Takut Atap Runtuh, PNS di India Pakai Helm Saat Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 18 Agu 2017 18:43 WIB
Foto: ist
Jakarta - Setiap profesi tentu punya risikonya masing-masing. Anda mungkin berpikir jika jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah yang paling minim konsekuensi. Di Indonesia, PNS mungkin bisa bekerja secara nyaman dengan penghasilan yang menjanjikan. Tapi di belahan dunia lain tidak selalu demikian. Tengok saja para PNS di India yang harus pakai helm selama bekerja demi keamanan.

Video yang memperlihatkan situasi sebuah kantor di India sedang viral belakangan ini. Dalam video tersebut para pekerja tampak aneh karena duduk di depan komputer sambil memakai helm. Ternyata hal itu memang sengaja dilakukan mereka untuk alasan keamanan. Pegawai pemerintahan yang bekerja di daerah Areraj, distrik Champaran tersebut ingin melindungi kepala dari atap yang ditakutkan runtuh.

Kantor tersebut ternyata memang punya kondisi yang rusak dan kurang layak pakai sejak dua tahun lalu. Meski sudah dilaporkan ke departemen keamanan kerja, sayangnya belum ada tindakan untuk membetulkan kantor atau memindahkan pekerja.

Takut Atap Runtuh, PNS di India Pakai Helm Saat KerjaFoto: ist
"Departemen konstruksi gedung sudah mendeklarasi bahwa gedung ini berbahaya dan tidak layak untuk digunakan sejak dua tahun lalu. Tapi pihak berwajib tidak menemukan akomodasi alternatif untuk memindahkan kantor," ungkap pegawai bernama Amit Kumar Pandey dilansir Oddity Central.

"Situasi ini semakin memburuk karena hujan yang menyebabkan seluruh gedung bocor, mengorbankan keamaan alat kantor dan catatan. Masalah ini sudah sering dikomunikasikan oleh pegawai senior secara tertulis, tapi belum ada hasil," tambah Amir.

Helm pun dipakai untuk menghindari celaka. Sebenarnya langit-langit kantor ini memang belum pernah runtuh. Namun plester yang digunakan untuk menambalnya kerap berjatuhan dan melukai para PNS.

"Ini adalah gedung yang cukup tua. Tembok dan atap gedung ini sudah sangat jelek. Air mulai menetes ketika hujan. Atap bisa saja runtuh suatu saat. Karena kami tidak bisa absen dari tugas, kami semua memutuskan untuk memakai helm. Banyak pegawai yang lagi-lagi mengalami cedera karena kejatuhan plester dari langi-langit," tutur salah satu pegawai senior. (ami/ami)