Tantangan Wanita Indonesia Dalam Membangun Bisnis Melalui Internet

- wolipop Rabu, 29 Apr 2015 17:32 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Internet memang memberikan banyak kemudahan, termasuk dalam mencari dan menciptakan peluang kerja. Melalui situs, orang dapat dengan mudah mencari lowongan bahkan membangun sendiri usaha mereka. Wanita pun merupakan salah satu penggerak industri ini, dengan menjadi pembeli utama komoditas yakni item fashion hingga sebagai pendiri online shop.

Mendirikan online shop memang bisa menjadi alternatif bisnis bagi para wanita terutama untuk mereka yang sudah berkeluarga. Wanita yang telah memiliki anak bisa bekerja dari rumah sehingga keluarga tidak ditinggalkan. Sayangnya hanya sebagian dari mereka yang memiliki ilmu untuk terjun dalam usaha ini.

Menurut Dirut XL Axiata Tbk, Dian Siswarini‎, banyak wanita terutama mereka yang sudah tidak muda masih gaptek (gagal teknologi). Mereka kurang paham dalam penggunaan internet selain untuk media sosial. Hal tersebut bukan hanya pendapat Dian namun berdasarkan riset yang dilakukan perusahaannya. Wanita yang belum lama dilantik jadi CEO itu pun mengungkapkan jika peran lingkungan sangat mempengaruhi kelihaian wanita dalam memanfaatkan internet.

"‎Ada gap antara pria dan wanita dalam penggunaan internet. Kebanyakan wanita terekspos internet karena teman dan keluarga. Tapi anak kadang tidak mau membimbing ibunya. Begitu juga dengan suami yang seperti tidak punya waktu mengajari istri memakai internet dengan efektif," ujar Dian ketika menjadi pembicara Women Empowerment di Kampus IPMI Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2015).

Ia menambahkan jika dibanding pria, wanita memang kurang mengeksplorasi teknologi. Hal tersebut tentu disayangkan mengingat internet bisa dijadikan platform ‎untuk mereka berkreasi dan berinovasi.

Sementara menurut Shinta Dhanuwardoyo yang merupakan pendiri agensi digital, Bubu, Indonesia kurang memiliki mentor serta ahli. Padahal Indonesia merupakan pasar yang potensial, apalagi setengah dari masyarakat Indonesia berusia 30 tahun yang mudah 'tergoda' hal-hal baru.

Shinta bahkan pernah mengalami kegagalan dalam mengembangkan sejumlah situs, di antaranya Katakan Cinta hingga Musikita. Ibu dua anak tersebut bercerita jika situs-situs tersebut memang kurang investor. Orang-orang juga tidak mengerti fungsi situs secara jelas. Namun kegagalan tersebut menjadikannya entrepreneur yang lebih kuat.

"Menurut saya untuk menjadi entrepreneur wanita harus banyak networking. Itu juga yang saya lakukan. Walau kita tidak memulai dengan besar, kita harus bermimpi besar," pungkas Shinta.

(ami/fer)