Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Cinta Sejak SD, Julia Hadi Sukses 27 Tahun Berbisnis Perhiasan

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 26 Mei 2015 13:04 WIB
...
Dok. Julia Hadi
Jakarta - Nama Julia Hadi di dunia desain perhiasan mewah sudah tidak asing lagi, khususnya bagi para pencinta maupun kolektor bebatuan mulia. Pengalaman berbisnis selama 27 tahun membuat Julia menjadi salah satu pengusaha sekaligus desainer perhiasan yang cukup diakui karya-karyanya.

Kepada Wolipop, wanita keturunan Indonesia-China-Jepang ini menceritakan bahwa perhiasan sudah menjadi ketertarikannya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Memiliki orangtua yang menggemari perhiasan, membuat Julia terbiasa melihat berbagai macam logam dan batu mulia yang ada di rumahnya. Terkadang, Julia kecil juga membantu merawat perhiasan orangtuanya dan di masa mudanya, bisa dibilang tiada hari tanpa perhiasan.

"Sudah dibiasakan tidak pernah polos. Seiring berjalannya waktu saat saya dewasa, tepatnya ketika kuliah, saya mulai belajar dagang perhiasan. Bawa-bawa perhiasan dan saya jual. Itu menyenangkan," tutur Julia saat berbincang dengan Wolipop di bilangan KH. Mas Mansyur, Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Menjajakan perhiasan dari klien yang satu ke klien lain membuat wanita yang kini tinggal di Amerika Serikat ini sadar bahwa ada yang kurang dengan tren perhiasan kala itu. Menurutnya desain perhiasan yang ia temui kurang variatif, modelnya pun cenderung serupa. Padahal perhiasan merupakan salah satu bentuk ekspresi dari kepribadian seseorang dan seharusnya modelnya lebih personal.

"Perhiasan memancarkan kepribadian seseorang apakah dia elegan, simple atau mungkin, maaf, norak. Jadi saya mulai berpikir untuk mendesain sendiri dan mencari pengrajin untuk membuatkan perhiasannya," ujar wanita yang telah 13 tahun menjadi desainer perhiasan ini.

Julia mulai merancang sendiri koleksi perhiasannya dari sebuah 'bengkel' kecil di Jakarta, dengan beberapa tenaga pengrajin. Memberikan sentuhan personal dalam setiap rancangan membuat koleksi perhiasan karya Julia berbeda dari produk lain yang ada di toko kebanyakan. Klien yang berawal dari pertemanan pun mulai berdatangan karena Julia bisa membuatkan mereka perhiasan yang custom-made.

Tak cukup sampai di situ, Julia pun membekali pengetahuannya soal perhiasan dengan mengikuti seminar serta kursus untuk menjadi diamond grader dan mengambil kelas sketsa. Diamond grader merupakan sebutan untuk orang yang ahli dalam menilai kualitas batu permata, dan untuk mendapatkan sertifikat sebagai diamond grader diperlukan pelatihan yang cukup intensif. Julia sendiri mengikuti beberapa kursus dan seminar di beberapa negara, seperti Hong Kong dan Amerika serikat.

"Di Amerika dan Hong Kong ada banyak seminar, ada yang hanya tiga jam, seharian. Pendidikannya sendiri perlu dua bulan kursus tapi sekali pertemuan bisa beberapa jam dan banyak praktek," jelasnya.

Sukses menjadi pebisnis dan desainer perhiasan, pada 2010 Julia harus bertolak ke Amerika Serikat mengikuti sang suami, dan menetap di sana. Namun kecintaannya terhadap perhiasan tak ia tinggalkan. Di luar maupun dalam negeri, Julia tetap aktif mengikuti pameran perhiasan internasional untuk lebih memperkenalkan lini perhiasan rancangannya, yang ia beri nama Julia Hadi Jewelry.

Meskipun dipasarkan di mancanegara, sebagian besar material yang ia gunakan berasal dari Indonesia. Menurutnya, kekayaan bebatuan lokal tidak kalah dengan batu dari luar negeri. Ia pun mengungkapkan kalau dirinya berusaha menghindari pemakaian batu impor sebisa mungkin, kecuali atas permintaan klien.

"Kalau bisa beli dari supplier dalam negeri, untuk saya ekspor keluar. Sebisa mungkin pakai dulu barang lokal," ungkapnya.

Julia pun memiliki cara tersendiri dalam memproduksi dan memasarkan koleksi perhiasannya. Tidak seperti toko perhiasan pada umumnya, dimana pembeli masuk ke toko dan memilih desain perhiasan yang tersedia saja. Di galerinya, Julia memberi kesempatan bagi para kliennya untuk menentukan sendiri desain perhiasan yang diinginkan, memberikan saran model seperti apa yang cocok dengan kepribadian sang klien dan kemudian membuatkannya secara khusus.

Strategi pemasaran tersebut, dilakukannya agar kliennya tidak hanya dapat menikmati keindahan perhiasan hasil karyanya tapi juga mendapatkan sentuhan personal. Selain sibuk menjadi otak kreatif di balik Julia Hadi Gallery, sarjana akuntansi alumni Universitas Tarumanegara, Jakarta, ini juga merupakan perancang lini perhiasan Julia Hadi Silver line yang sudah diekspor hingga Amerika dan negara sekitarnya, yang dirintisnya sejak tiga tahun lalu. 

(hst/fer)
...
Hide Ads