CEO Google Beri Tips Agar Presentasi Tak Membosankan

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 26 Sep 2017 09:14 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Presentasi tak harus menjadi bagian dari rapat yang bikin mengantuk. Saat menyampaikan ide-ide kepada bos atau klien, Anda bisa membuatnya tidak membosankan namun justru menyita perhatian bahkan menginspirasi. Tapi jangan andalkan poin-poin atau slide penuh dengan tulisan. Hal tersebut juga selalu dihindari CEO Google Sundar Pichai saat melakukan presentasi di depan orang banyak.

Belum lama ini Sunder menampilkan presentasinya mengenai AI-first (kecerdasan bulatan) yang merupakan kelanjutan dari mobile-first. Saat itu, banyak orang dibuat kagum dengan pembicaraannya. Kunci dari presentasi tersebut bukanlah layout menarik atau tulisannya yang rapi. Menurutnya, cara menyampaikan storytelling-lah yang membuat orang menyimak kemudian menerima pesan dengan lebih baik. Tapi jangan hanya bercerita namun minta juga bantuan dari gambar.

"Karena cerita lebih baik diungkapkan dengan gambar-gambar, bullet points dan slide bertulisan banyak semakin dihindari di Google," ungkap Sunder diansir Inc.

Dengan kata lain, jika Anda ingin membuat presentasi yang tidak membosankan dan maknanya mudah ditangkap, ceritakanlah dengan gambar. Kemudian hindari membuat poin berisi kata-kata dan banyak tulisan.

Ketika presentasi, Sunder pun punya ciri khas tersendiri. Jika biasanya orang-orang akan mengisi lembar putih dengan banyak tulisan, angka atau warna, tidak untuk CEO India-Amerika tersebut. Pria 45 tahun itu justru banyak menyajikan lembar putih dengan beberapa beberapa kata kunci dan gambar. Bahkan terkadang keseluruhan slide PowerPoint Sunder hanya berisi 12 halaman dengan 40 kata.

Slide presentasi Sunder pun kebanyakan berisi animasi dan foto. Kalau memang harus ada kalimat yang muncul, ia akan menyertakan gambar ketika menjelaskannya.

Ternyata Sunder dan desainer slide Google sengaja menciptakan presentasi yang ramah-otak. Karena berdasarkan penelitian, manusia sulit untuk memperhatikan beberapa hal sekaligus. Jadi, akan susah untuk membaca teks pada layar. mendengarkan pembicara sekaligus menyerap informasi dalam waktu bersamaan.

"Kita bagus dalam mengingat gambar. Kalau mendengar informasi saja, tiga hari kemudian kamu hanya akan ingat 10%. Tambahkan sebuah gambar dan kamu akan mengingat 65%," ungkap biologis University of Washington, John Medina dalam bukunya Brain Rules.

Jika Anda ingin memastikan jika presentasi benar-benar sempurna, terapkan aturan 'tiga detik'. Mintalah seseorang untuk melihat slide presentasi Anda dan tanyakah apakah dia bisa mengerti maksudnya dalam tiga detik saja. Jika tidak, artinya slide tersebut ternyata rumit. Pakar desain slide mengatakan jika presentasi seharusnya dilihat sebagai billboard yang singkat dan mudah dimengerti. (asf/asf)