Lipstik Cair Lokal Makin Tren, Ini Strategi Rollover Reaction Tetap Eksis
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 02 Feb 2017 11:46 WIB
Jakarta
-
Lipstik cair dengan hasil akhir matte masih menjadi tren yang diminati wanita Indonesia. Tak heran jika semakin bermunculan brand lokal yang juga mencoba menawarkannya. Dari sekian banyak merek lipstik cair lokal yang ada di pasaran, Rollover Reaction bisa dibilang adalah salah satu pionirnya di Indonesia.
Brand yang digawangi empat sahabat itu dikenal pasca produknya banyak diulas positif oleh para beauty influencer di Instagram. Sejak rilis Maret 2016, Rollover Reaction sering menjadi bahan perbincangan pecinta dunia kecantikan.
Lipstik cair dengan hasil akhir matte keluaran brand tersebut dikenal punya warna menarik dan nyaman dikenakan. Warna-warna yang ditawarkan juga sesuai dengan tren yang tengah berkembang di dunia kecantikan.
Menjamurnya lipstik cair keluaran brand lokal tentu menjadi saingan untuk Rollover Reaction. Untungnya, merek yang dibangun sejak 2014 itu lebih menganggapnya sebagai pemacu untuk lebih meningkatkan kualitas. Hal itu bahkan memicu Rollover Reaction untuk mengeluarkan produk yang lebih bervariasi.
"Itu salah satu yang kami amati juga. Dari kami sendiri melihat situasi ini sebagai sesuatu yang memacu. Jadi Rollover pun nggak akan mengeluarkan lipstik cair saja. Kami akan ada rangkaian yang nantinya bakal ada produk-produk lain juga," ungkap Tinanda Nabila selaku Chief Executive Officer Rollover Reaction saat diwawancara di kantor detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Meski sudah dikenal para pecinta lipstik, Rollover tentu tidak ingin berhenti berinovasi. Merek tersebut sudah punya strategi untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan mengembangkan sayap lebih lebar lagi. Wanita yang akrab disapa Naya itu mengungkap jika ia bersama Dina, Sarah, dan Novi mengutamakan kualitas dan peranan social media.
"Pastinya dari produknya dulu. Kalau produk jelek nggak akan diterima masyarakat. Jadi kami maksimalkan dulu kualitasnya. Sekarang kami masih bermain di social media. Itu masih jadi powerful media yang terbukti responnya bagus dan efektif. Ke depannya, kami juga akan main di Google, Youtube, dan mungkin tambah beberpaa activation event," kata Naya yang akan menjadi salah satu pembicara di acara Creativepreneur Corner 2017 di Senayan City, 4 Februari mendatang.
Salah satu diferensiasi Rollover Reaction dengan brand lainnya adalah hadirnya lipstik hasil kolaborasi dengan seniman. Ini juga menjadi salah satu strategi Rollover untuk semakin menarik hati pelanggan dan mendukung para pelaku seni di Indonesia. Selain itu, diperhatikan pula pemilihan warna yang memang menjadi salah satu keunggulan Rollover selama ini.
"Kalau warna kami menentukann warna dari tren, kebutuhan masyarakat. Jadi kami selalu melihat feedback yang masuk lewat Instagram atau email. Misalnya waktu kami keluarkan Nude Series banyak yang minta warna bold. Jadi warna yang kami keluarkan bukan hanya idealis tapi dari mereka untuk mereka," tutur Naya. (ami/hst)
Brand yang digawangi empat sahabat itu dikenal pasca produknya banyak diulas positif oleh para beauty influencer di Instagram. Sejak rilis Maret 2016, Rollover Reaction sering menjadi bahan perbincangan pecinta dunia kecantikan.
Lipstik cair dengan hasil akhir matte keluaran brand tersebut dikenal punya warna menarik dan nyaman dikenakan. Warna-warna yang ditawarkan juga sesuai dengan tren yang tengah berkembang di dunia kecantikan.
Foto: Rollover Reaction |
Menjamurnya lipstik cair keluaran brand lokal tentu menjadi saingan untuk Rollover Reaction. Untungnya, merek yang dibangun sejak 2014 itu lebih menganggapnya sebagai pemacu untuk lebih meningkatkan kualitas. Hal itu bahkan memicu Rollover Reaction untuk mengeluarkan produk yang lebih bervariasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah dikenal para pecinta lipstik, Rollover tentu tidak ingin berhenti berinovasi. Merek tersebut sudah punya strategi untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan mengembangkan sayap lebih lebar lagi. Wanita yang akrab disapa Naya itu mengungkap jika ia bersama Dina, Sarah, dan Novi mengutamakan kualitas dan peranan social media.
Foto: Intan Kemala |
"Pastinya dari produknya dulu. Kalau produk jelek nggak akan diterima masyarakat. Jadi kami maksimalkan dulu kualitasnya. Sekarang kami masih bermain di social media. Itu masih jadi powerful media yang terbukti responnya bagus dan efektif. Ke depannya, kami juga akan main di Google, Youtube, dan mungkin tambah beberpaa activation event," kata Naya yang akan menjadi salah satu pembicara di acara Creativepreneur Corner 2017 di Senayan City, 4 Februari mendatang.
Salah satu diferensiasi Rollover Reaction dengan brand lainnya adalah hadirnya lipstik hasil kolaborasi dengan seniman. Ini juga menjadi salah satu strategi Rollover untuk semakin menarik hati pelanggan dan mendukung para pelaku seni di Indonesia. Selain itu, diperhatikan pula pemilihan warna yang memang menjadi salah satu keunggulan Rollover selama ini.
"Kalau warna kami menentukann warna dari tren, kebutuhan masyarakat. Jadi kami selalu melihat feedback yang masuk lewat Instagram atau email. Misalnya waktu kami keluarkan Nude Series banyak yang minta warna bold. Jadi warna yang kami keluarkan bukan hanya idealis tapi dari mereka untuk mereka," tutur Naya. (ami/hst)











































Foto: Rollover Reaction
Foto: Intan Kemala