8 Tips Berbisnis dengan Teman Agar Tak Sampai Merusak Persabatan
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 12 Jun 2015 19:30 WIB
Jakarta
-
Berbisnis dengan sahabat banyak dilakukan para wirausahawan. Hal ini juga bisa ditiru bagi Anda yang punya teman dekat berjiwa entrepreneur sementara Anda adalah 'pemain' baru. Meski terasa menyenangkan karena dijalankan bersama sahabat, hal itu belum tentu mudah. Memiliki usaha dengan teman bisa menimbulkan masalah jika Anda tak bisa memisahkan antara hubungan pribadi dengan kerja. Sebelum mulai berbisnis dengan sahabat, simak delapan tipsnya berikut ini:
1. Pilih Sahabat yang Tepat
Dikutip dari situs Dailyworh, untuk urusan bisnis, sebaiknya Anda tidak salah pilih kawan. Misalnya jika Anda ingin membuka sebuah butik busana dan memiliki seorang teman yang pintar mendesain, jangan langsung mempekerjakannya. Pastikan bila orang tersebut bertanggung jawab dan mudah diajak kerjasama.
2. Pastikan Anda Setara
Jangan cuma menganalisa kemampuan berbisnis teman. Anda perlu melihat ke dalam diri sendiri, apakah kondisi Anda tepat untuk berbisnis. Jangan karena hanya semangat membuka usaha, Anda jadi mengecewakan sahabat.
Baca Juga: 25 Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia
3. Tentukan Tujuan, Target, dan Peran
Sesaat setelah memiliki niat untuk berbisnis bersama, segera tentukan tujuan dan target penjualan serta peran masing-masing orang. Hal ini perlu dilakukan secepat mungkin demi melihat apakah Anda dan sahabat adalah pasangan yang tepat untuk membuka usaha berdua. Jika ternyata Anda berdua tidak sepaham, masih belum terlambat untuk membatalkan.
4. Sediakan Kontrak
Amy Creel, pemilik bisnis Smart Mom Jewerly, mengatakan jika wanita kadang segan melakukan konfrontasi. Untuk itu, banyak dari mereka yang enggan meminta sahabat membuat kontrak yang sebenarnya sangat penting dalam berbisnis. Sebaiknya Anda tak perlu takut menyakiti perasaan teman karena hal ini dibuat untuk melindungi kedua belah pihak.
5. Pisahkan Kerja dengan Bermain
Ketika berkumpul dengan sahabat mungkin yang Anda ingin lakukan adalah curhat, berbelanja, atau pergi ke salon bersama. Namun saat sedang dalam keperluan kerja sebaiknya hindari kegiatan seperti itu. Sesekali mungkin Anda bisa mengobrol demi memecah kejenuhan. Namun jangan sampai 'bermain' mengganggu waktu kerja. Sebagai solusi, sediakan waktu di mana Anda bisa bertemu untuk curhat dan merayakan keberhasilan bisnis bersama misalnya ketika akhir pekan.
6. Belajar Atasi Konflik
Dengan sahabat biasanya kita lebih mudah mengungkapkan perasaan, termasuk rasa marah ketika berselisih paham. Karena berhubungan dengan uang, pertengkaran bisa menjadi sangat sensitif. Untuk itu, Anda harus bisa memisahkan antara urusan prendapat pribadi dengan bisnis. Jangan sampai persahabatan retak hanya gara-gara konflik ketika berbisnis.
7. Pupuk Persahabatan
Salah satu alasan seseorang membangun usaha dengan sahabat adalah karena sahabat bisa dipercaya dan sudah terbukti kecocokannya dengan Anda. Kecocokan tersebut perlu terus dipupuk. Hal ini penting agar dalam berbisnis Anda selalu kompak dan menghadirkan ide-ide baru. Jika perlu, sediakan sebuah hari di mana Anda berdua bisa berkumpul dan melakukan hobi bersama tanpa membicarakan masalah pekerjaan.
8. Sediakan Waktu Sendiri
Meski Anda disarankan untuk terus memupuk persahabatan, ada baiknya Anda menyediakan waktu untuk sendirian jika diperlukan. Terlalu sering bertemu bisa saja membuat Anda 'meledak' suatu waktu terutama bila pekerjaan sedang sangat menuntut.
"Ketika bisnis sedang membuat stress dan membuat kesal Anda berdua, jangan takut untuk meminta rekan cuti sehari atau liburan di akhir pekan. Bisa juga dengan meminta waktu sendirian saat makan siang untuk menjernihkan pikiran." kata Amy Weicker yang merupakan seorang editor di perusahaan penerbitan Rock Bottom Publishing.
