Kisah Tri Mumpuni Penuhi Kerinduan Rakyat Desa Terpencil Pada Suara Adzan
Kiprah Tri Mumpuni dalam pemberdayaan listrik di daerah terpecil sudah tidak diragukan lagi. Sejauh ini, wanita 51 tahun tersebut telah menerangi 82 desa terpencil di Indonesia. Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) itu pun banyak mengandalkan sumber daya air sebagai pembangkit. 'Wanita Listrik' ini juga sering melakukan pengumpulan dana hingga luar negeri.
Di bulan Ramadan ini, Tri menghadirkan program amal spesial, yakni Rindu Adzan. Rindu Adzan merupakan program penggalangan dana untuk memasok listrik di daerah-daerah terpencil yang mesjidnya tidak bisa mengumandangkan suara adzan. Program itu terinspirasi dari seorang ibu di sebuah desa di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Ia bercerita ketika sedang melintas di daerah itu, tiba-tiba terdengar suara tangisan wanita. Wanita tersebut pun mencegat Tri karena ada yang ingin disampaikan. Ternyata ibu itu ingin meminta tolong untuk memasok listrik di daerahnya agar dia bisa mendengarkan suara adzan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terharu mendengar kisah ibu tersebut, akhirnya Tri menghubungi sejumlah teman-teman untuk mengumpulkan dana demi terpasoknya listrik di desa itu. Hal itu dilakukan dengan meyakinkan mereka bahwa berbuat baik adalah hal yang adiktif. Saat ini program Rindu Adzan baru bekerja di daerah Sumatera Selatan. Untuk itu, wanita yang hobi berkebun tersebut menghimbau agar di bulan suci ini orang-orang mau berbagi. Bagi Anda yang tertarik untuk menyumbang, bisa menghubunginya via Twitter, @trimumpuni.
Tri memang sering menggalang dana demi mengumpulkan uang untuk memasok listrik di daerah terpencil. Namun saat ini, ia lebih memanfaatkan potensi di negeri sendiri. Misalnya dengan mengadakan program fasilitator. Dengan menyediakan mesin listrik dan anak-anak muda dengan latar belakang insinyur, program tersebut bermaksud untuk membantu memanfaatkan sumber daya setempat agar bisa menjadi listrik.
Istri dari Iskandar Budisaroso Kuntoadji itu pun mengaku jika pekerjaannya ini memang tidak mudah. Wanita yang pernah diculik di Aceh karena bersitegang dengan pihak setempat tersebut juga harus mendidik tentang cara perawatan sehingga pasokan listrik tersebut bisa bertahan lama. Tri pun bercerita jika ia merasa paling bahagia ketika melihat wajah masyarakat yang senang bisa mendapatkan penerangan di malam hari.
"Ada satu kisah di Kalimantan tentang seorang bapak yang ingin sekali dapat listrik. Kenapa? Ternyata karena dia ingin sekali melihat wajah istrinya saat makan malam. Dia ingin menunjukkan eskpresi wajah bahagia karena sudah dimasakkan." kenang Tri.
(ami/fer)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab











































