itu pun cukup mengejutkan. Terungkap hanya satu dari empat millennial yang bekerja secara total atau benar-benar melibatkan diri pada karier mereka.
"Studi kami bahkan menunjukkan, 9% karyawan milenial menolak terlibat atau disengaged dengan perusahaan. Lebih besar lagi, yakni 66%, tenaga kerja millennial cuma terlibat sebagian/partially-engaged. Tentunya mengkhawatirkan, sebab golongan ini bisa berpindah ke disengaged jika perusahaan tidak lekas mengambil langkah antisipasi," kata Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.
Dalam survei ini, tingkat keterlibatan pekerja millennial dibagi menjadi tiga yakni terlibat, setengah terlibat, dan menolak terlibat. Pegawai yang terlibat secara total dikatakan cenderung loyal dan akan bertahan dalam jangka waktu panjang serta menguntungkan perusahaan. Mereka umumnya bekerja dengan produktif dan berkualitas.
Sedangkan mereka yang hanya setengah terlibat biasanya hanya fokus pada penyelesaian tugas bukan kualitas. Kebanyakan dari mereka juga jarang memberi masukan dan hanya peduli dengan gaji. Sementara kategori yang paling berbahaya adalah menolak terlibat karena mereka bisa memberi pengaruh negatif terhadap bos dan rekan. Mereka kerap menampilkan kesan ketidakpercayaan bahkan bisa sampai menyabotase pekerjaan.
Menurut survei hanya 25% millennial yang sungguh-sungguh terlibat dalam pekerjaan. Hal tersebut tentu sangat disayangkan mengingat mereka adalah tenaga kerja utama dan terbanyak setelah generasi X.
Hal tersebut mungkin saja dikarenakan pola pikir millennial yang menginginkan sejumlah hal dari pekerjaan mereka. Menurut riset, kebanyakan dari mereka mengidamkan perasaan terjamin dari perusahaan, apresiasi, gaji kompetitif, keseimbangan waktu bekerja dan kehidupan pribadi, dan supervisor berkomunikasi secara terbuka dan jujur.
Perusahaan yang ingin angkatan kerja millennial-nya lebih betah dan terlibat pun disarankan untuk mengubah budaya perusahaan. Yakni dengan menyediakan pelatihan karyawan, membentuk kepercayaan pada jajaran eksekutif, menguatkan hubungan karyawan dan manajer, hingga penyusunan proses dan prosedurnya yang mendukung.
"Dengan masuknya milenial sebagai angkatan kerja, perusahaan harus mau dan mampu membangun budaya baru untuk membuat mereka
merasa terlibat, atau feel at home," ungkap Joshua. (ami/ami)
Hal tersebut terungkap dari penelitian Dale Carnegie Indonesia yang dilakukan kepada 1.200 karyawan millennial dan nonmilennial. Survei tersebut dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keterlibatan pegawai atau employee engangement generasi millennial Keterlibatan secara emosional dan intelektual sendiri penting dimiliki pekerja demi memberi performa terbaik pada perusahaan.
Hasil dari studi yang dilakukan di enam kota besar di Indonesia itu pun cukup mengejutkan. Terungkap hanya satu dari empat millennial yang bekerja secara total atau benar-benar melibatkan diri pada karier mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei ini, tingkat keterlibatan pekerja millennial dibagi menjadi tiga yakni terlibat, setengah terlibat, dan menolak terlibat. Pegawai yang terlibat secara total dikatakan cenderung loyal dan akan bertahan dalam jangka waktu panjang serta menguntungkan perusahaan. Mereka umumnya bekerja dengan produktif dan berkualitas.
Sedangkan mereka yang hanya setengah terlibat biasanya hanya fokus pada penyelesaian tugas bukan kualitas. Kebanyakan dari mereka juga jarang memberi masukan dan hanya peduli dengan gaji. Sementara kategori yang paling berbahaya adalah menolak terlibat karena mereka bisa memberi pengaruh negatif terhadap bos dan rekan. Mereka kerap menampilkan kesan ketidakpercayaan bahkan bisa sampai menyabotase pekerjaan.
Menurut survei hanya 25% millennial yang sungguh-sungguh terlibat dalam pekerjaan. Hal tersebut tentu sangat disayangkan mengingat mereka adalah tenaga kerja utama dan terbanyak setelah generasi X.
Hal tersebut mungkin saja dikarenakan pola pikir millennial yang menginginkan sejumlah hal dari pekerjaan mereka. Menurut riset, kebanyakan dari mereka mengidamkan perasaan terjamin dari perusahaan, apresiasi, gaji kompetitif, keseimbangan waktu bekerja dan kehidupan pribadi, dan supervisor berkomunikasi secara terbuka dan jujur.
Perusahaan yang ingin angkatan kerja millennial-nya lebih betah dan terlibat pun disarankan untuk mengubah budaya perusahaan. Yakni dengan menyediakan pelatihan karyawan, membentuk kepercayaan pada jajaran eksekutif, menguatkan hubungan karyawan dan manajer, hingga penyusunan proses dan prosedurnya yang mendukung.
"Dengan masuknya milenial sebagai angkatan kerja, perusahaan harus mau dan mampu membangun budaya baru untuk membuat mereka
merasa terlibat, atau feel at home," ungkap Joshua. (ami/ami)
Hobi dan Mainan
Review Bagasi LOBO Assistant Kit 3.5L, Organizer Praktis untuk Travel
Olahraga
Nike Precision 7 Pink Blast, Pilihan Sepatu Basket yang Nyaman & Stylish
Fashion
Cocok Buat Olahraga-OOTD Sehari-hari, Yuk Cek Kaos dari Adidas Ini!
Olahraga
Sering Repot Bawa HP Saat Lari? Tas Pinggang Running Belt Ini Bikin Jogging Lebih Praktis!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Cindy Crawford Ungkap Rutinitas Pagi di Usia 60 Tahun, Tuai Sindiran Netizen
2
Presenter Ini Menikahi Dirinya Sendiri, Putranya yang Mengantar ke Pelaminan
3
Timothee Chalamet Pacari Kylie Jenner, Wanita Ngaku Mantannya & Curhat Kecewa
4
Rambut Kering dan Bercabang? Coba 6 Cara Merawat Kulit Kepala Ini
5
Foto Diana Pungky yang Curi Atensi Bukber Bareng Artis Lawas, Cantiknya Awet
MOST COMMENTED











































