Ini Sebabnya Bisa Ada Stereotip Cewek Pintar Susah Dapat Jodoh
Anggi Mayasari - wolipop
Jumat, 11 Agu 2017 12:20 WIB
Jakarta
-
Wanita karier dan juga memiliki pendidikan tinggi sering kali memiliki kesibukan tersendiri yang membuat dirinya kesulitan untuk mendapatkan pasangan. Hal inilah yang kemudian adanya stereotip beranggapan jika wanita karier akan menjadi 'perawan tua' karena tak kunjung menikah. Lantas bagaimana pandangan psikolog tentang stereotip ini?
Menurut psikolog klinis Ayoe Sutomo di zaman yang semakin maju ini sebenarnya banyak orang yang memiliki kehidupan seimbang. Tak sedikit wanita yang memiliki karier bagus tetapi punya keluarga yang baik juga. Hanya saja, Ayoe juga menambahkan jika wanita dengan pendidikan tinggi dan menjalani karier yang cemerlang terkadang sulit untuk menemukan pasangan hidup.
"Perempuan yang sampai ke posisi yang baik dan mapan tentunya dia akan meningkatkan standarnya terhadap pasangannya. Sehingga akhirnya standarnya akan semakin tinggi, emosipun menjadi semakin matang, sehingga pandangan-pandangan hidup itu tidak berhenti oh saya harus nikah, dijodohin yang penting dapat jodoh," kata Ayoe saat dihubungi Wolipop, Kamis (10/8/2017).
Banyaknya pandangan dan penilaian yang memukul rata semua wanita karier dengan pendidikan tinggi akan menjadi perawan tua ini bagi sebagian wanita bukanlah menjadi suatu beban. Banyak dari mereka yang justru merasa lebih bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya daripada harus menikah.
"Karena dia punya pandangan yang lebih luas terus lingkup pergaulannya semakin luas dan besar akhirnya fokus hidup tidak hanya pada hal tersebut, banyak hal lain yang kemudian mengesankan menikah daripada jadi perawan tua. Tapi apakah dia bahagia atau tidak bahagia dengan pilihan itu kan belum tentu juga. Banyak yang index of happinessnya lebih tinggi daripada yang menikah," jelas Ayoe.
Psikolog yang juga presenter televisi ini juga mengungkapkan bahwa pandangan dan stereotip wanita karier dengan pendidikan tinggi selalu menjadi perawan tua, nantinya juga akan ditinggalkan dan bergeser sendiri sesuai dengan perkembangan zaman dan pola pikir orang yang lebih maju.
"Kalau untuk menghilangkan stereotipe itu kan biasanya karena banyak hal terjadi banyak orang beranggapan semuanya seperti itu memukul rata seperti itu, kalau untuk menghilangkan stereotipe ya pergeseran zaman lama-lama akan tenggelam dengan banyaknya fakta-fakta, semakin majunya pemikiran kemudian semakin banyaknya akses informasi yang mengcover hal tersebut akhirnya stereotipe itu akan bergeser," pungkasnya. (agm/agm)
Menurut psikolog klinis Ayoe Sutomo di zaman yang semakin maju ini sebenarnya banyak orang yang memiliki kehidupan seimbang. Tak sedikit wanita yang memiliki karier bagus tetapi punya keluarga yang baik juga. Hanya saja, Ayoe juga menambahkan jika wanita dengan pendidikan tinggi dan menjalani karier yang cemerlang terkadang sulit untuk menemukan pasangan hidup.
"Perempuan yang sampai ke posisi yang baik dan mapan tentunya dia akan meningkatkan standarnya terhadap pasangannya. Sehingga akhirnya standarnya akan semakin tinggi, emosipun menjadi semakin matang, sehingga pandangan-pandangan hidup itu tidak berhenti oh saya harus nikah, dijodohin yang penting dapat jodoh," kata Ayoe saat dihubungi Wolipop, Kamis (10/8/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dia punya pandangan yang lebih luas terus lingkup pergaulannya semakin luas dan besar akhirnya fokus hidup tidak hanya pada hal tersebut, banyak hal lain yang kemudian mengesankan menikah daripada jadi perawan tua. Tapi apakah dia bahagia atau tidak bahagia dengan pilihan itu kan belum tentu juga. Banyak yang index of happinessnya lebih tinggi daripada yang menikah," jelas Ayoe.
Psikolog yang juga presenter televisi ini juga mengungkapkan bahwa pandangan dan stereotip wanita karier dengan pendidikan tinggi selalu menjadi perawan tua, nantinya juga akan ditinggalkan dan bergeser sendiri sesuai dengan perkembangan zaman dan pola pikir orang yang lebih maju.
"Kalau untuk menghilangkan stereotipe itu kan biasanya karena banyak hal terjadi banyak orang beranggapan semuanya seperti itu memukul rata seperti itu, kalau untuk menghilangkan stereotipe ya pergeseran zaman lama-lama akan tenggelam dengan banyaknya fakta-fakta, semakin majunya pemikiran kemudian semakin banyaknya akses informasi yang mengcover hal tersebut akhirnya stereotipe itu akan bergeser," pungkasnya. (agm/agm)
Elektronik & Gadget
ASUS Zenbook A14, Laptop Super Ringan dengan Snapdragon X
Home & Living
Cuci Piring Makin Wangi & Kinclong Pakai Sparkle MAXI Jeruk Nipis
Olahraga
Topi Adidas Hermanos Koumori Bikin Lari Makin Nyaman & Stylish
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Pengakuan Wanita yang Selingkuh di Konser Coldplay, Merasa Dibohongi
2
50 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Estetik dan Spesial buat Media Sosial
3
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
4
TikTok Viral Verificator
Viral! Lupa Baca Deskripsi, Wanita Ini Kaget Baju Lebarannya Bisa Naik Turun
5
Rekomendasi Lipstik yang Tahan Lama untuk Dipakai Saat Lebaran 2026
MOST COMMENTED











































