Tren Hobi Merajut
Asyiknya, Para Wanita Ini Bisa Dapat Penghasilan Dari Hobi Merajut
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 30 Sep 2016 16:08 WIB
Jakarta
-
Hobi merajut tak hanya sekadar kegemaran yang dilakukan untuk mengisi waktu luang, namun bisa juga sebagai sarana lain untuk menambah penghasilan. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Nita Rachmawati. Wanita 29 tahun itu banyak menerima pesanan seperti topi, baju, dan tas yang dirajutnya sendiri.
Nita yang hobi kerajinan tangan sejak duduk di bangku SD pun hingga kini masih rutin merajut di sela-sela waktu luangnya. Dari situlah, ia mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual karyanya kepada teman-teman dan kerabat dekatnya.
"Aku biasanya jual tas, topi kupluk, sepatu bayi, sweater. Nggak ada online shop atau toko sih karena terima pesanan dari teman-teman dekat aja. Yang tahu juga dari mulut ke mulut ," tuturnya saat diwawancarai Wolipop, Rabu (28/9/2016).
Harga jual yang ditawarkan pun cukup beragam tergantung dari produk apa yang dibuatnya serta jenis benang apa yang dipakainya. Untuk sebuah sepatu bayi misalnya, ia menjualnya dengan harga Rp 40 ribuan. Sedangkan untuk topi kupluk dijual seharga Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribuan.
Sedangkan untuk tote bag dengan berbagai macam kombinasi warna, ia menjualnya seharga Rp 250 ribuan. Pernah juga di satu waktu ia menjual baju atasan yang penuh motif rajutan seharga Rp 350 ribu.
Untuk proses pembuatannya tergantung item yang dihasilkan. Umumnya, topi atau bros rajut bisa selesai dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Sedangkan untuk tas dan baju memakan waktu paling cepat satu bulan.
Hal serupa juga dilakukan oleh Octiani Laraswati selaku pendiri Komunitas Rajutan Mama. Wanita 40 tahun itu juga menerima pesanan seperti bros kecil, pouch, baju bayi, dan sweater, namun jumlahnya kini dibatasi.
"Karena orang-orang masih mengira kalau rajutan itu adalah sesuatu yang dijahit. Jadi orang mengiranya akan bisa selesai cepat. Padahal semuanya satu-satu dikerjakan pakai tangan. Kalau sweater saja paling cepat selesainya 1,5 bulan," tutur wanita yang biasa disapa Oty saat diwawancarai Wolipop, Jumat (30/9/2016).
Untuk produk yang dibuatnya, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Misalnya bros kecil dijual mulai dari Rp 20 ribu. Sedangkan pouch dijual mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu tergantung material dan kerumitan bahan yang digunakan. Adapun untuk sweater dijual seharga Rp 1 jutaan karena menggunakan benang import yang tebal dan memang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. (itn/itn)
Nita yang hobi kerajinan tangan sejak duduk di bangku SD pun hingga kini masih rutin merajut di sela-sela waktu luangnya. Dari situlah, ia mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual karyanya kepada teman-teman dan kerabat dekatnya.
"Aku biasanya jual tas, topi kupluk, sepatu bayi, sweater. Nggak ada online shop atau toko sih karena terima pesanan dari teman-teman dekat aja. Yang tahu juga dari mulut ke mulut ," tuturnya saat diwawancarai Wolipop, Rabu (28/9/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk tote bag dengan berbagai macam kombinasi warna, ia menjualnya seharga Rp 250 ribuan. Pernah juga di satu waktu ia menjual baju atasan yang penuh motif rajutan seharga Rp 350 ribu.
Untuk proses pembuatannya tergantung item yang dihasilkan. Umumnya, topi atau bros rajut bisa selesai dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Sedangkan untuk tas dan baju memakan waktu paling cepat satu bulan.
![]() |
Hal serupa juga dilakukan oleh Octiani Laraswati selaku pendiri Komunitas Rajutan Mama. Wanita 40 tahun itu juga menerima pesanan seperti bros kecil, pouch, baju bayi, dan sweater, namun jumlahnya kini dibatasi.
"Karena orang-orang masih mengira kalau rajutan itu adalah sesuatu yang dijahit. Jadi orang mengiranya akan bisa selesai cepat. Padahal semuanya satu-satu dikerjakan pakai tangan. Kalau sweater saja paling cepat selesainya 1,5 bulan," tutur wanita yang biasa disapa Oty saat diwawancarai Wolipop, Jumat (30/9/2016).
![]() |
Untuk produk yang dibuatnya, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Misalnya bros kecil dijual mulai dari Rp 20 ribu. Sedangkan pouch dijual mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu tergantung material dan kerumitan bahan yang digunakan. Adapun untuk sweater dijual seharga Rp 1 jutaan karena menggunakan benang import yang tebal dan memang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. (itn/itn)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
2
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
3
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
4
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab
5
Sosok Alix Earle, Influencer Viral yang Disebut Pacar Baru Tom Brady
MOST COMMENTED













































