Cerita Ferry Yuliani Ekspor Tas Berbahan Eceng Gondok Hingga ke Amerika
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 02 Feb 2017 17:25 WIB
Jakarta
-
Indonesia sangat beruntung dikaruniai kekayaan alam yang berlimpah. Sayangnya, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Tertarik dengan material alami, Ferry Yuliani pun berusaha mengeksplornya. Melalui label Gendhis Bag, ia membuat tas dari bahan rotan hingga eceng gondok. Tak disangka, tas produksi Ferry disukai bahkan diekspor hingga ke luar negeri.
Ferry sudah menekuni usaha tas ini selama lebih dari 15 tahun. Beberapa tahun belakangan, bisnis ibu tiga anak tersebut cukup booming hingga ia rutin ekspor ke Jepang hingga Amerika Serikat. Gendhis memang punya konsep unik karena menggunakan material alami sehingga cukup disukai pasar luar negeri.
Kesuksesan Ferry menjadi salah satu bukti jika bisnis bisa dimulai dari nol asalkan ada kemauan. Sebelumnya, ia adalah seorang dokter gigi namun punya kecintaan akan bahan-bahan natural. Ferry pun terpikir untuk membuat tas karena disukai wanita.
"Saya ingin menyulap yang tak bernilai jadi naik kelas. Contoh kami sekarang concern dengan eceng gondok yang sebagian orang anggap gulma. Kami kerjasama dengan petani untuk kumpulkan eceng gondok. Ternyata bisa dijadikan makan ternak hingga tas," kata Ferry di acara Celebrate Beauty yang diadakan Oriflame di Main Atrium Kota Kasablanka, Kamis, (2/2/2017).
Bisa membagi kesuksesan dengan banyak orang membuat Ferry begitu mencintai pekerjaannya. Brand Gendhis Bag miliknya memang bukan hanya menguntungkan bagi Ferry dan keluarga namun juga para petani juga pengrajin. Apalagi wanita yang berdomisili di Yogyakarta ini sering membagi ilmu kepada pengrajin di berbagai daerah agar bisa mandiri.
"Kami mendapat (penghargaan) Upakati di tahun 2011 karena menggandeng wanita untuk mencari rotan. Karena rotan Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Ketika diekspor bentuknya masih belum jadi sehingga rugi sekali. Itu unik dan spesifik jadi kalau dijadikan produk pasti bikin tercengang," tuturnya.
"Pengrajin (kami bina) dengan sistem plasma, kami ajarkan supaya mandiri, bisa bikin pameran sendiri, dan berkontribusi di daerah mereka masing-masing. Total pengrajinnya mungkin ribuan, ada di Kalimantan, Bekasi, Banyuwangi, Tasikmalaya," jelas Ferry.
Sebagai pengusaha, Ferry tentu pernah mengalami masa-masa sulit. Apalagi ia tidak melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu selama berbisnis. Menurutnya, bantuan dari orangtua cukup penting meski Ferry dulu cukup sering memboyong ketiga anaknya ketika bekerja. Ia pu menyemangati wanita Indonesia untuk terus ikhlas dan bersyukur.
"Kita harus bersyukur, itu modal utama. Karena dengan begitu jalan pasti ada. Saya pernah alami jatuh bangun selama 15 tahun, kuncinya bersyukur, berserah diri, dan ikhlas. Ternyata itu bikin sukses," jelas Ferry yang menjual tasnya mulai dari Rp 100 ribuan hingga Rp 1 jutaan itu.
(ami/ami)
Ferry sudah menekuni usaha tas ini selama lebih dari 15 tahun. Beberapa tahun belakangan, bisnis ibu tiga anak tersebut cukup booming hingga ia rutin ekspor ke Jepang hingga Amerika Serikat. Gendhis memang punya konsep unik karena menggunakan material alami sehingga cukup disukai pasar luar negeri.
Foto: Instagram Gendhis Bag |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa membagi kesuksesan dengan banyak orang membuat Ferry begitu mencintai pekerjaannya. Brand Gendhis Bag miliknya memang bukan hanya menguntungkan bagi Ferry dan keluarga namun juga para petani juga pengrajin. Apalagi wanita yang berdomisili di Yogyakarta ini sering membagi ilmu kepada pengrajin di berbagai daerah agar bisa mandiri.
Foto: Instagram Gendhis Bag |
"Pengrajin (kami bina) dengan sistem plasma, kami ajarkan supaya mandiri, bisa bikin pameran sendiri, dan berkontribusi di daerah mereka masing-masing. Total pengrajinnya mungkin ribuan, ada di Kalimantan, Bekasi, Banyuwangi, Tasikmalaya," jelas Ferry.
Foto: Instagram Gendhis Bag |
"Kita harus bersyukur, itu modal utama. Karena dengan begitu jalan pasti ada. Saya pernah alami jatuh bangun selama 15 tahun, kuncinya bersyukur, berserah diri, dan ikhlas. Ternyata itu bikin sukses," jelas Ferry yang menjual tasnya mulai dari Rp 100 ribuan hingga Rp 1 jutaan itu.
Foto: Instagram Gendhis Bag |











































Foto: Instagram Gendhis Bag
Foto: Instagram Gendhis Bag
Foto: Instagram Gendhis Bag
Foto: Instagram Gendhis Bag