Duh, Perusahaan Ini Suruh Karyawan yang Tak Capai Target untuk Makan Cacing
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 16 Nov 2016 10:46 WIB
Jakarta
-
Perusahaan di China ini menetapkan hukuman memprihatinkan untuk para karyawan mereka yang tidak berhasil mencapai target penjualan. Karyawan diminta untuk makan cacing hidup. Duh!
Aksi perusahaan yang kejam ini menjadi virla di media sosial China, Weibo, setelah foto yang memperlihatkan karyawan perusahaan tersebut diunggah ke internet oleh seorang saksi mata. Saksi melihat ada sekitar 60 karyawan dikumpulkan di sebuah plaza di kawasan Hanzhong. Para karyawan itu bekerja untuk sebuah perusahaan di Hanzhong, propinsi Shaanxi, China.
Dari keterangan saksi yang juga memotret kejadian tersebut diketahui seorang pria tampak mendekati para karyawan tersebut dengan membawa sekantong plastik cacing hidup. Karyawan yang gagal mencapai target penjualan itu kemudian diminta mengambil cacing tersebut dengan sumpit dan menaruhnya di dalam gelas plastik yang sudah berisi minuman alkohol khas China. Setelahnya karyawan tersebut harus meminum isi dari gelas plastik itu.
Namun menurut sang saksi mata, lima atau enam karyawan tidak seberuntung rekannya. Mereka malah disuruh hanya makan cacing hidup tersebut tanpa dicampur alkohol. Seorang karyawan yang namanya menolak disebutkan mengatakan pada koran Huashang Daily bahwa setiap karyawan harus menelan empat cacing untuk setiap klien yang gagal mereka dapatkan.
Tentu saja hukuman kejam ini tidak diterima semua karyawan. Seorang karyawati yang tengah hamil menolak menelan cacing dan minum alkohol yang disodorkan padanya. "Aku tidak bisa makan cacing dan tidak bisa minum juga karena aku tidak mau membahayakan bayiku," begitu katanya pada atasannya. Akhirnya hukuman untuk karyawati yang hamil ini digantikan oleh seorang rekan kerja prianya.
Setelah foto karyawan dihukum menelan cacing ini ramai di media sosial, jutaan netizen mengekspresikan keprihatinan dan kemarahan mereka. Perusahaan kejam itu pun akhirnya terungkap identitasnya. Nama perusahaan itu adalah Ai Jia, seorang grup sales yang dibentuk oleh 10 perusahaan konstruksi.
Pasca nama Ai Jia terungkap, seorang karyawan perusahaan itu ada yang berani angkat bicara ke media. Menurutnya setiap pagi, dia dan karyawan lainnya diminta menetapkan target untuk satu hari. Dan jika mereka gagal, hukuman didapat keesokan harinya. Hukuman itu bukan hanya makan cacing, malah pernah juga mereka harus makan semut dan cumi-cumi hidup.
Perusahaan Ai Jia kini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mereka dituding melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Karyawan yang mendapat hukuman kejam ini pun diminta melapor ke departemen tenaga kerja agar perusahaan tersebut dapat dikenai sanksi. (eny/eny)
Aksi perusahaan yang kejam ini menjadi virla di media sosial China, Weibo, setelah foto yang memperlihatkan karyawan perusahaan tersebut diunggah ke internet oleh seorang saksi mata. Saksi melihat ada sekitar 60 karyawan dikumpulkan di sebuah plaza di kawasan Hanzhong. Para karyawan itu bekerja untuk sebuah perusahaan di Hanzhong, propinsi Shaanxi, China.
Dari keterangan saksi yang juga memotret kejadian tersebut diketahui seorang pria tampak mendekati para karyawan tersebut dengan membawa sekantong plastik cacing hidup. Karyawan yang gagal mencapai target penjualan itu kemudian diminta mengambil cacing tersebut dengan sumpit dan menaruhnya di dalam gelas plastik yang sudah berisi minuman alkohol khas China. Setelahnya karyawan tersebut harus meminum isi dari gelas plastik itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Weibo |
Tentu saja hukuman kejam ini tidak diterima semua karyawan. Seorang karyawati yang tengah hamil menolak menelan cacing dan minum alkohol yang disodorkan padanya. "Aku tidak bisa makan cacing dan tidak bisa minum juga karena aku tidak mau membahayakan bayiku," begitu katanya pada atasannya. Akhirnya hukuman untuk karyawati yang hamil ini digantikan oleh seorang rekan kerja prianya.
Setelah foto karyawan dihukum menelan cacing ini ramai di media sosial, jutaan netizen mengekspresikan keprihatinan dan kemarahan mereka. Perusahaan kejam itu pun akhirnya terungkap identitasnya. Nama perusahaan itu adalah Ai Jia, seorang grup sales yang dibentuk oleh 10 perusahaan konstruksi.
Pasca nama Ai Jia terungkap, seorang karyawan perusahaan itu ada yang berani angkat bicara ke media. Menurutnya setiap pagi, dia dan karyawan lainnya diminta menetapkan target untuk satu hari. Dan jika mereka gagal, hukuman didapat keesokan harinya. Hukuman itu bukan hanya makan cacing, malah pernah juga mereka harus makan semut dan cumi-cumi hidup.
Perusahaan Ai Jia kini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mereka dituding melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Karyawan yang mendapat hukuman kejam ini pun diminta melapor ke departemen tenaga kerja agar perusahaan tersebut dapat dikenai sanksi. (eny/eny)
Elektronik & Gadget
Perbandingan Handphone POCO C71 vs POCO C85 yang Wajib Kamu Tahu!
Elektronik & Gadget
Pilihan yang Paling Pas. RedmiBuds 8 Lite vs Active, TWS Murah dengan Fitur Premium!
Perawatan dan Kecantikan
Wangi Floral Elegan yang Bikin Jatuh Hati, Bonavie Eau de Parfum - Fleur du Jardin Favorit Banyak Orang!
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Cerah, Lembab, dan Wangi Seharian. Duet Body Lotion Andalan yang Bikin Kamu Ketagihan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Wanita Muda Akhiri Hidup dengan Eutanasia, Kisah Kontroversi yang Bikin Haru
2
8 Aktor China yang Ternyata CEO di Dunia Nyata, Tampan dan Tajir
3
Tiffany Young Pamer Kedekatan dengan Ibu Byun Yo Han Usai Menikah
4
Ternyata Ini Perselingkuhan yang Paling Menyakitkan bagi Pria dan Wanita
5
17 Tahun Menanti, Annisa Yudhoyono Pamer Foto Hamil Anak Kedua di Usia 44
MOST COMMENTED












































Foto: Weibo