Liputan Khusus Bos Menyebalkan
Bos Menyebalkan, Tetap Bertahan Atau Mengundurkan Diri?
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 11 Sep 2015 19:02 WIB
Jakarta
-
Memiliki atasan yang kurang menyenangkan di kantor secara langsung dapat berpengaruh terhadap performa kerja seseorang. Jika atasan tersebut dapat menjadi panutan bagi anak buah, mereka tentu akan lebih giat bekerja dan menimbulkan suasana kerja yang nyaman dan betah bekerja.
Tetapi jika atasan yang tidak menyenangkan, dalam artian tidak memiliki tujuan yang jelas, tidak bisa mengambil keputusan, atau bahkan bersikap dan berperilaku kasar, hal tersebut membuat karyawan memilih untuk keluar dari pekerjaannya. Jika hal seperti ini terjadi, lantas haruskah mengundurkan diri atau tetap bertahan?
Penasihat karier Handi Kurniawan mengatakan, jika sudah tidak ada yang bisa dipelajari di kantor tersebut, mengundurkan diri mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Tetapi tentunya hal tersebut harus dipikirkan baik-baik melalui pertimbangan yang matang.
"Misalnya Anda sudah bekerja di perusahaan besar, tapi sayangnya atasannya kurang kooperatif, sebaiknya jangan langsung keluar. Coba ajukan untuk pindah ke divisi lain. Sebelum mengundurkan diri, pertimbangkan dulu baik-baik," ujarnya saat dihubungi Wolipop, Senin, (7/9/2015).
Berbeda dengan Handi, pembicara sekaligus motivator kepemimpinan Ainy Fauziyah memaparkan, memiliki atasan yang kurang menyenangkan seharusnya bisa dilihat dengan cara yang lebih positif. Jangan langsung 'menyerah' dan memilih untuk keluar dari pekerjaan lantaran bermasalah dengan atasan.
Baca Juga : 50 Inspirasi Model Kebaya
Sebaiknya, atasan yang menyebalkan itu dihadapi terlebih dahulu. Karena bisa jadi, itu hanyalah cara pandang para anak buah yang kurang tepat terhadap atasannya.
"Mungkin ada beberapa orang yang kaget karena punya atasan yang sifatnya beraneka ragam dan tidak cocok dengannya, tetapi sebenarnya tidak perlu keluar dari perusahaan. Justru harus belajar banyak dan berpikir positif demi kebaikan kita," tutur Ainy pada Wolipop, Selasa, (8/9/2015).
Dengan berpikir positif secara langsung membuat para pekerja menjadi lebih tangguh dan siap berhadapan dengan orang lain meski memiliki perilaku dan sifat yang berbeda-beda. Pendiri Ainy Leadership Centre itu menyarankan untuk memiliki prinsip bertahan pada situasi dan kondisi apapun agar bisa membentuk mental dan kebiasaan berpikir positif.
"Saran saya, kalau ada atasan yang menyebalkan hadapi saja dan tetap bertahan. Kecuali kalau memang disuruh melakukan pekerjaan yang tidak benar, seperti korupsi misalnya. Ya itu pasti saya memilih untuk keluar," pungkasnya.
(itn/itn)
Tetapi jika atasan yang tidak menyenangkan, dalam artian tidak memiliki tujuan yang jelas, tidak bisa mengambil keputusan, atau bahkan bersikap dan berperilaku kasar, hal tersebut membuat karyawan memilih untuk keluar dari pekerjaannya. Jika hal seperti ini terjadi, lantas haruskah mengundurkan diri atau tetap bertahan?
Penasihat karier Handi Kurniawan mengatakan, jika sudah tidak ada yang bisa dipelajari di kantor tersebut, mengundurkan diri mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Tetapi tentunya hal tersebut harus dipikirkan baik-baik melalui pertimbangan yang matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Handi, pembicara sekaligus motivator kepemimpinan Ainy Fauziyah memaparkan, memiliki atasan yang kurang menyenangkan seharusnya bisa dilihat dengan cara yang lebih positif. Jangan langsung 'menyerah' dan memilih untuk keluar dari pekerjaan lantaran bermasalah dengan atasan.
Baca Juga : 50 Inspirasi Model Kebaya
Sebaiknya, atasan yang menyebalkan itu dihadapi terlebih dahulu. Karena bisa jadi, itu hanyalah cara pandang para anak buah yang kurang tepat terhadap atasannya.
"Mungkin ada beberapa orang yang kaget karena punya atasan yang sifatnya beraneka ragam dan tidak cocok dengannya, tetapi sebenarnya tidak perlu keluar dari perusahaan. Justru harus belajar banyak dan berpikir positif demi kebaikan kita," tutur Ainy pada Wolipop, Selasa, (8/9/2015).
Dengan berpikir positif secara langsung membuat para pekerja menjadi lebih tangguh dan siap berhadapan dengan orang lain meski memiliki perilaku dan sifat yang berbeda-beda. Pendiri Ainy Leadership Centre itu menyarankan untuk memiliki prinsip bertahan pada situasi dan kondisi apapun agar bisa membentuk mental dan kebiasaan berpikir positif.
"Saran saya, kalau ada atasan yang menyebalkan hadapi saja dan tetap bertahan. Kecuali kalau memang disuruh melakukan pekerjaan yang tidak benar, seperti korupsi misalnya. Ya itu pasti saya memilih untuk keluar," pungkasnya.
(itn/itn)
Elektronik & Gadget
5 Alasan Apple Watch SE 3 Layak Dipertimbangkan buat Aktivitas Sehari-hari
Olahraga
Asics Solution Swift, Sepatu Tenis Ringan untuk Gerak Cepat
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Bening dan Tidak Cepat Hitam? Ini Keunggulan SunCo 2L
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman & Grip Kuat? Coba Nike Jordan Luka 77 PF
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Georgina Rodriguez Tinggalkan Arab dengan Jet Pribadi di Tengah Konflik Timteng
2
Gaya Dramatis Barbie Ferreira Setelah Turun Berat Badan, Diduga karena Ozempic
3
Gwyneth Paltrow Sindir Artis Pakai Kostum Hot Dog di Met Gala
4
Foto: Koleksi Baju Lebaran 2026 dari OE, Rayakan Kepribadian Manusia yang Unik
5
Burberry Rilis Koleksi Spesial Terinspirasi Gaya Ikonik Ratu Elizabeth II
MOST COMMENTED











































