Kisah Inspiratif Ibu Tina Mencari Rezeki: Usia 50 Semangat Kerja Bak Usia 30

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 20 Sep 2017 11:25 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Berkeliling Ibukota dan sekitarnya sudah menjadi keseharian Tina Hendrawati. Di usianya yang menapaki kepala lima, Tina justru semakin giat menawarkan jasa makeup dan hair-dressing secara online.

Sudah hampir 15 tahun Tina menjadi seorang perias wajah dan penata rambut. Selama 13 tahun ia bekerja di beberapa jaringan salon ternama.

Kendati begitu, Tina merasa kurang menikmati. Sudah berpelah lelah, namun tidak sepadan dengan hak yang didapat. Sampai suatu kali ia melihat iklan di Facebook tentang pengrekrutan Go-Glam, salah satu layanan Go-Jek yang menawarkan jasa makeup artist dan hairdresser.

Pada April 2016, Tina resmi bergabung dengan Go-Glam walau hanya sebagai sampingan. Setelah menuntaskan tugasnya di salon, barulah Tina menawarkan jasanya di Go-Glam.

"Pas buka Go-Glam, pesanan langsung banyak. Apalagi Sabtu dan Minggu. Lama kelamaan saya memilih fokus di Go-Glam saja," cerita Tina kepada Wolipop saat ditemui di Markas Go-Jek di kawasan Blok-M, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Kisah Inspiratif Ibu Tina Mencari Rezeki: Usia 50 Semangat Kerja Bak Usia 30Tina Hendrawati, salah seorang mitra Go-Glam. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Jadwal kerja yang fleksibel membuat Tina betah. Meski waktunya tidak terikat, Tina malah semakin semangat bekerja. Dalam sehari, ia bisa melayani tiga pelanggan dengan permintaan yang beragam.

Dari setiap pelanggan, Tina bisa mengantongi pendapatan Rp 150.000 - Rp 1,5 juta bergantung jenis layanannya yang mencakup manicure-pedicure, makeup, hair-dressing, hingga hijab-styling.

"Saya full di Go-Glam dan getol banget. Padahal umur sudah 50 tahun tapi semangat kayak umur 30-an," ungkap Tina sambil tertawa.

Semangatnya pun membuahkan hasil. Pada tiga bulan pertama bersama Go-Glam, Tina sudah bisa meraup keuntungan sampai Rp 21 juta. Selain sebagai persiapan di hari tua, uang tersebut digunakannya untuk merenovasi rumah lama dan menyicil rumah baru.

Bergabung dengan Go-Glam turut membuat Tina melek teknologi. Tina yang dulu tidak tahu Android, email, dan sejenisnya, akhirnya bisa mengoperasikan semua media tersebut.

Tak hanya itu, Tina dan semua mitra Go-Glam yang kini sudah mencapai 500 orang juga mendapat pelatihan Bahasa Inggris agar mudah berkomunikasi dengan pelanggan dari negara asing.

"Mau nggak mau harus bisa. Kita jadi terpicu untuk belajar supaya bisa maju. Di sini, emak-emak jadi pintar semua. Hehehe," seloroh Tina.

Cerita yang sama juga datang dari Titi Makmuriah, mitra Go-Glam lainnya. Semangat serta kemauan untuk mencoba hal-hal baru di usia yang tidak lagi membawa perubahan positif di kehidupan ibu tiga anak ini.

Titi Makmuriah. Titi Makmuriah. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Setelah bergabung dengan Go-Glam setahun silam, Titi yang dulu juga bekerja di sebuah salon akhirnya bisa mewujudkan impiannya: memboyong sang ibu ke Tanah Suci untuk beribadah umrah.

"Alhamdulillah, saya juga bisa menyicil motor baru dan mengkuliahkan anak," ujar Titi. (dtg/dtg)