(ami/aln)
1. Pilih Sahabat yang Tepat
Dikutip dari situs Dailyworh, untuk urusan bisnis, sebaiknya Anda tidak salah pilih kawan. Misalnya jika Anda ingin membuka sebuah butik busana dan memiliki seorang teman yang pintar mendesain, jangan langsung mempekerjakannya. Pastikan bila orang tersebut bertanggung jawab dan mudah diajak kerjasama.
2. Pastikan Anda Setara
Jangan cuma menganalisa kemampuan berbisnis teman. Anda perlu melihat ke dalam diri sendiri, apakah kondisi Anda tepat untuk berbisnis. Jangan karena hanya semangat membuka usaha, Anda jadi mengecewakan sahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Tentukan Tujuan, Target, dan Peran
Sesaat setelah memiliki niat untuk berbisnis bersama, segera tentukan tujuan dan target penjualan serta peran masing-masing orang. Hal ini perlu dilakukan secepat mungkin demi melihat apakah Anda dan sahabat adalah pasangan yang tepat untuk membuka usaha berdua. Jika ternyata Anda berdua tidak sepaham, masih belum terlambat untuk membatalkan.
4. Sediakan Kontrak
Amy Creel, pemilik bisnis Smart Mom Jewerly, mengatakan jika wanita kadang segan melakukan konfrontasi. Untuk itu, banyak dari mereka yang enggan meminta sahabat membuat kontrak yang sebenarnya sangat penting dalam berbisnis. Sebaiknya Anda tak perlu takut menyakiti perasaan teman karena hal ini dibuat untuk melindungi kedua belah pihak.
5. Pisahkan Kerja dengan Bermain
Ketika berkumpul dengan sahabat mungkin yang Anda ingin lakukan adalah curhat, berbelanja, atau pergi ke salon bersama. Namun saat sedang dalam keperluan kerja sebaiknya hindari kegiatan seperti itu. Sesekali mungkin Anda bisa mengobrol demi memecah kejenuhan. Namun jangan sampai 'bermain' mengganggu waktu kerja. Sebagai solusi, sediakan waktu di mana Anda bisa bertemu untuk curhat dan merayakan keberhasilan bisnis bersama misalnya ketika akhir pekan.
6. Belajar Atasi Konflik
Dengan sahabat biasanya kita lebih mudah mengungkapkan perasaan, termasuk rasa marah ketika berselisih paham. Karena berhubungan dengan uang, pertengkaran bisa menjadi sangat sensitif. Untuk itu, Anda harus bisa memisahkan antara urusan prendapat pribadi dengan bisnis. Jangan sampai persahabatan retak hanya gara-gara konflik ketika berbisnis.
7. Pupuk Persahabatan
Salah satu alasan seseorang membangun usaha dengan sahabat adalah karena sahabat bisa dipercaya dan sudah terbukti kecocokannya dengan Anda. Kecocokan tersebut perlu terus dipupuk. Hal ini penting agar dalam berbisnis Anda selalu kompak dan menghadirkan ide-ide baru. Jika perlu, sediakan sebuah hari di mana Anda berdua bisa berkumpul dan melakukan hobi bersama tanpa membicarakan masalah pekerjaan.
8. Sediakan Waktu Sendiri
Meski Anda disarankan untuk terus memupuk persahabatan, ada baiknya Anda menyediakan waktu untuk sendirian jika diperlukan. Terlalu sering bertemu bisa saja membuat Anda 'meledak' suatu waktu terutama bila pekerjaan sedang sangat menuntut.
"Ketika bisnis sedang membuat stress dan membuat kesal Anda berdua, jangan takut untuk meminta rekan cuti sehari atau liburan di akhir pekan. Bisa juga dengan meminta waktu sendirian saat makan siang untuk menjernihkan pikiran." kata Amy Weicker yang merupakan seorang editor di perusahaan penerbitan Rock Bottom Publishing.
(ami/aln)
Elektronik & Gadget
ASUS Zenbook A14, Laptop Super Ringan dengan Snapdragon X
Home & Living
Cuci Piring Makin Wangi & Kinclong Pakai Sparkle MAXI Jeruk Nipis
Olahraga
Topi Adidas Hermanos Koumori Bikin Lari Makin Nyaman & Stylish
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Pengakuan Wanita yang Selingkuh di Konser Coldplay, Merasa Dibohongi
2
50 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Estetik dan Spesial buat Media Sosial
3
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
4
TikTok Viral Verificator
Viral! Lupa Baca Deskripsi, Wanita Ini Kaget Baju Lebarannya Bisa Naik Turun
5
Rekomendasi Lipstik yang Tahan Lama untuk Dipakai Saat Lebaran 2026
MOST COMMENTED











































