Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Pengakuan Sarah Widyanti Ketika Diremehkan Sebagai Pilot Wanita Muda

wolipop
Jumat, 08 Mei 2015 15:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Eny/Wolipop
Jakarta - Sarah Widyanti Kusuma pernah menjadi pilot wanita termuda di Garuda Indonesia saat usianya 21 tahun. Kini ketika umurnya sudah mencapai 27 tahun dan memiliki 4.000 jam terbang, Sarah sudah berhasil menaklukkan anggapan remeh terhadap dirinya sebagai pilot wanita muda. Anggapan remeh seperti apa yang pernah didapatkannya?

"Awal-awal memang ada yang meremehkan. Entah itu sesama pilot atau pramugari. Mereka mengira karena aku pilot wanita dan baru, pasti landingnya jelek," ujar Sarah yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug itu.

Ucapan meremehkan itu dijawab Sarah dengan pembuktian nyata. Dia tidak membalas ucapan tersebut dan memilih langsung menunjukkan bahwa dirinya memang mampu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tunjukkan sama mereka kalau saya bisa. Akhirnya mereka malah ngomong kalau pilotnya wanita landingnya smooth, lebih halus," kata Sarah saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Tantangan menjadi pilot dirasakan Sarah bukan hanya pada masa awal karirnya saja. Salah satu pengalaman yang tak dilupakannya ketika menerbangkan pesawat adalah ketika terbang ke Yogyakarta. Pilot cantik kelahiran 3 Maret 1988 itu terbang dalam keadaan cuaca kurang baik. Dan ketika sudah akan mendarat, cuaca semakin buruk karena bukan hanya hujan tapi juga disertai angin kencang.

"Landasan di Yogya itu kecil, fasilitasnya juga minimalis, jadi waktu itu menegangkan buat saya. Alhamdulillah bisa landing dengan baik. Penumpang juga tepuk tangan saat pesawat sudah berhasil landing," cerita Sarah mengenang peristiwa yang dialaminya pada 2011 itu.

Pengalaman menegangkan menerbangkan pesawat ini bukan pertamakalinya didapat Sarah. Menurut wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat itu, sejak awal sebelum masuk sekolah pilot pun dirinya sudah mendapat tes mental yang mengerikan.

Sarah bercerita saat itu dia menjalani tes mental dengan ditemani seorang instruktur dan seorang calon murid lainnya. Sebelum tes mental tersebut, dia dan calon murid lainnya sudah mendapatkan pendidikan mengenai cara mengemudikan pesawat dan berbagai ilmu penerbangan lainnya.

Instruktur yang mengetesnya itu awalnya lebih dulu yang mengemudikan pesawat. Namun ketika pesawat sudah di atas ketinggian 3.000 kaki, Sarah yang diminta untuk mengontrol kemudi. "Yang mengejutkan, instruktur tiba-tiba mematikan mesin, kemudian pesawat ditukik ke sebelah kiri. Di situ dia melihat bagaimana ekspresi saya apakah saya panik atau takut atau bahkan muntah. Alhamdulillah saya lulus," kisah wanita yang sebelum jadi pilot sempat bekerja sebagai Sales Promotion Girl itu.

Berbagai pengalaman baik saat sekolah maupun ketika sudah berhasil menjadi pilot itu pastinya menjadi bekal Sarah seterusnya selama menjalani pekerjaannya. Saat ini, dia pun sedang melanjutkan pendidikan untuk menjadi seorang kapten. "Saya juga mau jadi instruktur atau dosen untuk menyalurkan ilmu yang saya punya," kata pilot wanita yang sudah terbang ke berbagai negara di dunia dan wilayah Indonesia itu.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads