Liputan Khusus Endorsement
5 Kriteria yang Dicari Online Shop Saat Ingin Endorse Selebgram
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 08 Apr 2016 09:55 WIB
Jakarta
-
Menggunakan jasa para selebgram (selebriti Instagram) untuk memasarkan produk jualannya banyak dilakukan oleh para online shop. Hal itu semata-mata dilakukan untuk menjaring calon pembeli yang tertarik dengan barang dagangan mereka.
Meski demikian, para online shop tidak sembarangan dalam memilih selebgram untuk mempromosikan barang mereka. Ada kriteria tertentu yang diinginkan para toko virtual itu untuk memberikan barangnya kepada selebgram demi produk yang dijualnya laris. Apa saja?
1. Banyak Followers
Christine Wira, pemilik online shop @japansnackcorners yang menjual aneka camilan import dari Jepang mengatakan, seseorang yang akan di-endorsenya haruslah memiliki followers yang banyak. Orang tersebut tidak harus seorang selebriti terkenal, tetapi bisa saja seorang pengguna Instagram yang cukup populer atau selebgram.
Ega, salah satu pemilik dari jasa pengelola endorsement selebriti dan selebgram Iconic Sister mengatakan, tidak dapat dipungkiri followers adalah hal yang diutamakan dalan urusan endorsement. Para online shop meyakini bahwa semakin banyak followers maka akan semakin banyak pula yang melihat produknya.
"Semakin banyak yang melihat produk yang diendorse, semakin banyak pula pembeli yang akan terjaring," tutur Ega saat dihubungi Wolipop via e-mail, Rabu (6/4/2016).
2. Sesuai dengan Barang yang Dijual
Meski memiliki banyak pengikut, tetapi ibu satu anak itu mengatakan bahwa selebgram yang akan di-endorse harus memiliki kriteria yang sesuai dengan produk yang dijualnya. Jika tidak, bisa saja endorsement tersebut tidak berpengaruh.
"Misalnya kalau mau endorse camilan ke beauty blogger, jadi nggak berpengaruh karena yang follow mereka kan kebanyakan yang suka sama makeup. Atau kalau mau endorse permen anak-anak ke Olla Ramlan pasti nggak ada yang lihat, kan followers-nya dia kebanyakan ibu-ibu," ujar Christine saat dihubungi Wolipop, Senin, (4/4/2016).
3. Foto Bagus dan Jernih
Kriteria lain yang dilihat saat online shop memutuskan untuk endorse adalah tampilan fotonya. Dituturkan oleh Sarah, pengelola online shop yang menjual celana bahan katun mengatakan, tujuan utamanya mengendorse bukan untuk menambahkan followers, tetapi untuk memperbanyak foto katalog dan foto untuk iklan.
"Kami juga mencari model yang sesuai dengan segmen produk kami karena celana katun dan jogger yang kami jual segmennya untuk perempuan bertubuh besar dan ibu hamil, jadi kami mengutamakan model yang mewakili segmen tersebut," tutur Sarah saat dihubungi Wolipop, Selasa, (5/4/2016).
Pemilik online shop yang juga menjual jegging, Novy mengatakan, alasannya tertarik untuk endorse selebgram adalah mereka yang memiliki foto bagus dengan resolusi kamera yang tinggi sehingga hasilnya tidak buram. Menurutnya, kejernihan dan komposisi foto yang bagus dapat menarik minat para followers untuk membeli barang-barangnya.
4. Prosedur Tidak Rumit
Sarah dan beberapa rekannya yang mengelola toko virtual @deadly_gorgeous ini sebenarnya lebih memilih pengguna Instagram yang belum terlalu populer. Alasannya, karena prosedurnya tidak terlalu panjang dan rumit, dan biasanya juga tidak berbayar.
"Untuk mereka yang sudah terlalu populer biasanya harus melewati antrian posting, jadi perlu waktu lebih lama untuk dipromosikan barangnya. Biasanya mereka yang populer juga punya manajemen endorsement sebagai pihak ke-3 dan prosesya lebih rumit," tutupnya.
5. Mudah Diajak Kerjasama
Ega memaparkan, para online shop ingin produknya difoto dan diunggah dengan jelas, baik produk yang dijualnya maupun si selebgram itu sendiri. Sehingga dengan mengerti keinginan online shop sebagai klien dari selebgram itu, kerjasama yang mudah sangat dibutuhkan.
"Kalau dari Iconic Sisters sendiri, kami tidak menangani semua selebriti atau selebgram. Kami ada seleksi tersendiri yang bekerja sama dengan kami. Seleksinya antara lain foto yang dihasilkan bagus, mudah di ajak kerjasama, dan memiliki follower banyak atau sedang eksis saat ini," aku Ega yang mendirikan Iconic Sisters bersama kedua saudara kandungnya, Zera dan Dara pada 2015 silam.
Menurutnya, keeksisan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena diyakini semakin terkenal dan eksis, makan followers dari selebriti atau selebgram tersebut lebih banyak fansnya. Hal ini akan membuat para fans ingin terlihat sama dengan selebgram atau selebriti yang disukainya. (itn/eny)
Meski demikian, para online shop tidak sembarangan dalam memilih selebgram untuk mempromosikan barang mereka. Ada kriteria tertentu yang diinginkan para toko virtual itu untuk memberikan barangnya kepada selebgram demi produk yang dijualnya laris. Apa saja?
1. Banyak Followers
Christine Wira, pemilik online shop @japansnackcorners yang menjual aneka camilan import dari Jepang mengatakan, seseorang yang akan di-endorsenya haruslah memiliki followers yang banyak. Orang tersebut tidak harus seorang selebriti terkenal, tetapi bisa saja seorang pengguna Instagram yang cukup populer atau selebgram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak yang melihat produk yang diendorse, semakin banyak pula pembeli yang akan terjaring," tutur Ega saat dihubungi Wolipop via e-mail, Rabu (6/4/2016).
2. Sesuai dengan Barang yang Dijual
Meski memiliki banyak pengikut, tetapi ibu satu anak itu mengatakan bahwa selebgram yang akan di-endorse harus memiliki kriteria yang sesuai dengan produk yang dijualnya. Jika tidak, bisa saja endorsement tersebut tidak berpengaruh.
"Misalnya kalau mau endorse camilan ke beauty blogger, jadi nggak berpengaruh karena yang follow mereka kan kebanyakan yang suka sama makeup. Atau kalau mau endorse permen anak-anak ke Olla Ramlan pasti nggak ada yang lihat, kan followers-nya dia kebanyakan ibu-ibu," ujar Christine saat dihubungi Wolipop, Senin, (4/4/2016).
3. Foto Bagus dan Jernih
Kriteria lain yang dilihat saat online shop memutuskan untuk endorse adalah tampilan fotonya. Dituturkan oleh Sarah, pengelola online shop yang menjual celana bahan katun mengatakan, tujuan utamanya mengendorse bukan untuk menambahkan followers, tetapi untuk memperbanyak foto katalog dan foto untuk iklan.
"Kami juga mencari model yang sesuai dengan segmen produk kami karena celana katun dan jogger yang kami jual segmennya untuk perempuan bertubuh besar dan ibu hamil, jadi kami mengutamakan model yang mewakili segmen tersebut," tutur Sarah saat dihubungi Wolipop, Selasa, (5/4/2016).
Pemilik online shop yang juga menjual jegging, Novy mengatakan, alasannya tertarik untuk endorse selebgram adalah mereka yang memiliki foto bagus dengan resolusi kamera yang tinggi sehingga hasilnya tidak buram. Menurutnya, kejernihan dan komposisi foto yang bagus dapat menarik minat para followers untuk membeli barang-barangnya.
4. Prosedur Tidak Rumit
Sarah dan beberapa rekannya yang mengelola toko virtual @deadly_gorgeous ini sebenarnya lebih memilih pengguna Instagram yang belum terlalu populer. Alasannya, karena prosedurnya tidak terlalu panjang dan rumit, dan biasanya juga tidak berbayar.
"Untuk mereka yang sudah terlalu populer biasanya harus melewati antrian posting, jadi perlu waktu lebih lama untuk dipromosikan barangnya. Biasanya mereka yang populer juga punya manajemen endorsement sebagai pihak ke-3 dan prosesya lebih rumit," tutupnya.
5. Mudah Diajak Kerjasama
Ega memaparkan, para online shop ingin produknya difoto dan diunggah dengan jelas, baik produk yang dijualnya maupun si selebgram itu sendiri. Sehingga dengan mengerti keinginan online shop sebagai klien dari selebgram itu, kerjasama yang mudah sangat dibutuhkan.
"Kalau dari Iconic Sisters sendiri, kami tidak menangani semua selebriti atau selebgram. Kami ada seleksi tersendiri yang bekerja sama dengan kami. Seleksinya antara lain foto yang dihasilkan bagus, mudah di ajak kerjasama, dan memiliki follower banyak atau sedang eksis saat ini," aku Ega yang mendirikan Iconic Sisters bersama kedua saudara kandungnya, Zera dan Dara pada 2015 silam.
Menurutnya, keeksisan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena diyakini semakin terkenal dan eksis, makan followers dari selebriti atau selebgram tersebut lebih banyak fansnya. Hal ini akan membuat para fans ingin terlihat sama dengan selebgram atau selebriti yang disukainya. (itn/eny)











































