Kantor Terbuka Bikin Produktivitas & Memori Menurun, Ini Solusinya
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 31 Jan 2017 19:03 WIB
Jakarta
-
Saat ini banyak perusahaan yang menerapkan konsep open office atau kantor terbuka. Artinya ruangan kerja tidak diberi sekat atau kamar untuk masing-masing pegawai sehingga mereka bisa mudah berinteraksi. Biasanya open office diterapkan agar mengurangi pemakaian ruang dan mendekatkan para pekerja.
Sayangnya, hal ini punya dampak negatif karena membuat pekerja tidak produktif. Ruangan terbuka membuat suara dari karyawan lain bisa terdengar jelas sehingga menggangu konsentrasi. Apalagi jika beberapa rekan sedang mengobrol atau bercanda yang semakin memecah fokus untuk segera menyelesaikan tugas. Gangguan kecil saja bisa memperlambat hingga 20 menit.
"Semua orang setuju. Mereka tidak tahan dengan kantor terbuka. Mereka tidak bisa menyelesaikan tugas dan harus melanjutkan pekerjaan di rumah," ungkap Chris Nagel, seorang technology executives kepada BBC.
"Orang memang saling berbicara tapi mereka tidak berbicara mengenai hal-hal terkait kerja. Itu tidak efisien. Disayangkan sekali mengorbankan orang dengan tidak memberikan mereka tempat yang benar-benar mendukung mereka," kata psikolog lingkungan dan desain Sally Augustin.
Selain membuat penyelesaian tugas jadi terganggu, konsep itu juga menurunkan memori para pegawai. Berdasarkan riset, pegawai mengalami penurunan memori sekitar 15% ketika bekerja di ruangan terbuka. Apalagi jika kantor juga menerapkan sistem hotdesking di mana mereka bisa berpindah-pindah tempat duduk sesuai keinginan.
Menurut Sally, tidak punya tempat kerja yang tetap memang bisa membuat ingatan jadi melemah. Untuk itu, disarankan agar Anda bekerja di satu tempat yang sama untuk memperkuat memori dan produktivitas.
Bila keadaan kantor yang tidak kondusif membuat kerja jadi terganggu, jangan pula ragu untuk pindah ke ruangan yang lebih sepi atau minta saja rekan-rekan agar lebih tenang. Lebih baik menyendiri sebentar dari pada melakukan kesalahan fatal pada pekerjaan.
(ami/dtg)
Sayangnya, hal ini punya dampak negatif karena membuat pekerja tidak produktif. Ruangan terbuka membuat suara dari karyawan lain bisa terdengar jelas sehingga menggangu konsentrasi. Apalagi jika beberapa rekan sedang mengobrol atau bercanda yang semakin memecah fokus untuk segera menyelesaikan tugas. Gangguan kecil saja bisa memperlambat hingga 20 menit.
"Semua orang setuju. Mereka tidak tahan dengan kantor terbuka. Mereka tidak bisa menyelesaikan tugas dan harus melanjutkan pekerjaan di rumah," ungkap Chris Nagel, seorang technology executives kepada BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membuat penyelesaian tugas jadi terganggu, konsep itu juga menurunkan memori para pegawai. Berdasarkan riset, pegawai mengalami penurunan memori sekitar 15% ketika bekerja di ruangan terbuka. Apalagi jika kantor juga menerapkan sistem hotdesking di mana mereka bisa berpindah-pindah tempat duduk sesuai keinginan.
Menurut Sally, tidak punya tempat kerja yang tetap memang bisa membuat ingatan jadi melemah. Untuk itu, disarankan agar Anda bekerja di satu tempat yang sama untuk memperkuat memori dan produktivitas.
Bila keadaan kantor yang tidak kondusif membuat kerja jadi terganggu, jangan pula ragu untuk pindah ke ruangan yang lebih sepi atau minta saja rekan-rekan agar lebih tenang. Lebih baik menyendiri sebentar dari pada melakukan kesalahan fatal pada pekerjaan.
(ami/dtg)











































